Setiap dari pasangan pasti ingin mendambakan sebuah pernikahan yang sempurna. Kamipun dulu juga mengalaminya. Kami berusaha mencari informasi untuk mempersiapkan segalanya. Bagi kami pernikahan yang terpenting bukanlah pesta pernikahan yang meriah dan megah, namun bagaimana kami bisa menjalani komitmen pernikahan kami nantinya dengan tetap takut akan Tuhan sampai maut memisahkan kami.
Sebelum kami menikah, kami tentu saja mengikuti persiapan pernikahan. Kami sudah menjalani LDR (Long Distance Relationship) yang cukup lama. Memang kami bertemu setiap tahun (dimanapun jauhnya kami berada, kami meluangkan waktu masing-masing untuk saling bertemu dan bertatap muka langsung), kami juga terus membawa hubungan kami dalam doa (kami bertemu di udara setiap malam), dan kami terus berusaha membangun komunikasi melalui email/chating. Tapi semuanya kami rasa belum juga cukup..kami masih membutuhkan bimbingan pra-nikah. Di dalam bimbingan pra-nikah yang kami jalani bersama, kami mendapatkan wawasan lebih dari para hamba Tuhan/pengalaman orang yang sudah menikah bagaimana menyesuaikan diri (karena kita berasal dari 2 pribadi yang berbeda,dan akhirnya kita hidup bersama-sama), persoalan yang mungkin timbul, mengatasi masalah sex, menumbuhkan cinta dan membangun keluarga yang takut akan Tuhan. Jadi bagi rekan-rekan yang sudah meyakinkan diri untuk menikah, jangan lupa untuk mengikuti bimbingan pra-nikah. Jangan jadikan hal tersebut sebagai kewajiban namun sebagai anugerah dariNya karena akan ada banyak wawasan yang bisa diambil melalui bimbingan pra-nikah tersebut.
Namun bagi pasangan yang masih bingung/ragu dengan apakah sudah siap/tidak untuk menikah. Kami akan menyampaikan pengalaman yang kami dapatkan dan dapat kami bagikan sebagai berikut:
Menurut pendapat kami, bagaimana masa-masa pacaran kita juga menentukan kesiapan kita untuk menikah. Pada saat pacaran sebaiknya kita mulai mengenal calon pasangan kita dengan mendalam. Mengenal kepribadiannya, karakternya, latar belakangnya, visi dan misi hidupnya. Dan mulai menanyakan dalam diri kita,"apakah kita bisa hidup dengan dia seumur hidup kita?, apakah kita bisa tetap menyayanginya dikala dia nanti mulai berubah sejalan dengan umur yang semakin bertambah?". Untuk pasangan LDR memang cukup mendapat banyak tantangan untuk mempraktekan hal-hal diatas karena terbentur masalah jarak yang memisahkan. Kamipun dulu memang sebelum LRD, sudah mengenal satu sama lain, mulai bersahabat dan mempergumulkan...bahkan sampai jadian. Kami masih mendapat sedikit waktu bersama sebelum mempersiapkan hati untuk hubungan LDR. Namun ketika hubungan LDR sudah berjalan...banyak tantanganpun mulai kami hadapi..tapi cara menyelesaikan semua tantangan tersebut hanya satu: memperkuat hubungan kita masing-masing denganNya dan terus berkomunikasi. Untuk pasangan LDR bisa mengenal calon pasangan dengan mempersering intensitas komunikasi yang ada. Jika ada waktu,cobalah untuk mengusahkan chating dengan webcam karena wajah/tingkah laku langsung lebih efektif untuk mengetahui isi hati seseorang (meskipun tidak seefektif tatap muka langsung, tapi setidaknya itu usaha yang dapat kita lakukan).
Ada beberapa pertanyaan yang menurut kami mungkin bisa membantu kita sekalian untuk menjawab apakah kita sudah siap/tidak untuk menikah??
