His love never ends and flows like a river
13 years ago

Labels: Reflection
Sudah sekian lama saya tidak menulis blog ini. Ada banyak hal yang telah terjadi didalam kehidupan saya. Segudang kesibukkan sekolah dan proses pengobatan dirumah sakit. Namun sesibuk apapun, saya tetap merasakan tangan kasihNya yang terus ada memeluk, menguatkan, membimbing serta menuntun kehidupan saya.
Kemarin hari kamis, seperti hari kamis biasanya, saya kembali ke Eindhoven untuk KTB disana. Dalam KTB kali ini kita menggunakan buku dari perkantas 'Memulai Hidup Baru'. Kami membahas kembali mengenai saat teduh. Banyak sharing-sharing dari teman-teman yang sangat menguatkan, serta tuntunan dari firman Tuhan yang menguatkan saya kembali akan pentingnya saat teduh. Saat teduh adalah saat indah dimana kita bersekutu bersamaNya melalui pengenalan akan firmanNya. Akhirnya setelah saya membaca dari beberapa buku, saya kemudian menemukan singkatan dari ALKITAB, yang juga saya sharingkan dengan teman-teman didalam KTB :)
ALKITAB adalah:
1. A = Arahkan dirimu kepada Allah (Maz 62:6)
Saat teduh adalah saat dimana kita merenungkan firmanNya serta mengarahkan diri kita kembali kepada Allah. Agar kita dapat mendengar suaraNya, kita harus berusaha mengecilkan volume dunia ini (segala beban, permasalahan hidup, suka-duka, orang dan lingkungan disekitar kita,dll). Bukankah dalam hidup kita, volume dunia terlalu lantang dan keras, bahkan kadang membuat kita tak mampu berdiam sejenak dan mendengarkanNya.
2. L = Latihlah Rohanimu (Maz 119: 97-104)
Ketika kita bersaat teduh maka firmanNya akan membuat kita sehat secara rohani. Dengan rohani yang sehat itu akan memampukan kita untuk menghasilkan buah-buah Roh. Melatih ini tentu membutuhkan disiplin dan kemauan besar didalamnya!
3. K = Ketahui dan diamlah (Maz 46:11)
Kita perlu kadang hanya diam dan mengetahui, tanpa harus banyak berbicara dalam menyampaikan isi hati kepada Tuhan. Berdiam mampu membantu kita untuk berkonsentrasi serta mengingat kembali segala kebesaran, kasih dan keagunganNya. Dalam diam itu, kitapun akan mengetahui rencanaNya bagi hidup kita.
4. I = Istirahatlah (Maz 23)
Ada kalanya ditengah hidup yang begitu capek dan melelahkan ini, kita butuh beristirahat sejenak. Saat teduh adalah saat dimana kita bisa mengistirahatkan jiwa kita. Saat berdoa dan merenungkan firmanNya, saat dimana kita dapat mengurangi tekanan hidup ini (1 Ptr 5:7). Sama seperti teladan yang sudah Tuhan Yesus Kristus berikan didalam hidupnya, ditengah-tengah segudang pelayanan yang dilakukan..Tuhan kita selalu memberikan waktu-waktu terbaiknya untuk kembali datang dan mendapatkan kekuatan dari BapaNya dengan berdoa dan berkomunikasi dengan BapaNya disurga. Jika Kristus yang luar biasa itu masih membutuhkan istirahat, apalagi dengan kita???
5. T = Temuilah Bapamu yang mencari (Yoh 4:23; Maz 27:8)
Sadar atau tidak, ketika kita diberi kemampuan untuk kembali membuka alkitab kita, mengenal firmanNya, berdoa bahkan memuji namaNya..itu semua karena kemurahan Tuhan semata. Kita dengan tubuh yang penuh dengan dosa itu takkan mampu melakukan yang baik bagi Tuhan (bahkan cenderung mendukakan hatiNya), tapi karena kebaikkanNya yang mencari kita serta memberikan Roh KudusNya didalam hati kita..maka kita mampu takluk dibawah kebenaran kasihNya. Tuhan sebenarnya terus memanggil kita untuk mencari wajahNya, bahkan seringkali DIA yang menaruh kerinduan didalam hati kita supaya kita meluangkan waktu bersamaNya. Jika kita tahu dengan benar bahwa semua terjadi karena DIA yang dengan kasihNya rindu untuk bersekutu dengan kita, maka saat teduh kita bukanlah hanya sekedar kewajiban setiap hari!, tetapi kebutuhan hidup yang menyengakan :)
6. A = Asahlah Ibadahmu supaya berguna dan berkenan
Saat teduh juga merupakan bagian ibadah pribadi kita kepada Tuhan setiap harinya. Dengan merenungkan firmanNya akan membuat kita bijaksana, dengan mempercayaiNya sebagai Tuhan dan juruselamat kita membuat kita selamat, dan dengan melakukan firmanNya membuat kita hidup suci kudus serta berkenan dihadapanNya. Saat teduh, saat-saat persekutuan kita denganNya, akan membentuk kita lambat laun dan mempersiapkan kita untuk menjadi alat-alatNya. Apakah kita sudah setia dengan ibadah pribadi kita???
7. B = Bebaskanlah dirimu dari rutinitas (Mark 1:32-39)
Jika kita menjadikan saat teduh hanya sebatas kebiasaan/rutinitas, maka itu akan membuat kita lama-lama menjadi kering dan bosan. Tanpa kita benar-benar memiliki kerinduan untuk mengenalNya dan merasakan cintaNya (sedalam cintaNya sampai DIA rela menyerahkan anakNya yang tunggal untuk mati disalib demi menebus dosa-dosa kita). Kita perlu sekreatif mungkin dan sevariasi mungkin untuk melakukan saat teduh supaya saat teduh kita terus hangat dan tidak membosankan. Rutinitas hidup membuat kita justru akan semakin menjauh dariNya.
Semoga pelajaran diatas yang saya dapat dan saya bagikan bisa juga menjadi kekuatan bagi teman-teman yang membacanya. Merenungkan firmanNya juga merupakan bentuk komunikasi 2 arah kita dengan Allah Bapa disurga. Kita menyampaikan seluruh isi hati kita melalui doa dan sebaliknya Allah menyampaikan isi hatiNya melalui firmanNya. Didalam bersaat teduhpun saya mengalami saat-saat yang begitu segar, petunjuk yang jelas akan permasalahan hidup bahkan begitu dekat denganNya. Namun kadang pula saya berjumpa dengan keadaan dimana serasa Allah tidak menyapa melalui firmanNya secara langsung. Tapi keadaan tersebut tidak menjadikan saya berhenti merenungkan firmanNya. Saya percaya bahwa setiap bagian firmanNya berguna untuk membangun kehidupan rohani saya, mungkin tidak saya rasakan saat ini juga..tapi mungkin itu adalah bagian untuk membangun masa depan saya/ membangun orang-orang disekitar saya :)
"But those who hope in the Lord will renew their strength. They will soar on wings like eagles;they will run and not grow weary, they will walk and not be faint." (Isaiah 40:31)- New International Version (NIV)
Labels: Reflection
Labels: Reflection
Hari senin yang lalu,pada tanggal 12 desember 2011, saya mengalami betapa kasih bisa menyentuh hati yang terdalam. Setelah pulang dari kerja, saya merasakan rasa jenuh dan lelah luar biasa karena tempat kerja saya begitu banyak hal yang harus saya kerjakan. Tetapi saya terus belajar untuk tetap tersenyum kepada siapapun yang saya temui, tidak peduli betapa lelahnya hari-hari yang saya lalui. Bagi saya, bisa bekerja saja adalah karena kesempatan dan anugerahNya yang luar bagi saya. Saya percaya bahwa sebuah senyuman bisa memberi dampak bagi hari-hari orang lain.
Singkat cerita, saya bertemu dengan seorang Ibu yang berusia sekitar 60 tahun ditempat menunggu tram. Sayapun tersenyum kepada Ibu tersebut, sampai akhirnya kami naik ke tram yang sama menuju ke centrum. Setelah sampai dicentrum, ternyata Ibu tersebut turun ditempat yang sama dengan saya. Sambil memegang punggungnya yang kesakitan berkatalah Ibu tersebut,'apakah kamu bisa membantuku menurunkan barang-barang yang kubawa ini?, punggungku begitu sakit sekali.'
Sayapun berpikir sejenak, apakah saya akan membantu Ibu tersebut?, karena saya melihat betapa berat barang-barang yang dibawanya. Tapi akhirnya seakan ada yang menggerakkan tangan saya untuk mengangkat barang-barang tersebut turun dari tram yang kita gunakan.
Akhirnya berjalanlah kita kepada arah yang berbeda. Saya melanjutkan perjalanan saya ke centrum untuk berbelanja beberapa barang kebutuhan sehari-hari. Setelah saya berbelanja, turunlah saya ke arah metro dibawah tanah untuk mencari tram pulang. Dan ternyata saya bertemu kembali dengan Ibu tua tersebut. Dia tersenyum kembali dan mulailah kita berbicara sejenak. Sampai pada akhirnya kita tahu bahwa tram yang kita gunakan adalah sama, yaitu tram 3. Ternyata pula tram 3 tersebut bermasalah, jadi kita harus naik tram 6 dulu kemudian pindah disuatu tempat tertentu, baru kita berjalan sejenak untuk bisa mendapatkan tram 3.
Sayapun tetap membantu Ibu tersebut turun dari tram 6, bahkan sampai kita berjalan sejenak untuk mendapatkan tram 3. Tapi ternyata di arah yang sudah ditentukan, kita harus naik-turun tingkat. Sayapun tetap membantu Ibu tersebut dengan barang-barangnya yang berat tersebut.
Akhirnya Ibu tersebut menelepon temannya yang tinggal didaerah tersebut untuk membantunya. Tidak berapa lama kemudian, datanglah teman dari Ibu tua tersebut. Akhirnya berceritalah si Ibu tua tersebut kepada temannya betapa dia sangat berterimakasih karena saya sudah banyak membantunya naik-turun dengan barang-barang bawaannya yang berat. Seketika saya melihat airmata mengalir dipipi Ibu tua tersebut, sayapun memberikan sehelai tisue untuk mengusapnya. Airmata tersebut sangat menyentuh hati saya. Selama saya hidup sampai detik saya menulis blog ini, saya belum pernah mengalami begitu kasih itu begitu mengubahkan hati. Saya langsung merasakan betapa kasih itu mengubah segalanya. Saat itu saya merasakan bahagia luar biasa. Meskipun dengan mengangkat barang-barang tersebut saya lebih merasa lelah, tetapi dengan airmata yang saya lihat..serasa semua rasa lelah tersebut hilang bergantikan bahagia dan sukacita di hati.
Memang disini kebanyakkan orang hanya berpikir mengenai diri mereka sendiri. Bahkan mereka tak lagi mempunyai empati untuk menolong orang lain. Mereka hanya memikirkan apa yang baik, apa yang enak, apa yang senang buat saya..buat apa saya memikirkan orang lain jika mereka tidak memberikan keuntungan apa-apa kepada saya/ sayapun tidak memiliki hubungan darah dengan orang tersebut. Tetapi, saya percaya bahwa kita dipanggil untuk menjadi berbeda dengan orang didunia ini. Kita dipanggil untuk menjadi surat terbuka yang bisa dibaca oleh semua orang. Bagaimana orang disekitar kita mampu merasakan kasih Tuhan melalui keberadaan kita.
Setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk menolong orang lain, ambilah dan kerjakanlah kesempatan tersebut maka kita akan merasakan sukacita yang luar biasa. Bukan hanya sukacita dihati kita, tetapi terutama diatas segalanya adalah sukacita bagi kemuliaan Bapa di surga. Saya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan banyak kesempatan kepada saya. Setiap kesempatan tersebut membuat saya lebih mengerti bagaimana kasihNya yang sangat luar biasa. Bukan karena saya, tetapi karena kemurahan Kristus.
"But you are a chosen people, a royal priesthood, a holy nation, God’s special possession, that you may declare the praises of him who called you out of darkness into his wonderful light"-1 Peter 2:9 / (NIV)
Labels: Reflection
Apakah kita mau menjadi karbon atau berlian?
Perbedaan karbon dengan berlian sangatlah tipis. Proses pembuatannyapun berbeda sangat tipis, namun menghasilkan perbedaan yang besar sekali. Dari web: http://belajarkimia.com, kami mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan karbon dengan berlian. Berikut akan kami jelaskan dengan sedikit mengenai perbedaan tersebut.
Karbon dapat dibuat dari pembakaran hidrokarbon atau coal, atau yang lainnya dengan kondisi udara yang terbatas sehingga terjadi pembakaran yang tidak sempurna. Karbon tersebut adalah sediment berwarna hitam atau coklat kehitaman yang bersifat mudah terbakar dan terutama memiliki komposisi utama belerang, hydrogen, oksigen, dan nitrogen. Antrasite adalah jenis coal dengan kandungan karbon yang tinggi dan sedikit ketidakmurnian sekitar 92-98%.
Sedangkan Berlian atau diamond adalah salah satu bentuk alotrop karbon dimana struktur atom C tersusun sebagai kubus berpusat muka diamond lebih stabil dibandingkan grafit, memiliki kekerasan yang tinggi dan konduktifitas yang besar. Kristal diamond dibuat dari karbon tetrahedra seperti kristal silikon. Proses pembuatan diamond salah satunya menggunakan teknik ” High Pressure High Temperature (HPHT)”, warna dari diamond sintesis ini umumnya kuning akibat impuritas dari nitrogen.
Dari kedua perbedaan bentuk karbon dan berlian itu, kami mendapatkan sebuah pelajaran berharga. Kadang kita didalam kehidupan ini menghadapi banyak tantangan, banyak permasalahan dan seakan semuanya berjalan begitu tajam, menyakitkan, dan bahkan membuat kita tidak mampu melakukan apa-apa lagi "seakan tak ada jalan keluar". Tapi apakah kita sadar bahwa keadaan demikianlah yang akan membuat iman kita lebih kuat sehingga kita bisa muncul sebagai sebuah berlian?. Atau kita kemudian mengerutu dengan setiap tekanan dan permasalahan yang ada "berhenti di tengah pertandingan hidup ini", kemudian keluar menjadi sebuah karbon yang nilainya jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebuah berlian?
Karbon dan berlian adalah berasal dari bentuk benda yang sama, tapi ditempa dengan cara yang berbeda. Karbon terbentuk dari pembakaran yang tidak sempurna, namun sebuah berlian diproses dengan panas pembakaran yang sangat tinggi dan sempurna. Panas pembakaran itu terlihat begitu menyakitkan, namun menghasilkan sebuah berlian yang bernilai mulia dan mahal harganya.
Tak jarang kamipun ketika menghadapi tekanan dan permasalahan, apalagi serasa Tuhan diam..kamipun mulai mengerutu dan membandingkan keberadaan diri kami dengan orang yang lain, yang seakan kehidupan mereka "lebih enak" dibandingkan dengan kami. Tapi dengan perbedaan yang kami dapat tentang karbon dan berlian kami semakin mengerti bahwa seharusnya kami tidak seharusnya menggerutu atau mengomel atau membandingkan diri dengan orang lain....namun sebaliknya kami harus bersyukur. Dengan proses tekanan dan permasalahan "bagaikan berlian yang harus dipanaskan dengan sempurna", kamipun akan keluar menjadi sebuah berlian yang indah dimataNya. Kami percaya bahwa ketika kami diperbolehkan menghadapi tantangan apapun, DIA tidak tinggal diam. DIA turut merasakan setiap hal (pahit, getir, susah, tekanan, senang, sukacita, apapun itu) yang kami rasakan. Bahkan ketika kami berdoa dan serasa putus asa..kami percaya bahwa DIA selalu ada dan airmataNyapun mengalir ketika kami menangis dan mencari perlindunganNya.
Jadi bagaimanakah dengan diri kita?, akankah kita mau berubah dan mensyukuri ketika tekanan diperbolehkan datang didalam hidup kita?, maukah kita mengingat bahwa Tuhan kita terlampau baiknya ingin membentuk kita menjadi sebuah berlian terlepas dari proses sepahit apapun yang kita alami?, maukah kita keluar menjadi sebuah karbon atau berlian (semua pilihan ada ditangan kita)?
"No temptation has overtaken you except what is common to mankind. And God is faithful; he will not let you be tempted beyond what you can bear. But when you are tempted, he will also provide a way out so that you can endure it"-1 Corinthians 10:13/NIV
Labels: Reflection
Kami menemukan sebuah blog yang sangat baik, mungkin juga dapat membantu rekan-rekan sekalian yang mungkin saat ini sedang bergumul dengan masalah "dating"-http://blog.marshillchurch.org/2008/02/20/dating/. Kotbah tersebut dibawakan oleh Pastor Mark Driscoll. Dibawah ini kami akan menguraikan secara singkat dari kotbah yang kami dengar.
Ada 4 pilihan hubungan dibawah ini yang dapat diterima didalam kehidupan kekristenan, namun hanya 1 yang salah (yaitu....pilihan no 3).
#1 – Pernikahan karena dijodohkan
#2 – Masa-masa perkenalan
#3 – Kencan dengan orang yang tidak seiman
#4 – Kencan dengan orang yang seiman
Ada beberapa saran praktis yang perlu diperhatikan oleh pria dan wanita lajang..hal-hal tersebut adalah:
A. Prinsip berpacaran secara kristiani baik bagi pria dan wanita:
1. Maksimalkan masa-masa lajang kita dihadapan Tuhan
Apabila kita masih diijinkan Tuhan untuk menunggu pasangan hidup kita dariNya, maka didalam masa-masa yang demikian kitapun harus lebih memfokuskan diri bukan hanya mencari pasangan hidup itu sendiri, tapi mencari kehendak Tuhan didalam hidup kita. Apakah yang DIA ingin kita kerjakan selama masa-masa lajang kita?
2.Jangan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih tinggi sampai kita benar-benar siap untuk menikah
Memang umur sangatlah mengundang banyak permasalahan (terutama banyak para wanita),tapi biarlah kita tetap mendekatkan diri dengan Tuhan..mengambil keputusan yang benar-benar tepat apakah kita benar-benar sudah siap untuk menikah/tidak. Bukan karena masalah umur, tekanan keluarga, gunjingan sosial,dll...karena setelah pernikahan, tidak ada jalan untuk kembali lagi. Jadi pikirkanlah setiap pilihan yang ada dengan sebaik-baiknya bersama dengan pasangan kita.
3. Sebuah perkenalan bukan kencan; perkenalan=waktu bersama,kencan=pasangan (1 Tim. 5:1-2)
Tetap berikanlah waktu yang cukup untuk saling mengenal secara mendalam diantara kedua pribadi yang ada. Jadi bukan hanya waktu-waktu sebagai pasangan, dengan hanya kemesraan tanpa berpikir tentang arah tujuan dari hubungan yang terbentuk. Saat-saat perkenalan adalah saat-saat yang baik untuk lebih saling mengenal karakter, visi-misi dan kedewasaan satu dengan yang lainnya.
4. Jangan pernah melakukan hubungan yang lebih serius dengan orang yang tidak seiman (2 Cor. 6:14).
Sekali kita memberanikan diri untuk berhubungan dengan orang yang tidak seiman maka kitapun yang akan menganggung segala resiko yang ada. Sebuah perahu tidak mungkin dinahkodai oleh 2 pengemudi karena tidak jelaslah kemana perahu itu akan berjalan..demikian pula dengan sebuah kelurga, tidak mungkin dikendalikan oleh 2 orang dengan iman yang berbeda karena tidak jelaslah kemana keluarga tersebut akan dibawa kedepannya.
5. Jalinlah hubungan dengan 1 orang pada 1 waktu
Jika kita benar-benar serius dengan sebuah hubungan yang ada maka seharusnya kita mulai berpikir dan bertindak secara dewasa..1 orang pada 1 waktu, bukan berpacaran dengan banyak orang pada 1 waktu yang sama.
6. Pria berinisiatif, wanita yang merespon
Seorang pria hendaknya memiliki kedewasaan dan keberanian yang lebih daripada seorang wanita. Hai kaum pria lajang..mulailah berpikir dan membawa didalam pergumulanmu didalam doa. Apabila anda telah menemukan pasangan hidup sesuai dengan kehendakNya, mulailah memberanikan diri menyatakan perasaan anda. Jangan hanya diam menunggu pihak wanita dahulu yang menyatakan perasaannya kepada anda.
7. Pandanglah orang-orang yang ditempatkan Tuhan didepan anda (contoh: Boas & Ruth)
Mulai mencari dan mempergumulkan pasangan hidup dari orang-orang lajang yang terdekat dengan anda, yang bisa anda temukan didalam pelayanan, gereja dan persekutuan-persekutuan yang anda sedang ikuti. Terkadang Tuhan meletakkan pasangan hidup kita tak jauh dimana kita ditempatkanNya juga.
8. Hanya investasikan pada sebuah hubungan dimana kita tertarik secara keseluruhannya (baik fisik, mental, kerohanian, emosi, pelayanan-pelayanan)
Usahakan kita tidak menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan sebuah hubungan yang ada. Berikan waktu yang cukup untuk berdoa dan bergumul untuk mempersiapkan diri kita menjalin sebuah hubungan yang serius dengan seseorang. Jika kita sudah siap, barulah kita menginvestasikan pada sebuah hubungan yang serius dengan seseorang yang memang benar-benar sudah kita pergumulkan dan kita mengenalnya dengan cukup lama serta mendalam.
9. Jalinlah hubungan dengan orang yang memang sudah cocok dengan latar belakang keluarga
Perbedaan latar belakang keluarga memang bukanlah masalah yang terlalu serius apabila sudah seiman, namun tetaplah kita harus memohon hikmat dariNya. Jangan sampai karena gelora rasa suka maka persoalan perbedaan latar belakang keluarga justru menjadi batu sandungan bagi keluarga kita, sahabat kita / bahkan bagi orang-orang lain yang melihat hubungan kita. Pikirkan dan pergumulkanlah secara serius akan perbedaan yang ada supaya benar-benar Tuhan dipermuliakan didalam hubungan kita nantinya.
10. Jagailah hatimu (Amsal 4:23)
Jagailah hati dengan tetap menjaga hubungan dengan Tuhan sendiri. Tanpa Tuhan, tidaklah mungkin kita dapat menjaga hati kita. Biarlah DIA terus membantu kita untuk memurnikan hati, motivasi, dan kehendak kita sehingga apabila kita sudah memutuskan siap untuk menjalin hubungan dengan seseorang...semuanya berjalan sesuai dengan waktu dan kehendakNya bukan atas keinginan hati dan daging kita semata.