1. Apakah kita dan calon pasangan kita sudah memandang pernikahan dari sudut pandang yang sama?, dari sudut pandang kristiani?. Siapkan kita untuk melaksanakan kehendakNya dalam kehidupan pernikahan kita nantinya?.
2. Apakah kita sudah mengenal diri kita dengan baik?, siapakah diri kita?. Apakah kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain?, Sudahkah diri kita dan pasangan kita mengenal pribadi satu dengan yang lain?.
3. Bagaimana intensitas komunikasi yang kita jalin dengan calon kita selama ini?. Apakah kita sanggup untuk hidup dengan calon kita dengan gaya komunikasi yang ada seumur hidup kita?.
4. Bagaimana cara kita dan calon kita menangani permasalahan selama masa berpacaran?. Adakah saling mengalah dan memaafkan?. Mampukah diri kita menghadapi kemarahan calon kita?. Mampukah diri kita mengatur emosi kita dalam menghadapi tingkah laku calon kita?. Siapkah kita bersama calon kita menghadapi setiap masalah dengan bersama-sama dan tidak terpisahkan?
5. Sanggupkah kita dan calon kita mempertahankan komitmen yang ada sampai seumur hidup kita?.
6. Apakah harapan dan keinginan kita untuk mendirikan sebuah keluarga dan mendidik anak-anak kita nantinya sejalan dengan pemikiran calon kita?
7. Siapkah kita memikul beban pasangan kita?, mendukungnya ketika calon kita jatuh?, memahaminya ketika dia seorang diri?, menghibur dan memberi kekuatan ketika dia mulai putus asa?, serta tiada henti berdoa untuknya dalam keadaan apapun?.
8. Apakah pernikahan yang ada nantinya kita jalani dengan sukacita/dengan paksaan?. Sembari mengingat bahwa pernikahan tidak dapat dipisahkan oleh apapun, hanya maut dapat memisahkan hubungan yang ada. Namun pernikahan itu sendiri utuh didalam kasih Kristus.
9. Apakah kita sudah siap untuk terus berusaha menjalankan hubungan Kristus dan jemaat dalam hubungan kita?. Jika kita pihak wanita:Apakah kita(sebagai calon istri)mau belajar tunduk kepada calon kita sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus (sebagai suami kita)?. Jika kita pihak laki-laki:Apakah kita sanggup mengasihi ((sebagai calon suami) pasangan kita (sebagai calon istri kita)dengan kasih yang tidak berkesudahan sama seperti Kristus mengasihi jemaat?
Pertanyaan dia atas tentu saja bukan menjadi ukuran bagi kita siap/tidak untuk menikah, namun setidaknya bisa membantu setiap kita yang mungkin masih ragu dengan pernikahan kita. Ketika semua pertanyaan diatas bisa dijawab dengan kesepakatan dengan calon kita, maka kita bisa mulai memikirkan pernikahan kita ...namun tetap bergantung penuh padaNya. Namun, apabila sebaliknya, maka mungkin saatnya kita dan calon kita sama-sama mengambil waktu untuk mengevaluasi pribadi masing-masing. Apakah memang kita dan calon kita sudah benar-benar siap untuk menikah?..tetapi tetap semuanya ada dalam kehendakNya.
Menurut pendapat kami, hal yang terpenting didalam sebuah hubungan adalah kita dan calon kita harus mempunyai hati yang sungguh-sungguh takut dan taat akan Tuhan. Setiap orang yang takut akan Tuhan bagaimapaun juga akan memperbaiki diri dan melaksanakan perintah-perintah Tuhan, itulah fondasi yang terutama dalam sebuah hubungan. Sebuah hubungan bisa dikatakan sukses, bukan dari orang lain yang memandangan langgengnya hubungan tersebut tetapi bagaimana Tuhan memandang hubungan kita (memandang komitmen pacaran kita,komitmen pernikahan bahkan sampai komitmen kita dalam membentuk rumah tangga dan mendidik anak-anak kita nantinya).