B. Pertanyaan-pertanyaan yang perlu direnungkan bagi pria yang ingin berpacaran secara kristiani
1.Apakah anda memandang wanita yang baik adalah seperti ibu tunggal(single-mother), pemalu, bercerai?
2. Apakah anda menghormati Tuhan, pasangan anda, keluarganya, teman-temannya, dll?
3. Apakah dia seorang wanita yang sederhana(1 Tim. 2:9)?
4. Apakah dia mau mengikuti kepemimpinan anda?
5. Apakah dia memiliki karakter yang mulia (Amsal 31)?
6. Dapatkah anda memberikan gaya hidup dia mengharapkan (1 Tim. 5:8)?
7. Apakah anda ingin anak anda menjadi seperti dia dan anak-anakmu menikah dengan orang seperti dia?
C. Pertanyaan-pertanyaan yang perlu direnungkan bagi wanita yang ingin berpacaran secara kristiani
1. Apakah anda ingin membantu dan mengkaitkan diri anda dengan hidupnya (Kej 2:18; 1 Kor 11:09.)?
2. Apakah dia cukup kuat untuk mampu bertahan di masa-masa yang sulit (2 Tim. 2:3)?
3. Apakah dia mampu mengambil tanggung jawab untuk anda dan anak-anak anda nantinya (1 Kor. 11:3)?
4. Apakah dia perhatian dan lembut dengan anda (1 Petrus 3:7)?
5. Apakah dia dapat menjadi ayah yang baik bagi anak-anak anda nantinya (Mazmur 127:3-5;. Ef 6:4)?
6. Apakah dia satu wanita untuk satu pria (1 Tim. 3:2), bukan seorang yang mata keranjang?
7. Bagaimana berharga keberadaan anda didalam hidupnya?
8. Apakah anda ingin anak anda menjadi seperti dia dan putri Anda menikah dengan orang seperti dia?
Semoga ringkasan singkat yang kami tangkap diatas dapat membantu sahabat-sahabat yang sedang bergumul mencari pasangan hidup ^^
Soli Deo Gloria,
David & veve ^^
Labels: Reflection
Jika kita berbicara mengenai seorang sahabat. Kita semua pasti ingin memiliki sahabat yang sejati. Seorang sahabat yang selalu ada disetiap waktu, selalu siap menopang dikala kita jatuh, memberi bantuan disaat-saat terdesak, menjadi tempat curhat dikala kita dalam masalah, keterbukaan yang besar,dll...banyak sekali kita mampu rincikan dari harapan kita akan seorang sahabat. Sebuah kebahagiaan terbesar jika kita memiliki seorang sahabat sejati didalam hidup ini, namun jika tidak ada seorang sahabat sejati..apakah kita terus menyesali diri dan menyesali keadaan kita?. Disaat kita merasa seorang diri, tanpa sahabat, disaat itulah kita harusnya mulai berpikir akan sebuah persahabatan yang dewasa. Bukan hanya merenung, merana akan keadaan diri dan kemudian mulai membandingkan diri dengan orang-orang lain yang memiliki sahabat sejati didalam hidup mereka. Hidup ini terlalu indah untuk tidak disyukuri hanya karena tak muncul sahabat sejati dalam hidup ini. Sahabat sejati hanya kita dapat temukan didalam pribadi Yesus Kristus karena DIAlah pribadi yang murni, tanpa cacat, setia serta mampu menawarkan persahabatan yang sejati.
Namun menemukan seorang sahabat sejati dilingkungan kita tidak selalu berbuahkan sesuatu yang indah karena kita tahu bahwa kita adalah manusia yang berdosa. Hubungan kitapun dengan orang lain kerap kali berjalan tidak seperti yang kita dambakan karena sahabat bisa berubah oleh karena banyak hal: waktu, jarak, dan keadaan.
Seorang yang pernah menjadi seorang sahabat sejati pada waktu kita kecil, belum tentu akan tetap memiliki hubungan yang erat dengan kita ketika kita dewasa. Apalagi jika pada akhirnya jarak memisahkan kita dengan sahabat kita, kita tak mampu lagi berhubungan akrab dengan sahabat kita. Serta keadaan yang mungkin berubah karena masing-masing dari kita dan sahabat kita sudah menikah/ membangun karir kita masing-masing. Lambat laun persahabatan tak jarang memudar dan hilang.
Pada artikel kita ingin membagikan pemikiran kita. Bagaimana kita bisa menjadi seorang sahabat sejati bagi orang lain melalui sebuah persahabatan yang dewasa. Menurut pendapat kami, menjadi seorang sahabat sejati tidak hanya karena kita dekat/berada dalam keadaan yang sama/pada waktu yang sama..namun dalam keadaan/waktu/jarak sejauh apapun kita tetap menjadi sahabat yang sejati.
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan didalam membangun sebuah persahabatan yang dewasa:
1. Meneladani pribadi Yesus Kristus
Kita tahu bahwa kita sebagai manusia yang masih hidup didalam daging sering kali jatuh didalam dosa. Dengan kemampuan kita, jelas kita tak akan bisa menghadirkan sebuah persahabatan yang sempurna. Tapi itu bukan berarti kita tidak bisa menjadi seorang sahabat yang sejati. Kita bisa meneladani pribadi Yesus Kristus (Yoh 15:12-13). Jika memang sahabat kita pada akhirnya bahkan tidak mau bersahabat lagi dengan kita, Kristuspun pernah mengalaminya ketika DIA ditaman Getzemani. Bagaimana murid-murid yang terdekat denganNya didapatinya tidur ketika Kristus meminta mereka berdoa untuk diriNya pada waktu DIA akan diserahkan untuk disalib. Kristus pernah juga disangkal oleh petrus karena ketakutannya untuk diserahkan kepada imam-imam kepala untuk diadili. Jadi apapun yang kita rasakan, luka sedalam apapun, kesedihan sebesar apapun...ingatlah bahwa Kristuspun sudah mengalaminya. Namun dalam kesegalanya, Kristus tidak pernah mengingat setiap pelanggaran akan murid-muridNya tersebut. Dengan penuh kasih dan pengampunan DIA menawarkan sebuah rekonsiliasi kepada sebuah bentuk persahabatan yang sempurna.
2. Berdoa
Apakah kita masih mau berdoa bagi sahabat kita?. Jika memang "dia" adalah sahabat sejati kita maka tidak peduli waktu/jarak/keadaan apapun..."dia" tetap ada didalam setiap doa-doa kita. Dengan kita dan sahabat kita saling mendoakan, maka kitapun bersama-sama bisa saling bertumbuh didalam DIA. Alangkah indah sebuah persahabatan yang membuahkan pertumbuhan yang semakin erat denganNya.
3. Berpikir terbuka
Kita sebaiknya mulai berpikir terbuka tentang sahabat kita. Jika kita memang mengasihi sahabat kita, maka kita tidaklah iri apabila sahabat kita menjalin persahatan dengan orang lain. Kita seharusnya bersyukur dan terus mendukungnya didalam persahatan yang baru karena kita juga tidak selamanya bisa terus berada didekatnya. Dengan berpikir terbuka maka kita akan medorong sahabat kita untuk maju, lebih mengenal orang lain,dan bertumbuh dengan komunitas yang baru.
4. Kejujuran
Kejujuran sangatlah penting karena tanpanya kita tidak dapat mengenal masing-masing pribadi dengan baik. Jujur bukan berarti mengatur dan mengatakan segala rahasia yang ada karena setiap manusia pasti memiliki batasan-batasan "rahasia-rahasia" pribadi yang tidak diketahui oleh siapapun "hanya dia dengan Tuhan yang tahu". Didalam keadaan seperti itu, seorang sahabat janganlah memaksakan tetapi marilah kita belajar menghormati "kerahasiaan" setiap pribadi. Tapi jujur untuk mau berbagi apa yang kita rasakan, pemikiran kita yang mungkin berbeda dan segala hal yang mengundang kesalahpahaman. Sehingga dengan kejujuran maka kita dalam saling bertumbuh satu dengan yang lainnya.
5. Kesetiaan
Kesetian akan menopang sebuah persahabatan bisa berjalan dengan baik. Kesetian disini bukan berarti mengikat bahwa seorang sahabat A hanya untuk sahabat B, si A tidak boleh bersahabat dg si C / si D/ si E,dll. Setiap orang tentu saja bebas untuk bersahabat dengan banyak orang, tapi seorang sahabat sejati mampu untuk tetap setia meski waktu/jarak/keadaan yang memisahkan. Setia untuk terus mendukung, menjadi tempat curhat, mendoakan, menjadi seorang penasehat dan menjaga rahasia satu sama lain.
6.Kebijaksanaan
Didalam Amsal 13:20 dikatakan: "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang". Dalam nas ini dengan jelas dikatakan bahwa kita harus berhati-hati didalam pergaulan kita. Kita bisa saja bersahabat dengan banyak orang, bahkan sahabat kitapun berhak memiliki banyak sahabat-sahabat yang lain. Akan tetapi sebagai sahabat sejati, kita juga memiliki tugas untuk lebih mengingatkan sahabat kita apabila mereka sudah mengarah pada persahabatan yang tidak baik dan buruk.
7. Menjadi sahabat seiman
Tidak harus dikatakan sebagai "belahan hati" baru itu yang dinamakan seorang sahabat yang sejati. Tapi lebih dari itu, mampukah kita mengukuhkan "sehabat" kita untuk lebih meningkatkan kehidupan imannya dan pengenalannya akan Kristus.
Jadi sahabat-sahabat sekalian...mungkin ada dari antara kita belum menemukan seorang sahabat sejati. Janganlah keadaan yang ada menghancurkan hidup kita karena kita merasakan kesepian olehnya. Kristuslah sahabat sejati yang benar-benar adalah seorang sahabat sejati. Tidak ada didunia ini yang menawarkan sebuah persahatan yang sejati lebih dari pribadi seorang Kristus. Jadi, jika kita belum memiliki sahabat sejati..maukah dari diri kita sendiri menjadi seorang sahabat sejati bagi orang lain disekitar kita dengan meneladani Kristus sendiri??
"A friend loves at all times,and a brother is born for a time of adversity"-Proverbs17:17/NIV
Labels: Reflection

Labels: Reflection
Pada era kemajuan yang semakin pesat ini, dimana emansipasi wanita begitu meningkat. Tak jarang kadang kita sebagai wanita kristiani, kita lupa akan keinginan Tuhan mengapa kita diciptakan didunia ini. Sayapun teringat kembali akan salah satu pesan Tuhan mengapa saya diciptakan sebagai seorang wanita. Bukanlah suatu kebetulan saya diciptakan sebagai seorang wanita, ada keinginan Tuhan yang harus saya lakukan.
Ketika saya merenungkan mazmur 144:12..saya diingatkanNya bahwa salah satu keinginan Tuhan itu adalah kita "kaum wanita" diharapkanNya menjadi tiang-tiang penjuru/didalam KJV "King James Version" dikatakan bahwa "our daughters as corner stones". Pesan ini sangatlah jelas bagi saya, bahwa tugas panggilan kita sebagai wanita bukanlah sebuah tugas yang biasa-biasa saja. Kita sebagai wanita, baik sudah menikah/belum menikah, kita dipanggil untuk menjalakan tugas kita itu didalam hidup kita.
Saya lebih jelas mengambil pesan dari KJV bahwa anak-anak perempuan sebagai "corner stones". Konsep mengenai "cornerstone/landasan" atau "foundation stone/batu pondasi" adalah sebuah konsep yang berasal dari batu pertama ditetapkan dalam pembangunan pondasi batu, penting karena semua batu-batu lain akan ditetapkan mengacu pada batu ini, sehingga menentukan posisi seluruh struktur(http://en.wikipedia.org/wiki/Cornerstone)
Didalam mazmur 144:12 memang dijelaskan apakah bagaimana peran pria dan wanita, namun saya akan mengambil dari sisi seorang wanita saja. Didalam ayat tersebut sangat menegur saya dalam 2 hal:
1. Tiang-tiang penjuru
Kita diharapkanNya menjadi tiang-tiang penjuru/landasan/pondasi batu. Dimana kita diletakkan pertama didalam pembangunan pondasi batu yang menentukan posisi seluruh struktur bangunan. Jadi dimanapun kita diletakkan, hendaknya kita menjaga hati, pikiran dan kehendak kita tertuju kepadaNya supaya kita dapat membangun siapapun disekitar kita dan orang-orang di sekitar kita kearah yang berkenan padaNya.
a. Apabila kita sebagai seorang istri:
- Kita belajar untuk terus menjadi penolong yang setia bagi suami kita. Menjadi seorang penolong hanyalah membantu memberi masukkan, tapi tetap kita harus tunduk kepada suami kita sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus yang adalah kepala dari jemaat.
- Menolong dan mendidik anak-anak kita untuk mengenal Kristus dan bertumbuh didalam Kristus. Saya menyadari dengan benar bahwa tugas ini tentu saja bukanlah hal yang ringan (meskipun saya belum diberi kesempatan untuk memiliki seorang anak),namun sayapun bisa merasakan beratnya tugas ini. Kita harus menyelesaikan panggilan kita sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anak kita. Sebagai seorang ibu yang dapat menghasilkan generasi mendatang yang mempermuliakan namaNya.
b. Bagi para wanita yang lajang:
- Kita harus terus belajar memberi yang terbaik didalam setiap tanggung jawab yang kita emban. Saya percaya bahwa Tuhan mempunyai rencana meletakkan sahabat-sahabat sekalian ditempat yang ada sekarang. Bukanlah sesuatu ketidaksengajaan sahabat-sahabat boleh mengemban tanggung jawab yang ada. Tapi biarlah sahabat-sahabat bisa menjadi acuan bagi orang-orang disekitar yang akan semakin bertumbuh mengenal Kristus melalui keberadaan sahabat-sahabat sekalian.
- Belajar terus bersyukur didalam segalanya karena baik lajang/menikah kita dipanggil secara bersama-sama untuk mempersiapkan diri menjadi mempelai bagiNya. Mempersiapkan diri didalam setiap keberadaan kita untuk menjadi acuan untuk membangun orang-orang disekitar kita.
2.Yang dipahat untuk bangunan istana
Keberadaan kita adalah indah karena kita diharapkanNya dipahat untuk sebuah bangunan istana, bukan rumah yang biasa-biasa saja. Sebuah bangunan yang dihuni oleh para raja, yang mencerminkan kemegahan, kekuatan dan kemewahan. Jika kita tidak memahami keberadaan diri kita, padahal semua tiang mengacu pada kita...jangan-jangan kita membawa kehancuran pada keseluruhan istana yang ada. Jadi jangan pernah remehkan tugas dan panggilan kita sebagai seorang wanita selama kita hidup didunia ini.
Karena semua batu-batu lain akan ditetapkan mengacu pada batu/tiang penjuru, sehingga menentukan posisi seluruh struktur..kemudian bagaimana kita bisa menjalankan panggilan kita sebagai tiang-tiang penjuru yang dipahat untuk bangunan istana?
a. Tetap melekat padaNya
Melekat pada Tuhan adalah yang terpenting untuk kita tahu keberadaan diri kita yang sebenarnya. Jika kita tidak tahu apakah tugas dan panggilan kita, bagaimanakah kita bisa membangun orang lain melalui diri kita?. Tuhan sendirilah batu penjuru didalam hidup kita, jika kita tidak melekat pada pusat/central dalam hidup ini..bagaimana kita bisa menjalankan peran kita sebagai tiang penjuru?. Dengan melekat padaNya, DIA akan selalu mengubahkan kita menjadi semakin indah dan berkenan padaNya. Tuhan yang menciptakan kita,DIA tahu benar siapa kita dan apakah kita. Begitu kita melekat denganNya..DIA akan terus membuat kita menjadi tiang-tiang penjuru yang dapat dipakaiNya. Bangun hubungan dengan DIA, terus berproses dan melekat padaNya..maka sayapun percaya DIA bisa menggunakan kita apapun kekurangan/kelemahan/ketakutan yang kita miliki.
b. Taat pada firmanNya
Dengan kita mentaati firmanNya maka kita bisa memperbaiki hidup kita sehingga ketika semua tiang mengacu pada kita, tiang-tiang tersebut mengacu pada arah yang benar. FirmanNya yang akan terus membangun kita dan mengevaluasi hidup kita setiap hari. FirmanNya akan membimbing kita untuk menjalankan hidup sesuai dengan kehendakNya.
Tuhan mau memakai keberadaan kita sebagai seorang wanita, apapun keadaan kita. Tuhan tidak pernah membeda-bedakan setiap kita. Jangan mempersalahkan apa yang ada diluar kita, keadaan kita..tapi bagaimana hati kita?, apakah kita mau menerima dan menjalankan setiap keinginan Tuhan akan kita sebagai seorang wanita yang membahagiakan DIA.
"Built upon the foundation of the apostles and prophets, Jesus Christ himself being the chief corner stone"
Labels: Reflection
"Tuhan, bantu aku...aku sudah terhimpit. Aku benar-benar membutuhkan pekerjaan ini karena orang tuaku sudah tua dan mereka tidak dapat bekerja lagi. Aku hanya memiliki sedikit uang yang terkumpul, namun uang ini hanya cukup untuk 2 bulan bagi aku dan keluargaku makan...selanjutnya, aku tidak tahu lagi harus bagaimana Tuhan??", inilah doa dari seorang samuel.
Samuel adalah seorang pemuda yang cinta Tuhan dan keluarganya. Dia mungkin tergolong pemuda yang tidak terlalu tampan, namun baik hati dan suka menolong teman-temannya..dalam apapun masalah yang mereka hadapi. Samuel juga tidak tergolong seorang yang terlalu pintar/genius, dia lulus dari sebuah perguruan tinggi dengan nilai yang menengah. Dan berbekal ijasah S1nya dia berusaha mencari pekerjaan semampunya. Samuel sudah mulai belajar bekerja ketika dia masih di perguruan tinggi, dia bekerja sebagai part-time disebuah restaurant didekat kampusnya. Memang penghasilan yang dia dapatkan tidak terlalu banyak, tapi lumayan sedikit membantu meringankan beban orang tuanya untuk membiayainya kuliahnya.
Samuel sendiri adalah anak pertama dari 3 bersaudara, dia masih memiliki 2 adik laki-laki yang masih kecil-kecil usianya. Samuel berasal dari sebuah keluarga yang cukup mampu. Namun,setelah samuel lulus dari perguruan tinggi, keluarganya mengalami kejatuhan dalam perekonomian. Kejatuhan tersebut mengubah keluarga samuel seluruhnya. Perusahaan kecil yang dikelola ayahnyapun sampai bangkrut dan hutangpun banyak yang harus ditanggung oleh samuel dan keluarganya. Untuk melunasi hutang-hutang tersebut, samuel dan keluarga rela untuk menjual rumahnya. Mereka terpaksa harus menyewa rumah kecil, mereka tidak mampu membeli rumah yang baru. Ayah dan ibunyapun sudah cukup tua, mereka tidak dapat bekerja lagi. Disamping itu, merekapun tidak memiliki banyak tabungan karena sudah banyak uang mereka terkuras untuk membayar hutang-hutang yang ada. Samuelpun juga tidak memiliki banyak uang, dia hanya bekerja sebagai pekerja part-time disebuah restaurant yang tidak terlalu terkenal di kota itu.
Keadaanpun semakin sulit ketika akhirnya samuel tidak dapat bekerja part-time lagi di restaurant tersebut. Restaurant tersebut tiba-tiba ditutup oleh si pemiliknya karena dirasa tidak terlalu banyak menghasilkan keuntungan. Samuel sudah menabung, dia sudah berhemat selama ini, namun tabungannya mungkin hanya bisa memberi makan samuel dan keluarganya selama 2 bulan ke depan. Samuelpun mulai mencari-cari pekerjaan di kota itu dengan berbekal ijazah S1 dan nilai yang pas-pasan tersebut.
Dalam keadaan tersebut, samuel tetap giat dalam pelayanan di gereja. Melalui pelayanan dia mengenal banyak orang, samuelpun berusaha meminta bantuan kepada setiap orang di gerejanya untuk membantunya mencarikan pekerjaan. Samuel banyak menitipkan banyak CV lamaran pekerjaan kepada rekan-rekan sepelayanannya. Termasuk kepada Andri yang adalah teman akrabnya. Andri bekerja disebuah perusahaan kayu. Samuelpun mengincar posisi sebagai mandor angkut barang didalam perusahaan tersebut. Dan karena mereka sudah bersahabat sangat lama, bahkan melakukan pelayanan bersama-sama mulai sejak dari mereka SLTP sampai dengan kuliah, maka andripun berjanji akan membantu samuel. Samuelpun menaruh harapan yang besar kepada andri.
"Tuhan, biarlah CV lamaran pekerjaan yang kukirimkan melalui andri bisa berhasil. Biarlah aku mendapatkan pekerjaan itu Tuhanku yang baik", doa samuel.
Samuel terus berdoa demikian selama hampir 1 bulan. Setiap minggu ketika ke gereja, setiap kali bertemu dengan andri..samuelpun begitu anthusias untuk menanyakan bagaimana kabar CV lamaran pekerjaan yang sudah dia titipkan?, kapan saya akan dipanggil untuk wawancara?, apakah pekerjaan tersebut sudah terisi orang lain?..itulah sederet pertanyaan yang selalu samuel tanyakan setiap kali bertemu dengan Andri. Andripun selalu menjawab semua pertanyaan dan kegalauan samuel dengan senyum dan seakaan semuanya baik-baik saja. Bertambah besarlah harapan samuel bahwa CV lamaran pekerjaan tersebut pasti baik-baik. Bertambah kencanglah doa-doa yang disampaikan supaya Tuhan merestuinya untuk mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan.
Sampai 1.5 bulanpun berlalu, tiba-tiba andri tidak lagi terlihat digereja tersebut. Samuelpun mulai bertambah gelisah. Banyak surat lamaran yang sudah dikirimkan,namun tidak ada yang respon sama sekali. Tidak ada satupun perusahaan yang memanggilnya, sedangkan uang yang dimiliki samuelpun semakin menipis. Andri yang adalah seorang sahabat terbaiknyapun tiba-tiba meninggalkannya. Dan bahkan ketika samuel berusaha menelepon andri, andripun sering menutup teleponnya tiba-tiba/ bahkan andri pernah berkata "siapa ini?, aku tidak mengenalmu". Betapa samuel bertambah sakit hati dan kegelisahan didalam hatinya.