Dari beberapa hal yang dapat kami bagikan diatas bukan karena kami pakar pernikahan namun kami dapat hal-hal tersebut melalui pengalaman hidup kami dan berbagai buku yang pernah kami baca dan renungkan bersama. Kamipun menyadari dengan jelas sebagai pasangan yang bisa dikatakan baru menikah, ada banyak yang masih harus kami perbaiki dalam hubungan kami. Kami tidak dapat bermegah melalui hubungan kami, tapi kami ingin bermegah didalamNya yang sudah melakukan hal-hal yang sangat luar biasa didalam hubungan kami. Oleh karena itu kami terus dan terus..bahkan selamanya akan bergantung padaNya, terus mencari kehendakNya didalam hubungan kami supaya kami tetap bisa terus belajar menumbuhkan kasih agape diantara kami dari hari ke hari. Bagaimanapun hubungan yang kita bina tidak akan sempurna tanpa campur tangan Tuhan didalamnya. Jadi saran kami adalah: tetaplah melekatlah padanya bersama dengan calon kita..maka kita akan melihat rencanaNya yang sempurna bagi hubungan kita. Bagi kami sekali lagi, pernikahan adalah seperti sebuah bentuk pendidikan..kamipun tidak akan pernah berhenti belajar satu sama lain dan saling mendewasakan satu sama lain. Dan si pendidik kami itupun adalah Kristus...DIA yang menjadi dasar dari komitmen hubungan kami dan kepala dalam hubungan kami.
If God is calling you to marry, He wants to join you to someone with whom you can build a strong, godly home filled with love and grace- a home that exalts Jesus Christ as Lord and a harmony in vision and purpose
Our Wedding Path ♥
Our Baby ♥
Tuesday, 21 September 2010
Are you ready to get married???
Posted by Our Journey0 comments Labels: Life's sharing
Wednesday, 11 August 2010
Is love worth waiting or we've just got to wait???
Posted by Our JourneyDalam memilih pasangan hidup kita seharusnya tidak boleh terburu-buru dalam memutuskannya. Ada kalanya kitapun harus menunggu waktu yang tepat dalam memutuskannya...biar waktu yang menguji siapakah pasangan hidup yang tepat bagi kita.
Namun dalam mendapatkan pasangan hidup tersebut, kita tidak boleh diam saja karena pasangan hidup tidak tiba-tiba akan jatuh dari langit untuk kita. Kita harus berusaha untuk menjalin persahatan dengan banyak orang dan mendoakan masing-masing dari setiap pribadi mereka yang kita pergumulkan.
Kami dapat mengilustrasikan menunggu dan memilih pasangan hidup kita sama halnya ketika kita menunggu dan memilih sebuah bus. Adapun ilustrasi tersebut adalah:
Ketika kita menunggu bus, ada berbagai macam bus akan datang menghampiri kita, ada banyak penilaian yang kita berikan, dan ada banyak hal yang kita pertimbangkan sebelum kita memilih bus tersebut untuk kita gunakan nantinya...sebagai contoh:
Ketika bus pertama datang, mungkin kita hanya melihat dan mengatakan dalam diri kita sendiri ,"wahhhh...penuhnya...tidak ada tempat kosong lagi deh rasanya". Jadi kita mengatakan kepada diri kita sendiri,"lebih baik rasanya nunggu bus selanjutnya".
Jadi kita membiarkan bus pertama pergi dan kita menunggu bus yang kedua. (=seseorang datang namun tidak ada perasaan apa-apa, bahkan orang tersebut terasa dingin kepada kita...jadi lebih baik menunggu orang kedua datang dalam hidup kita).
Kemudian datanglah bus kedua, ketika kita melihatnya..kitapun berkata,"yaaa...kenapa busnya seperti ini sih?,terlihat begitu tua dan sangat tidak nyaman.". Jadi kita kemudian membiarkan bus itu pergi dan kitapun memutuskan untuk menunggu bus yang selanjutnya datang. (=seseorang yang datang,kita pergumulkan...namun dia tampak terlalu tua/terlalu dewasa/terlalu pintar..kita merasa tidak bisa menjalin komunikasi yang baik dengannya).
Setelah sesaat,datanglah bus yang lainnya...
Kita melihat dan mulai menilai bahwa bus ini lumayan juga, tidak terlalu penuh (seperti bus1) dan tidak juga terlalu tua(seperti bus2) tapi "yah...tidak ada AC nya padahal hari sedemikian panasnya, jadi lebih baik sepertinya nunggu bus yang berikutnya deh..". Jadi sekali lagi, kita membiarkan bus tersebut pergi dan kita memutuskan untuk menunggu bus yang berikutnya.(=seseorang datang, dia serasa ok segalanya..namun kekayaan/kepandaian/statusnya tidak sama dengan kita)
Akhirnya...haripun semakin malam dan gelap. Kita mulai panik dan tanpa berpikir panjang kitapun langsung naik ketika bus berikutnya datang (tidak peduli bus apapun itu). Dan tidak lama kemudian ketika berjalan baru kita mulai menyadari bahwa kita memilih bus yang salah. Jadi, kita telah menghabiskan waktu berjam-jam dan uang untuk menunggu bus yang kita mau! Terlalu banyak hal yang kita pertimbangkan hanya melihat keadaan bus yang ada, tanpa melihat keadaan dalamnya.(=ketika kita didesak oleh keluarga,lingkungan,umur..akhirnya kita tergesa-gesa memilih siapapun dan kita menikah...kitapun berakhir dengan kesedihan karena salah dalam memilih)
Jadi dari ilustrasi diatas kita dapat belajar bahwa:
1. Dalam memilih pasangan hidup kita harus berusaha,bukan hanya menunggu tanpa berbuat apa-apa.Perluaslah pergaulan dan bersahabatlah dengan banyak orang. Dengan bersahabat kita akan bisa memperluas wawasan kita dan cara pandang kita terhadap perbedaan yang ada.
2. Berusahalah untuk tidak menghakimi seseorang dari keadaan luarnya tetapi marilah terus melihat karakter yang dibawanya. Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, semua orang lahir dengan kekurangannya masing-masing. Namun sebagai anak Tuhan marilah kita melihat pribadi orang lain selayaknya Tuhan melihat kita. DIA menghargai keberadaan kita apapun itu.
3. Terus libatkanlah Tuhan didalam setiap pergumulan kita dalam menunggu dan memilih pasangan hidup supaya kita tidak salah. Pendapat kita hanya sejauh pemikiran manusia yang terbatas, namun pendapatNya melebihi pemikiran manusia karena DIA melihat kedalaman hati manusia itu sendiri.
4. Jangan putus asa dalam menunggu pasangan hidup kita. Kitapun dalam menunggu bus mungkin kadang pernah "dicuekkin" oleh bus yang datang meskipun kita ingin sekali menaikki bus tersebut, namun supir bus seakan mengabaikan kita dan meninggalkan kita. Jika memang kejadian tersebut pernah hadir dalam hidup kita, kita menunggu dan memilih seseorang...namun berakhir orang tersebut tidak menanggapi perasaan kita..tetaplah berjuang!! karena dia bukanlah satu-satunya orang didunia ini yang sesuai dengan kita, masih banyak yang lain..namun kita belum ada kesempatan untuk menemuinya. (PS: sabar, bawa dalam doa, terus bergumul, tetap berjuang dan jangan putus asa!!)