Samuel terus berdoa dan menangis kepada Tuhan karena dia bingung akan apa yang terjadi ke depannya. Samuel semakin bingung karena tinggal 15 hari kedepan ..kemudian entah bagaimana dia dapat membeli bahan-bahan makanan untuk keluarganya. Uang tabungannya semakin menipis. Dalam doa-doanya, seakan Tuhan tidak merespon dan tidak menjawabnya.
15 haripun berlalu, bahkan 1 bulanpun berlalu. Namun Tuhan tetap memelihara samuel dan keluarganya dengan ajaib. Ada saja entah orang-orang dari gereja/tetangganya yang mengirimkan beras/makanan ke rumah samuel. Bahkan sampai akhirnya dengan doa dan penantian yang lama, samuelpun hampir merasa putus asa dengan keadaan yang ada. Disaat detik-detik terakhir samuel sudah tidak sanggup lagi, Tuhan mulai turun tangan secara ajaib.
Tanpa disangka ketika samuel pergi ke gereja seperti biasanya, samuel berkenalan dengan seorang kaya yang memiliki perusahan sepatu terkenal dikota itu. Ternyata seorang kaya ini sudah mengamati samuel selama ini. Mengamati samuel dalam segala hal, termasuk dalam setiap pelayanannya. Bagaimana samuel tetap begitu setia dengan tugas dan pelayanannya, selalu berintergritas meskipun keadaannya begitu terpuruk, bahkan bagaimana samuel masih suka membantu teman-temannya meskipun dia sendiri tidak mampu.
Akhirnya orang kaya ini memberi kepercayaan kepada samuel untuk bekerja didalam perusahaan miliknya. Pertama-tama samuel diletakkan sebagai seorang junior marketing. Samuel bekerja dengan keras dan gigih...dan alhasil setelah 3 bulan dia bekerja, pekerjaan samuelpun sangat memuaskan atasannya. Bahkan samuel bisa menghasilkan keuntungan yang melampaui target yang diberikan. Melihat perkembangan samuel yang begitu pesatnya,samuel akhirnya langsung diangkat dan dipercayakan jabatan yang lebih tinggi yaitu menjadi seorang kepala cabang oleh atasannya.
2 bulan adalah waktu yang lama...apalagi 3 bulan menjadi teramat lama, bagai 100 tahun apabila kita dalam kondisi terdesak. Doa-doa panjang yang dipanjatkanpun terasa hampir hampa, putus asapun datang dan mulailah berpikir untuk mempertanyakan mengapa Tuhan tidak segera memenuhi jawaban doa kita. Namun jika kita melihat cerita diatas kita tahu dengan benar bahwa waktuNya adalah sempurna. Tuhan begitu sangat amat baik kepada samuel, Tuhan tetap bersabar kepada samuel yang sudah tidak mampu lagi bersabar menunggu. Jika samuel bekerja di perusahaan kayu maka dia hanya menjadi seorang mandor angkut. Namun karena Tuhan terlampau baik padaNya, Tuhan menyediakan yang lebih baik bagi samuel. Melalui waktu yang sempit Tuhan memproses samuel sehingga akhirnya samuel bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik bahkan posisi yang jauh lebih tinggi dan gaji yang lebih besar. Jika Tuhan bertindak, maka segala anugrah tercurah melimpah luar biasa..bahkan diluar yang kita harapkan dan pikirkan.
Apabila Tuhan tidak memberikan "apa yang menurut kita butuhkan", mungkin mengandung 2 arti:
1. Memberi waktu evaluasi bagi diri kita.
Jadi mungkin perlu bagi kita untuk meluangkan waktu bersekutu dan mengevaluasi diri kita. Mencari tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan sehingga kita diberi kemampuan olehNya untuk mengerti mengapa DIA tidak segera menjawab doa-doa kita. Jika memang ada kesalahan yang kita lakukan, maka perlunya pemberesan secepatnya agar hati kita bersih dalam menyampaikan doa-doa kita dan berkenan dihadapanNya.
2. RencanaNya sempurna. Tuhan menunggu saat yang tepat (menurut waktuNya) meskipun serasa menahan "sesuatu hal tersebut".
Menunggu bukan berarti tidak menjawab..tapi mungkin juga setelah masa penantian tersebut, Tuhan justru akan melipat gandakan berkatNya. Kita percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Jadi tetap belajar untuk berharap apapun yang kita perlukan, DIA punya sejuta cara untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika kita harus menunggu, itu semua yang terbaik yang direncanakanNya bagi hidup kita. Dan kitapun terus diprosesNya untuk tidak akan mengeluh pada setiap masa penantian yang kita hadapi karena kita punya jaminan yaitu aman ditanganNya. Masa depan kita indah didalam genggamanNya.
Be joyful in hope, patient in affliction, faithful in prayer (Romans12:12/NIV)
Labels: Reflection
Dewasa ini jalinan pertemanan lewat fasilitas online telah menjamur dan menjadi bagian hidup generasi muda. Pada kenyataannya sebagian besar teman yang mengelilingi kita adalah teman yang hadir secara online. Tidak jarang, karena keterbatasan waktu, ada orang yang memilih untuk memasuki proses perjodohan lewat online pula. Bagaimanakah kita harus menyikapinya? Berikut akan diulas dampak positif dan negatif persahabatan lewat online.
By : Pdt. Dr. Paul Gunadi (www.Telaga.org)
Fasilitas online telah membuka pintu perkenalan lebar-lebar. Dewasa ini jarak tidak lagi menjadi rintangan untuk berkenalan dan berteman dengan seseorang. Dengan menyatunya bahasa komunikasi dunia-Inggris-maka makin mudahlah kita berinteraksi dengan orang dari belahan dunia mana pun. Lewat sahabat baru ini kita dapat mengenal budaya dan kehidupan manusia di tempat asalnya dan sudah tentu, semua ini akan memperkaya pengenalan kita akan dunia.
Kendati fasilitas online membuka pintu perkenalan, ia tidak dapat membuka pintu persahabatan. Cara terbaik membangun persahabatan-perkenalan yang mendalam-adalah lewat perjumpaan tatap muka. Tidak ada yang dapat menggantikan interaksi langsung untuk mengenal seseorang. Jadi, silakan memulai perkenalan lewat online namun jangan mengambil keputusan penting menyangkut hidup-seperti pernikahan-lewat online. Ingat, kita harus hidup bersamanya di dalam dunia nyata, bukan di dunia maya. Jadi, pastikan bahwa kita mengenalnya secara langsung untuk suatu kurun yang panjang.
Setelah kita menjalin persahabatan, silakan memanfaatkan fasilitas online untuk memelihara jalinan persahabatan. Jadi, lewat fasilitas online kita dapat terus berkomunikasi dengan sahabat dan sanak keluarga sehingga kita dapat tetap mengikuti perkembangan hidupnya.
Fasilitas seperti facebook membuka pintu untuk berkenalan dengan begitu banyak orang, baik yang telah kita kenal maupun belum kita kenal. Selalu gunakan prinsip kehati-hatian. Teman yang pernah kita kenal semasa SD telah menjadi dewasa dan kita tidak mengenalnya pada masa perkembangannya. Kita tidak tahu apakah ia telah menjadi orang yang baik atau orang yang jahat. Jadi, jangan berpandangan naïf bahwa oleh karena ia adalah teman semasa SD maka ia pastilah baik seperti dulu.
Mengembalikan pertemanan semasa kecil sudah tentu menyenangkan dan dapat mengembalikan pula cinta monyet yang pernah dialami. Berhati-hatilah agar kita tidak bertindak ceroboh dan membuka pintu dosa. Jangan bermimpi bahwa orang yang pernah kita sukai dulu adalah pasangan yang cocok untuk kita sekarang. Semua perkenalan mesti diuji lewat interaksi mendalam dan waktu yang panjang. Sudah tentu kita pun harus membatasi pertemanan apabila sekarang kita sudah menikah. Jangan melewati batas dan akhirnya jatuh ke dalam dosa perzinahan.
Kadang kita cepat percaya kepada teman lama dan mulai curhat masalah pribadi kepadanya lewat online. Berhati-hatilah sebab kenyataan ia adalah teman lama tidak menjadikannya orang yang tepat untuk kita curhat. Jangan sampai ia memanfaatkan situasi sulit yang tengah kita alami dan mengeruk keuntungan dari diri kita. Ada suami dan juga istri yang jatuh ke dalam dosa akibat curhat berlebihan lewat online.
Terakhir, ingatlah bahwa semua ini adalah sarana menjalin komunikasi. Jangan menjadi budak teknologi komunikasi. Jangan merasa berkewajiban harus menjawab saat itu juga. Jangan mengorbankan waktu dengan orang dekat terutama keluarga gara-gara terobsesi dengan komunikasi canggih ini. Firman Tuhan mengingatkan, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati yang bijaksana" (Mazmur 90:12). Kita mesti menggunakan waktu dengan bijak sehingga waktu tidak terbuang dengan percuma. Ingat, yang riil adalah orang di sekitar kita, bukan orang yang berada di layar ponsel.
By : Pdt. Dr. Paul Gunadi (www.Telaga.org)
Note: Semoga pembahasan dari Pdt.Dr.Paul Gunadi diatas dapat berguna bagi sahabat-sahabat yang mungkin sedang bergumul didalam permasalahan yang sama.
Labels: Reflection
Hari Natal adalah hari yang ditunggu oleh semua orang. Anak-anak kecil menunggu hadiah dari oragtua mereka,suami menunggu sebuah kejutan dari istrinya..demikian pula sebaliknya. Semua orang saling berbagi kasih sayang melalui pemberian hadiah/kejutan spesial kepada orang-orang yang mereka sayangi pada hari natal.
Demikian pula Bill dan Anna..mereka adalah sepasang suami istri yang tinggal disebuah kota kecil. Penghasilan Bill tidaklah banyak karena Bill hanya bekerja sebagai guru sekolah dasar di kota tersebut, sedangkan Anna hanyalah seorang ibu rumah tangga. Anna biasanya menabung juga apabila ada sisa dari uang kembalian setelah dia berbelanja untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Namun dalam keadaan mereka yang tidak terlalu berlebih tersebut, mereka tetap membiasakan diri dengan saling memberi hadiah pada saat Natal.
Jika dilihat harta tersebesar yang masih dimiliki Bill adalah sebuah jam tangan antik milik kakeknya. Bill menyimpannya dengan sempurna, dan setiap hari tak lupa dia membersihkan jam tersebut. Jam tersebut memang tua, bahkan rantainyapun terlihat putus...namun membawa banyak kenangan indah antara Bill dan kakeknya sehingga Bill selalu menyimpan jam tersebut dengan hati-hati.
Sedangkan harta terbesar milik Anna adalah rambutnya yang panjang dan tergerai sangat indah. Billpun tahu betapa Anna sangat menyayangi rambutnya selayaknya dia begitu menyayangi jam antik miliknya.
Esok hari adalah tanggal 24 desember, Bill dan Annapun mulai berpikir keras akan hadiah apa yang akan mereka belikan sebagai kejutan terindah untuk satu sama lain. Mereka biasanya saling memberikan kejutan pada saat malam natal sambil menikmati hidangan santap malam yang lezat dan mengucapkan syukur atas 1 tahun yang boleh mereka nikmati bersama.
Pagi tanggal 24 itu terlihat Anna dengan sukacita mengeluarkan celengan yang dia punya..dia mengeluarkan semua uang receh yang ada celengannya,tapi ternyata hanya ada $1.87. Anna berpikir dengan keras..apa yang dapat dia belikan untuk Bill suaminya tersayang hanya dengan $1.87??.