5. Berilah kesempatan kepada siapapun pribadi yang datang dalam hidup kita, jangan kita lantaran merasa "sombong" dan merasa bahwa seseorang tidak tepat bagi kita..kita menjaga jarak. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang akan menjadi pasangan hidup kita nantinya. Siapa tahu orang yang kita benci ternyata menjadi pasangan hidup kita???. (PS: didalam menjalin hubungan bisa dengan siapa saja, tapi tetap semuanya juga memohon hikmat dariNya supaya kita tidak jauh pada pergaulan yang buruk (1 Kor15:33))
6. Jika kita sudah menyukai seseorang, beranikanlah diri kita untuk mengungkapkannya kepada orang yang bersangkutan. Apabila kita memutuskan untuk menunggu waktu yang tepat, janganlah terlalu lama karena bisa saja akan terlambat..hargailah setiap kesempatan yang ada. Seperti halnya kita menghargai setiap bus yang datang, bukan hanya menunggu yang tepat sampai akhirnya semua bus berlalu dan akhirnya kita mengambil keputusan yang salah.
7. Tetap menjalin hubungan yang baik dengan Tuhan,keluarga dan sahabat-sahabat karena Tuhan bisa menggunakan berbagai cara untuk mengingatkan kita (baik melalui orang terdekat kita). Namun pendapat mereka hanyalah sebagai masukkan bagi kita, bukan satu-satunya jawaban akhir...karena jawaban akhirnya terletak pada kita (kitalah yang akan menikah,bukan mereka).
PS: Waktu bagi setiap orang untuk menunggu pasangan hidupnya tidaklah sama, jadi bersyukurlah dalam keadaan kita yang ada sekarang dan berusaha untuk tidak membandingkan dengan orang lain^^
Read More..
0 comments Labels: Life's sharing
Thursday, 8 July 2010
Yesus Kekuatan kami
Posted by Our JourneyKami teringat bagaimana hubungan jarak jauh yang harus kami jalani selama hampir 7 tahun. Jika tanpa kekuatan DIA, kamipun tidak akan mampu untuk bertahan dan melaluinya. Bukan hanya masalah jarak yang kami hadapi saat itu, tapi juga masalah komunikasi didalam keluarga. Ada beberapa pihak dari keluarga yang tidak menyetujui hubungan kami, apa yang bisa kami lakukan???...kami hanya bisa berlutut dan berdoa, memohon belas kasihan dariNya untuk memberi jalan keluar yang terbaik didalam hubungan kami.
Kami secara pribadi tidak tahu lagi harus melakukan apa lagi selain berdoa, kami hanya dapat percaya dan pasrah padaNya. Kami selalu berharap bahwa didalam hubungan kami, pasangan lain bisa melihat betapa indahnya menjalin sebuah hubungan bersama denganNya. Semangat dan harapan itulah yang selalu kami bawa didalam doa-doa kami. Kami bertemu diudara untuk berdoa bersama, mendoakan apabila DIA memperkenankan ada orang-orang yang tidak menyetujui hubungan kami..supaya DIA terus memberi kekuatan kepada kami untuk tetap setia mendoakan mereka dan bukan membuat kami malah semakin jauh dariNya. Kami percaya bahwa DIA bisa mengubahkan hati siapapun itu, ketika DIA bisa mengubahkan seorang saulus menjadi paulus...DIA yang sama juga bisa mengubahkan siapapun...sesuai dengan kehendakNya. Dan...DIA benar-benar bekerja dengan ajaib pada akhirnya...doa bersama yang kami lakukan dengan setia dan tetesan air mata selama hampir 5 tahun, akhirnya dijawab dengan luar biasa. DIA memulihkan segala keadaan, pihak-pihak keluarga yang semula tidak setujupun akhirnya setuju dan menerima hubungan kami dengan sukacita dan merestui hubungan kami. Jadi...apalah kami??, kami tidak akan mampu jika tanpa DIA. Selain masalah keluarga, ada pula masalah lain yang menghadang hubungan kami yaitu...rasa kangen yang kadang tak tertahankan (selayaknya pasangan lain yang terpisahkanT_T). Kadang jika kami kangen tapi tidak bisa berkomunikasi / ada masalah dalam komunikasi...kami juga hanya bisa berdoa jarak jauh memohon agar DIA selalu menguatkan kami berdua dan biarlah DIA yang menjadi pengantara kami untuk menyampaikan betapa kami sangat kangen satu sama lain. Hanya DIA yang menjadi kekuatan kami sampai kami bisa membawa perjalanan pacaran lama yang cukup lama dan penuh dengan air mata sampai kepada pernikahan kudus...tanpa kekuatan dariNya, kami percaya bahwa kamipun tidak akan bisa melampaui semuanya.