Dengan berbekal $1.87 pergilah Anna ke kota sembari membeli persiapan makan malam, diapun mulai berusaha mengintip disetiap etalase untuk melihat adakah seutas rantai jam yang murah namun bagus mutunya. Yah!! tentu saja dengan $1.87, Anna tidak mendapatkan seutas rantai jam yang dia inginkan. Akhirnya setelah sekian lama dia berlajan, dia menemukan semua salon terbuka dan bertuliskan "Anda ingin menjual rambut??..Kami solusinya!!". Dengan tulisan itupun, Anna tanpa berpikir panjang segera masuk ke salon tersebut...
"Pak, saya ingin menjual rambut saya...berapa anda bisa membayarnya?",tanya Anna kepada seorang bapak tua yang bekerja disalon tersebut.
"Rambut anda sehat dan bagus sekali, kami bisa membayarnya seharga $20 dollar untuk 40cm..bagaimana?,apakah anda setuju??, balasan dari bapak tua tersebut.
"Tidak bisakah dibayar dengan harga yang lebih tinggi Pak?, saya mohon", kata Anna dengan memelas.
"Maaf Bu..saya tidak bisa...itu adalah harga tertinggi yang dapat saya berikan", tanda pak tua tersebut.
"Baiklah kalo begitu, saya setuju sajalah", kata Anna dengan tanpa berpikir panjang lagi.
Setelah rambutnya terpotong, Annapun mendapatkan $20..Anna sangat senang sekali, meskipun sekarang rambutnya pendek namun sebuah kejutan yang indah yang akan diberikan kepada suaminya tersebut menghilangkan segala kesedihan hatinya akan rambut kesayangannya tersebut.
Annapun terus melanjutkan perjalanannya menyusuri pusat perbelanjaan yang ada dikota tersebut. Anna kembali melihat dari setiap etalase yang ada untuk mencari seutas rantai jam. Sampai pada akhirnya, ada sebuah toko yang menjual semua pernak-pernik jam tangan..dan disanalah Anna menemukan seutas rantai jam yang sangat menawan..namun harganya $21. Anna berusaha menawar kepada penjual jam tersebut, namun si penjual tidak bisa menurunkan harganya. Akhirnya Anna membayar seutas rantai jam tersebut seharga $21 ($20 dari hasil menjual rmabutnya, dan $1 dari uang tabungannya yang dia simpan selama ini). Anna pulang hanya berbekal 87 cent dikantong. Dengan berjalan kaki sambil berjalan pulang, Anna merasa sangat bahagia sekali.
Sesampainya dirumah, Annapun lekas-lekas masak dan menata semua hidangan untuk makan malam. Selagi menunggu Bill yang sedang keluar untuk membeli pohon natal yang akan dipasang didekat perapian dirumah mereka. Annapun lekas-lekas merapikan rambutnya yang sudah pendek tersebut.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi bel pintu..Annapun lekas berlari membukakan pintu tersebut. Anna melihat Bill didepan pintu dengan membawa hadiah ditangannya. Bill melihat Anna dengan pandangan berbinar dan terkejut.
"Bill, bagaimana dengan pohon natalnya sayang?, apakah kamu sudah menemukannya", kata Anna sambil menarik Bill masuk kedalam rumah.
"Sudah sayang..aku sudah meletakkannya di garasi. Nanti akan kuambil setelah kita makan malam kemudian kita bisa menghiasinya bersama-sama", kata Bill dengan melihat Anna tak tergeming.
"Ada apa denganmu sayang?, mengapa kamu melihatku dengan aneh?, apakah semuanya baik-baik saja sayang?", tanya Anna dengan mengerakkan tangannya didepan wajah Bill.
"Iya, semuanya baik-baik saja sayang...jangan kawatir", jawab Bill. "Tapi...apa yang terjadi dengan rambutmu sayang?, tanya Bill dengan penuh pertanyaan.
"Oh ini, tidak apa-apa sayang..aku akan menjelaskannya nanti", kata Anna santai sembari mengandeng Bill ke ruang tamu.
"Ayo kita duduk sayang", ajakan Anna kepada Bill.
"Bill, ini adalah hadiah dariku untukmu sayang..selamat hari natal", Anna memberikan hadiah tersebut dengan sukacita sembari mencium pipi Bill.
"Terima kasih sayangku",jawab Bill. Billpun membuka hadiahnya. Bill terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Kenapa sayang?, apa kamu tidak menyukai hadiah yang kuberikan?", tanya Anna kepada suaminya.
"Aku membelikan seutas rantai jam itu supaya kamu bisa mengunakan jam tangan antik kesayanganmu lagi. Sudah sekian lama kamu meletakkannya di kamar karena rantaipun putus dan usang..dan sekarang aku sudah membelikannya kembali sayang", penjelasan Anna dengan senyum mesranya.
"Sayang...kamu jangan berpikir yang macam-macam tentang bagaimana aku mendapatkan seutas rantai tersebut. Aku memang tidak memiliki banyak uang, aku menabungpun hanya mendapat $1.87, maka ketika tadi pagi aku berjalan menyusur dipusat kota dan aku melihat ada sebuah salon yang mau membeli rambut...akupun memutuskan untuk menjual rambutku supaya bisa membeli seutas rantai tersebut", penjelasan Anna kepada Bill suaminya.
"Jangan kawatir sayang, aku memang sangat menyayangi rambutku tetapi aku terlebih menyayangimu daripada rambutku ini...nanti rambutku pasti tumbuh panjang lama", Anna berkata sambil memeluk dan mencium suaminya.
"Iya, sayang", Billpun tak kuasa sambil mencium istrinya itu.
"Ini, hadiah untukmu sayang..semoga kamu menyukainya", Bill memberikan hadiah tersebuh kepada Anna.
"Terima kasih sayang", Annapun terlihat begitu bertanya-tanya akan hadiah apa yang diberi suaminya tersebut. Anna lekas-lekas membuka hadiahnya itu. Dan ternyata yang dilihat adalah sebuah sisir yang berlapis perak sangat indah sekali. Sisir yang sudah lama diidam-idamkan oleh Anna untuk menyisir rambutnya yang tergerai panjang dan indah itu.
"Sayang, sisir ini sangat mahal?, ta..ta..tapi..darimana kamu bisa membelinya?", tanya Anna dengan terkejut kepada suaminya.
"Tenang sayangku. Semalam aku berpikir keras akan hadiah apa yang akan aku berikan kepadamu. Kemudian aku teringat akan sebuah sisir yang sudah lama kamu inginkan tersebut. Memang harganya cukup mahal, dan karena aku tidak mempunyai cukup banyak uang untuk membelinya..maka aku memutuskan untuk menjual jam antikku itu untuk membali sisirmu", Bill penjelaskan sambil memeluk istrinya tersebut.
"Ehmm...mungkin kita dapat menyimpan hadiah kita untuk sementara waktu sayang", Billpun berbicara sambil memeluk dan mencium istrinya tersebut.
Betapa indah sebuah kasih yang bukan hanya memberi, namun maukah kita berkorban bagi orang lain..terutama bagi orang-orang yang kita sayangi.
Ilustrasi diatas sejenak mengingatkan kami akan kasih Kristus kepada kita. Bagaimana Kristus sudah mengorbankan segalanya bahkan diriNya sendiri bagi orang-orang yang berdosa seperti kita. Bagi Kristus, kasih adalah sebuah motivasi, bukan sebuah tugas. Kalau kita mengevaluasi sejenak, apakah kita sudah mengasihi pasangan kita hanya sebagai sebuah tugas/dengan sebuah motivasi yang tulus?. Kamipun terus belajar untuk mengasihi satu sama lain, bagaimana "memberi diri kita seutuhnya" kepada satu sama lain diantara kami. Dengan motivasi yang tulus maka kita tidak akan perhitungan untuk berkorban bagi orang-orang disekitar kita yang kita sayangi.
Mungkin kita bisa mengingat kembali akan pesanNya melalui rasul paulus didalam Ef5:1-2 "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah". Dengan mengetahui betapa DIA sudah sangat mengasihi kita dengan kasihNya yang sempurna maka akan memberi kita motivasi yang tulus dalam mengasihi sesama kita/keluarga kita/pasangan kita/siapapun yang ada disekita kita.
Love & sacrifice go hand in hand for each other
Labels: Reflection
Ketika melihat berita di CNN, kami mengetahui bahwa Civet Coffee/Kopi Luwak dikenal sebagai kopi termahal didunia. Kopi ini mencapai USD100 per 450 gram. Kopi luwak sendiri menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak(/dikenal musang kelapa).
Menurut data dari wikipedia/google, kami mendapatkan informasi bahwa luwak sendiri adalah sejenis binatang yang hidup di Jawa/Sumatera. Luwak sendiri gemar mencari dan memakan buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk kopi sebagai makanannya. Luwak memiliki kemampuan untuk memilih buah kopi yang terbaik dan betul-betul masak. Akan tetapi luwak hanya mampu mencerna daging buah kopi, sedangkan kulit ari dan biji kopinya sendiri masih utuh dan tidak tercerna.
Biji kopi yang tak tercerna tersebut akan keluar bersama dengan kotoran luwak. Biji kopi tersebutlah yang kemudian dicari oleh para petani kopi untuk dipungut, dicuci, disangrai, ditumbuk dan apabila diseduh dengan air panas...maka memiliki aroma dan rasa spesial bagi para penggemar dan penikmat kopi. Sehingga harganya sangat amat mahal sekali.
Dari cerita singkat mengenai kopi luwak tersebut, kami melihat betapa hebatnya binatang luwak mampu memilah kopi-kopi yang terbaik diantara yang kurang baik. Sesaat kemudian kami merenungkan bahwa kitapun sebenarnya juga telah dipilihNya dengan luar biasa. Dipilih dari jutaan bahkan ratusan juta manusia didunia ini. Kita yang telah dipilihNya, bukan kita yang memilih Tuhan, terlepas dari keadaan kita sekarang baik kita kotor, penuh dengan dosa, penuh dengan cela dan bahkan sering mendukakan hatiNya. Namun karena anugerahNya kita dimampukanNya untuk mengenalNya dan percaya padaNya. Jadi....betapa berbahagianya kita seharusnya karena kita dipilihNya.
Dan apabila seperti halnya biji-biji kopi tersebut harus dimakan oleh luwak, difermentasi sedemikian rupa, bahkan akhirnya sampai harus dibuang dalam bentuk kotoran..betapa bentuk yang paling hina. Namun dari kotoran tersebut, dicuci dan dibersihkan sehingga pada akhirnya bisa menjadi biji-biji kopi pilihan. Mungkin hal tersebut tak jauh berbeda dengan keberadaan kita didunia ini. Kita yang sudah dipilihNya, namun masih harus ditempa dengan berbagai macam hal yang terjadi..diproses dengan banyak hal yang membuat kita bahkan tidak sanggup lagi dan ingin menyerah menjalani hidup ini. Bahkan mungkin pada akhirnya kita dihina/diolok-olok karena menjadi pengikutNya dan tetap berpegang teguh dalam iman kita...kita mengalami cercaan dan dihina karena iman kita...namun itulah mungkin cara Tuhan memproses kita. Bahkan kitapun dibuang dengan kotornya, dan itulah caraNya menyaring anak-anakNya. DIA mencari anak-anak unggulanNya diantara sekian banyak anak-anakNya didunia ini. Karena ketika semua proses sudah selesai, akan muncul anak-anakNya pilihanNya...DIA kemudian akan membersihkan kita, memberi kita jubahNya, merangkul kita, menyambut kita, memberi kita hadiah bahkan tempat khusus didalam hatiNya.
Jadi marilah kita tetap belajar untuk bersyukur melalui setiap hari-hari kita dan setiap permasalahan yang kita hadapi karena itulah caraNya mendidik dan memproses kita untuk menjadi permata hatiNya. Namun satu hal yang pasti, DIA tidak akan meninggalkan kita seorang diri untuk melalui semuanya...DIA selalu ada bersama dengan kita bagaimanapun keadaan yang kita hadapi..FOR SURE!!
0 comments Labels: Reflection
Seorang anak remaja putri bertanya kepada ibunya mengapa segalanya berjalan dengan buruk bulan ini?, dia menceritakan bahwa 3 minggu lalu ujian kimianya mendapat nilai paling jelek dikelasnya meskipun dia sudah belajar dengan sangat keras, 2 minggu yang lalupun pacarnya memutuskan dia tanpa penjelasan, bahkan pada akhir bulan tanpa disangka teman baiknya juga tiba-tiba salah paham denganya dan tidak mau menyapanya lagi...benar-benar sial rasanya bulan ini, "kata si remaja purti.
Sementara si remaja putri tersebut terus bercerita mengenai kesialannya..ibunya terlihat sedang asyik membuat kue. Setelah selesai bercerita, mulai si ibu dengan tenang berkata, "nak..mau kue?". "Ya, tentu saja Ibu..saya suka sekali kue buatan Ibu", sahut si remaja putri tersebut.
"sini, ambilkan minyak goreng," kata si ibu meminta bantuan.
"yuuuuck", kata si anak sambil memandang aneh.
"bagaimana dengan 2 buah telur mentah?',tandas ibu untuk segera meminta bantuan.
"menjijikkan,Bu!",kata si anak remaja putrinya
"bagaimana dengan tepung? / mungkin baking soda?", tanya ibu dengan tersenyum.
"bu, semuanya sangat menjijikkan!!", kata si anak remaja putrinya
"Ya, semuanya terlihat sangat menjijikkan apabila kamu melihatnya setiap bahan yang ada secara terpisah..tetapi apabila kamu mencampur semuanya dengan tepat, bahan-bahan yang ada akan membuat sebuah kue yang benar-benar enak!", kata ibunya dengan senyum manis
Dari ilustrasi diatas saya secara pribadi diingatkan kembali bahwa Tuhanpun bekerja didalam hidup kita dengan cara yang sama seperti seorang ibu yang sedang membuat kue tersebut. Suatu saat ketika kita diperhadapkan dengan banyak masalah, doa dan penantian yang panjang namun masih belum ada jawaban dariNya..kita mulai bertanya: mengapa Tuhan membiarkan kita melalui saat-saat yang buruk dan sulit?, apa yang sudah saya perbuat sehingga saya harus mengalami semua hal yang buruk ini??, mengapa Tuhan melakukan hal ini kepada saya???
Akan tetapi Tuhan tidak diam, DIA tahu segalanya dan DIA meletakkan setiap kejadian yang ada didalam rangkaNya, hal-hal tersebut terjadi demi kebaikkan kita! Kita hanya harus terus belajar untuk percaya padaNya dan setiap hal tersebut akan dirangkaiNya untuk membuat sesuatu yang indah bagi hidup kita
0 comments Labels: Reflection
Memang banyak orang mengatakan bahwa cinta dan suka adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang bisa saja berawal dengan suka dan berakhir dengan cinta. Namun cinta dan suka itu sendiri adalah 2 hal yang berbeda adanya.
Menurut pendapat kami, ada beberapa perbedaan antara cinta dan suka:
1. Dalam hal emosi
Cinta bisa dikatakan emosi tanpa syarat, semua muncul langsung dengan sendirinya. Suka adalah emosi bersyarat, yang muncul karena ada hal-hal yang baik contohnya: tampan,pintar,kaya,rajin. Sedangkan cinta yang adalah emosi yang tanpa syarat maka akan lebih murni dan tulus adanya, biasanya akan mengarah pada sebuah hubungan yang serius. Emosi bersyarat bersifat sementara,biasanya lebih kepada apa yang sesuai/pas di hati saja dan tidak menginginkan hubungan serius/komitmen. Namun dengan perasaan cinta yang lahir tanpa syarat tersebut maka bersifat utuh adanya (kita tetap mencintai seseorang meskipun ada banyak kelemahan dan ketidak sempurnaan pada orang yang bersangkutan).
2. Dalam proses pengenalan.
Cinta biasanya tumbuh melalui proses pengenalan yang panjang, sedangkan suka hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja. Jika kita sudah mulai mengatakan mencintai seseorang dalam waktu singkat tanpa proses persahabatan/pengenalan, bisa juga diartikan sebagai rasa suka yang kuat.
3. Dalam penghargaan
Cinta membuat kita menghargai seseorang lebih dari pada perasaan sekedar suka. Dengan kita mencintai seseorang maka orang itu sangat berarti segalanya bagi kita sehingga kita memberi penghargaan yang sangat besar pada kehadirannya dalam hidup kita. Tapi dengan suka kita mungkin hanya merasa senang jika berada didekatnya, namun tidak sampai kita begitu amat sangat menghargai setiap kehadirannya dalam hidup kita. Karena perbedaan penghargaan tersebut maka orang yang mencintai seseorang lebih terluka apabila dia kehilangan orang yang dia cintai daripada orang yang hanya menyukai seseorang.
4. Dalam hal kedalaman
Suka biasanya hanya bersifat dangkal, hanya apa yang kita lihat dari permukaan; contoh: gaya bicara, bakat-minat, penampilan, pola pikir. Sedangkan cinta bersifat lebih mendalam, contoh: karakter, kedewasaan dalam iman.
Jadi bagaimana supaya kita dapat membedakan apakah kita mencintai seseorang/hanya sebatas suka pada seseorang??..sehingga ketika kita sudah memutuskan untuk menikah dengan seseorang kita tidak lagi salah dengan perasaan kita (bahwa perasaan yang kita bawa bukan hanya suka, melainkan cinta).
1. Waktu yang cukup dalam pergumulan
Tetap berilah waktu yang cukup pada diri kita untuk mempergumulkan pasangan kita dan menentukan pilihan dengan siapa kita akan menikah. Waktu yang berjalan akan memurnikan apakah perasaan kita hanya sekedar suka/cinta. Jika perasaan yang kita kepada pasangan kita mampu bertahan lama, melampaui banyak ujian tak tergoyahkan, bahkan bisa membuat kita makin bertumbuh dewasa...maka besar kemungkinan itu adalah cinta. Apabila sejalan dengan waktu juga ada perasaan kita untuk mau berkorban bagi kepentingan pasangan kita, itulah cinta dan bukan hanya perasaan suka semata.
2. Perlunya kejujuran didalam sebuah hubungan
Dengan kejujuran yang ada maka kita akan bisa saling mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga itu akan membantu kita untuk memurnikan perasaan kita..apakah kita hanya suka/cinta pada pasangan kita tersebut.
3. Ujilah perasaan kita
Ujilah persaan kita melalui setiap masalah yang dihadapi. Apabila kita tetap bisa bertahan dengan pasangan kita tersebut sampai garis akhir permasalahan kita maka itulah yang dinamakan cinta, bukan hanya suka. Namun jika kita sudah layu sebelum berkembang, sudah menyerah sebelum semuanya terselesaikan...jangan-jangan kita hanya suka semata dengan pasangan kita tersebut. Jika hubungan hanya didasari dengan rasa suka maka kepentingan diri kita sendirilah yang tidak jarang menjadi dasar utamanya, namun jika didasari dengan cinta maka kitapun akan dapat terus bertumbuh melampaui apapun yang tidak kita sukai.
4. Tetaplah bersifat positif dengan rasa suka
Rasa suka memang bisa berakhir dengan cinta. Jadi bukanlah hal yang salah jika kita mengawali hubungan dengan rasa suka, namun sejalan dengan waktu dan ujian maka kita bisa mengerti apakah itu benar-benar cinta/rasa suka saja.
I like you because you're...
I love you even though you're...
0 comments Labels: Reflection
Didalam kehidupan ini,tidak jarang kita tanpa sadar menghakimi seseorang tanpa peduli bagaimana keadaan yang dihadapi orang yang bersangkutan/bagaimana perasaan dari orang yang bersangkutan. Kamipun pernah secara tidak sadar berbuat demikian.
"Menghakimi seseorang" dapat kami katakan sebagai kebiasaan,yang tidak jarang jika terus kita pupuk maka akan menjadi karakter kita. Kita tidak lagi dapat memandang secara positif kepada kelemahan/kelebihan orang lain,kita selalu berusaha mencari sisi negatif/kesalahan orang lain,bahkan kita terus mengingat sisi buruk orang terus tanpa mau belajar untuk memaafkan dan melupakannya. Apakah kita sebagai anak-anak Tuhan terus mempertahankan kebiasaan-kebiasaan demikian?...iya/tidak tentu saja bergantung dari diri kita sendiri,apakah kita mau berubah/tidak juga bergantung dari kemauan kita sendiri. Tuhan dengan sangat baik telah memberi Roh Kudus yang terus mengingatkan kita ketika kita sudah berada diluar jalur yang benar (dikala kita sudah mulai menghakimi orang lain). Namun, semuanya tidak akan berguna apabila kita tidak lagi mau mendengar suara Roh Kudus bahkan mematikan kuasa Roh Kudus tersebut dengan terus melakukan kesalahan yang sama (terus menghakimi dan tidak mau memaafkan orang lain).
Dari renungan yang kami dapatkan hari ini, ada beberapa cara yang mungkin dapat kita perbuat sehingga kita bisa mulai menghilangkan kebiasaan untuk menghakimi dan mulai memaafkan sesama kita:
1. Marilah kita belajar untuk memprogram ulang cara pandang kita terhadap orang lain. Bahwa setiap orang berbeda adanya, tidak ada yang sama satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki keunikan masing-masing. Menanamkan dalam diri kita masing-masing bahwa setiap orang dibentuk menurut gambar dan citra Allah, sehingga penghargaan terhadap pribadi orang lain yang berbeda dari kita muncul dengan sendirinya. Dan tak lupa pula mengucap syukur bahwa kita masih diijinkan untuk juga dibentuk menurut gambar dan rupaNya,hal tersebut juga akan membuat kita terus dapat berpikir positif dengan setiap orang yang kita temui dalam kehidupan kita.
2. Berani untuk terus mengaku salah dan meminta maaf apabila kita secara sengaja/tidak sengaja sudah menyakiti hati sesama kita. Terlepas dari orang lain mau memaafkan diri kita/tidak..itu adalah tanggung jawab mereka sendiri denganNya. Belajar untuk mengakui adalah hal yang sukar, namun belajar untuk memaafkan adalah hal yang lebih sukar lagi. Dengan mengakui kesalahan maka kita belajar untuk bertanggung jawab terhadap apapun yang kita perbuat. Dan dengan memaafkan maka kita belajar bagaimana menerapkan kasih agape (kasihNya yang besar yang telah mati dikayu salib demi menebus dosa-dosa kita).
3. Tetap memberikan waktu bagi diri kita untuk berdoa. Mengijinkan Tuhan mengkoreksi kehidupan kita selama 1 hari melalui doa-doa kita sehingga kita selalu cepat sadar apabila telah melakukan tindakan yang salah dalam 1 hari yang telah berlalu. Entah tindakan yang salah karena sudah menghakimi orang lain/tidak memaafkan kesalahan orang lain.
4. Terus mengingat firmanNya dlm Matius7:1-2 bahwa dengan menghakimi orang lain,maka kitapun akan dihakimi pula dan ukuran yang kita pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada kita. Sebagai contoh: Seorang ibu yang berkata kepada anaknya, "Nak,jika kamu memberitahu kepada temanmu,"kamu jelek!"...temanmupun pasti akan memberitahu kamu "kamu juga jelek". Namun, jika kamu mengatakan kepadanya: "aku ingin menjadi temanmu!"...diapun pasti akan memberitahukanmu "aku juga ingin menjadi berteman denganmu". Dari contoh sederhana diatas, kitapun dapat menarik kesimpulan bahwa sebelum kita mulai mengatakan apapun kepada orang lain(menghakimi), katakanlah dahulu pada diri kita..apakah kita mau dan siap menerima perkataan tersebut??. Tuhan juga dapat menghakimi kita melalui orang-orang disekitar kita. Jadi tetap mengingat bahwa penilaian terhadap orang lain akan mengarah kembali kepada kita.
5. Tetap mengingat bahwa hanya Tuhan yang mempunyai hak untuk menghakimi kita-manusia. Pada akhir hidup kita, kitapun akan dinilai oleh Allah. Apabila kita pernah menghakimi orang lain, kitapun akan dihakimi menurut ukuran yang sama yang kita ukurkan kepada orang lain. Jadi...bentuk penilaian seperti apa yang kita inginkan dalam penghakiman terakhir nanti?, Jenis penilaian seperti apa yang kita inginkan dalam hidup ini?..Penilaian seperti apapun kita,kita harus berlakukan yang sama pula terhadap orang lain.
Semoga renungan yang kami dapatkan dan berusaha kami bagikan hari ini bukan hanya dapat bermanfaat bagi hidup kami, namun juga dapat bermaanfaatkan bagi rekan-rekan yang membaca artikel kami.
Bible's passage for the article above:
"Judge not, and ye shall not be judged. Condemn not, and ye shall not be condemned. Forgive, and ye shall be forgiven. Give, and it shall be given unto you: good measure, pressed down and shaken together and running over, shall men give into your bosom. For with the same measure that ye mete, therewith it shall be measured to you again." (luke6:37-38-KJV version)
0 comments Labels: Reflection
Banyak orang jika berjalan-jalan di London, ingin melihat kemegahan gedung-gedung disana. Salah satu bangunan khas yang menunjukkan bagaimana kehidupan kelas atas adalah rumah Tuan Rothschild di Piccadilly "Lord Rothschild Mansion". Lord Rothschil adalah seorang yang sangat sukses di London di bidang perbankan dan keuangan pada akhir abad 18. Dia adalah seorang penganut yahudi orthodox dan dia memiliki rumah yang sangat menawan.
Namun dibalik rumah yang menawan tersebut, apabila diperhatikan secara mendetail..ada bagian akhir tembok yang menghiasi bangunan tersebut nampak tidak selesai..ada bagian yang kurang. Banyak orang yang mengunjungi rumah tersebut mulai bertanya "mengapa orang yang terkenal sangat kaya raya tersebut tidak menyelesaikan pembangunan rumahnya?, atau adakah kecerobohan dalam pembangunannya?",tentu saja untuk memberi jawaban dan penjelasan atas keunikan tersebut berhubungan langsung dengan pribadi Lord Rothschild sendiri. Lord Rothschild sendiri terkenal sebagai seorang Yahudi ortodoks. Dan dalam tradisi orang Yahudi dikatakan bahwa bagi setiap orang Yahudi yang saleh yang ingin membangun sebuah rumah, maka rumah yang dibangun harus memiliki beberapa bagian yang tidak boleh diselesaikan. Bagian rumah yang tidak selesai tersebut untuk memberikan kesaksian kepada dunia bahwa kita di dunia ini hanya selayaknya seorang peziarah saja, kita bukan warga tetap didunia ini...kita semua nantinya akan pergi ke keabadian. Dalam sedikit waktu yang kita miliki ketika kita singgah sementara didunia ini, tentu saja ada banyak hal yang tidak bisa kita selesaikan semuanya.
Hidup ini memang begitu penuh dengan kerja keras, bahkan karena kesibukkan yang kita hadapi setiap harinya, kitapun kadang tidak lagi mengingat siapakah diri kita sebenarnya (yang dalam kebenarannya bahwa kita adalah warga negara surga). Kita tidak jarang hanya memfokuskan diri kita pada bagaimana mencapai kehidupan yang sukses, membangun usaha yang besar, dan membesarkan anak. Kita hanya memperhatikan diri kita sendiri, melayani rumah tangga kita sendiri, mengatur keuangan kita, mencapai kesuksesan apabila kita mampu mencukupi kehidupan dari keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.
Tetapi bagaimanapun suksesnya kehidupan yang kita jalani dan banyaknya harta yang mampu kita timbun, kita harus mengingat kembali bahwa kita hanyalah seorang peziarah didunia ini. Kita bukannya warga negara dunia ini. Kewarganegaraan kita yang sebenarnya adalah bersama dengan Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah mempersiapkan tempat tinggal abadi untuk setiap kita di sana..di surgaNya yang mulia.
Dengan kita mengingat kembali bahwa kita bukan warga negara dunia ini, maka hal tersebut akan membuat kita semakin merendahkan diri dihadapanNya karena tidak ada yang dapat kita banggakan dengan apa yang kita capai dan dapatkan didunia ini. Kita mengerti dengan benar bahwa hidup ini sementara dan semua yang kita dapatkan juga dariNya.
These all died in faith, not having received the promises, but having seen them afar off, and were persuaded of them, and embraced them, and confessed that they were strangers and pilgrims on the earth (KJV-Hebrews 11:13)
0 comments Labels: Reflection
Hari itu adalah hari minggu yang sangat cerah. Disebuah gereja kecil terlihat banyak anak-anak yang berpakaian sangat rapi. Mereka dengan wajah ceria,tapi juga ada pula yang masih terlihat mengantuk..mereka berlari masuk ke dalam gereja tersebut. Anak-anak kecil tersebut ternyata begitu senang dan antusiasnya ke gereja untuk mengikuti ibadah sekolah minggu.
Dan tibalah saatnya seorang guru sekolah minggu mulai bercerita mengenai kasih yang memberi. Bagaimana Tuhan dengan penuh kasih memberikan hidupNya bahkan nyawaNya untuk menebus dosa-dosa manusia. Sang gurupun mulai mengajak anak-anak sekolah minggu untuk belajar memberi apa yang mereka punya untuk membantu sesamanya.
Di akhir cerita sebelum sekolah minggu berakhir, sang guru tersebut menunjukkan gambar seorang anak kecil yang bernama Santos. "Santos tinggal di San Salvador. Hanya dengan 5 euros/bulan, kita dapat membantu santos untuk memiliki pakaian, makanan bahkan pendidikan yang layak. Saya berharap anak-anak disini mau membantu santos dengan memberi sedikit uang dan mendoakan santos supaya Tuhan terus menguatkan keluarganya dan mengalirkan berkat untuk membantu santos",kata sang guru.
Ketika Jan kembali ke rumahnya bersama dengan anak laki-lakinya "daniel" dan istrinya "maria". Daniel,anak yang berumur 7 tahun itu segera mendekati ayahnya.
"Ayah, kita harus segera mengambil uang yang ada di kotak uang berbentuk doggie",danielpun berkata dengan serius kepada ayahnya-Jan.
"Mengapa nak?",tanya Jan.
"Saya mau memberikan semua uang pada tabungan saya kepada santos, Ayah",jawab daniel kecil.
"Tapi,bukannya kamu pernah mengatakan bahwa kamu menabung uang tersebut untuk membeli sebuah mobil-mobilan yang kamu sukai",kata Jan. "Kamu bahkan sudah menabungnya selama 3 bulan. Jika kamu mengambil uang tersebut bahkan hanya 5 euros maka kamu tidak akan bisa cukup untuk membeli mobil-mobilan yang kamu senangi",kata Jan kembali.
"Saya tahu ayah",jawab daniel. "Tapi santos jauh lebih memerlukan uang tersebut daripada saya",kata daniel dengan polosnya.
Akhirnya daniel dengan dibantu ayahnya mengeluarkan semua uang yang ada dikotak uang berbentuk doggie tersebut. Janpun keesokkan harinya, sore hari setelah Jan pulang dari kantornya, dia segera mengantarkan anaknya tersebut mengunjungi guru sekolah minggunya untuk memberikan uang yang ada. Jan menjelaskan bagaimana daniel kecil begitu sangat antusias untuk menyerahkan semua uang ditabungannya untuk membantu santos kecil di San Salvador. Sang gurupun terkejut sekaligus bangga dengan tindakan daniel, daniel bukan hanya memberi 5 euros, tapi dia memberi keseluruhan uang yang dia miliki untuk membantu sesamanya.
Seminggu setelah kejadian itu berlangsung, daniel kecilpun menerima surat dari neneknya. Danielpun terkejut karena neneknya sudah cukup lama tidak mengirim surat pada daniel. Didalam amplop surat itu ternyata selain berisi surat yang menyatakan bahwa si nenek sangat kangen dengan daniel, namun juga berisi sejumlah uang untuk si daniel kecil. Dan tanpa disangka ternyata uang yang dikirimkan si nenek tersebut sama dengan jumlah uang yang telah daniel kecil berikan untuk santos. Si nenek mengatakan betapa dia ingin daniel mengunakan uang tersebut untuk membeli barang apapun yang dia sukai.
Jan pun sangat terkejut hari itu. Dia bukan hanya melihat bagaimana anak laki-lakinya yang baru berusia 7 tahun tersebut menunjukkan imannya untuk memuliakan Tuhan melalui pemberian yang kecil yang dapat dia berikan. Si daniel kecilpun tidak berpikir lagi untuk memberikan seluruh uang tabungannya untuk membantu santos. Pada hari itupun, Jan melihat bahwa Tuhan secara ajaib membalas semua ketulusan hati daniel yang memberi dan memuliakan namaNya. Disanapun Jan belajar bahwa ketika kita memberi orang lain, kita memuliakan namaNya..DIApun juga akan lebih tiada hentinya memberi dan mencukupkan kebutuhan kita.
Melalui cerita singkat diatas kitapun boleh diingatkan kembali akan pentingnya memberi kepada sesama kita. Hidup yang kita jalanipun juga karena pemberian dariNya. Kita tidak mungkin dapat hidup, makan dengan enak, berpakaian pantas, memiliki rumah yang nyaman, keluarga yang begitu mendukung jika tanpa pemberian dariNya. Untuk membalas kebaikkan dan pemberian dariNya, kitapun hendaknya terus berusaha belajar untuk memberi yang kita punya kepada sesama kita.
Akhir kata....seorang mentor kami pernah berkata demikian :"ketika kita memberi hidup kepada orang lain (dalam bentuk uang/apapun yang bisa kita berikan) maka Tuhan akan menghidupi kita juga, bahkan lebih".
0 comments Labels: Reflection