Setelah perjalanan yang panjang, kami ternyata harus melalui fase kehidupan kami yang lain..yang bukan lebih mudah adanya, tapi penuh ketidak pastian juga didalamnya. Ketika kami diperhadapkan untuk memulai kehidupan rumah tangga kami dinegara orang, itu bukan suatu masalah yang mudah. Banyak orang yang mengira betapa enaknya hidup dinegara lain, namun tidaklah demikian adanya. Adaptasi besar yang terjadi, jauh dari keluarga, lingkungan dan budaya yang berbeda...itulah yang akan kami hadapi. Adakah kami bisa tetap setia pada iman kami ditengah-tengah lingkungan dan budaya bebas yang ada disekitar kami?, adakah kami bisa membesarkan anak-anak kami nantinya dengan tetap takut akan Tuhan?, adakah kami bisa menjadi berkat dimanapun kami berada?..pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali ada dibenak kami...jujur kami bingung, kami takut, kami kawatir, kami tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk menjawab semua pertanyaan yang ada...tetapi kami tetap berani melangkah untuk membentuk keluarga dinegara lain karena kami yakin bahwa DIA yang telah menolong kami dengan luar biasa ketika masa-masa sulit kami dalam menjaga komitmen pacaran kami, DIA yang tidak akan pernah berubah dari sekarang sampai dengan selamanya...DIA pula yang akan menjadi kekuatan bagi kami untuk melalui kehidupan kami kedepannya. Ada banyak ketidak pastian mengenai apa yang terjadi didepan kami, tapi ada satu kepastian yang kami yakin bahwa Yesus adalah kekuatan dihidup kami...DIA tidak akan pernah meninggalkan kami.
Setiap orang yang melihat hubungan kami, mereka akan memuji adanya...namun itu semua terjadi bukan karena kami. Kami hanyalah alat di tanganNya, yang diijinkanNya untuk menjadi kesaksian bagi pasangan lain. Didunia ini semakin banyak orang yang tidak lagi percaya akan komitmen dalam berpacaran, namun kami membuktikan bahwa itu bukan cuma idealisme semata. Komitmen itu memang ada, komitmen itu bukan suatu hal yang usur, komitmen itu bukan cuma idealisme..kami membuktikannya sendiri. Namun, sekali lagi...semua itu ada bukan karena kekuatan kami, tapi karena kekuatanNya. Kami percaya bahwa apapun yang kita jalani didalam kehidupan ini akan menjadi hal yang sangat berdampak luar biasa apabila kita belajar untuk berjalan dan mengandalkan kekuatanNya didalam hidup kita. Namun seperti halnya orang lain / pasangan yang lain...kamipun secara pribadi merasakan sangat susahnya mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan ini, tapi karena kami tahu bahwa hanya itulah jawaban yang ada jika kami ingin melalui hidup ini dengan berkemenangan...jadi kami akan terus berusaha menghidupinya.
Pada akhirnya...hidup yang kami jalanipun masih sangat panjang, masih banyak cerita yang bisa kami tulis dan kami bagikan, masih banyak suka dan duka yang harus kami jalani...tapi kami akan terus belajar untuk 100% mempercayakan kehidupan kami padaNya bahwa DIA adalah kekuatan satu-satunya yang menopang kami. Setiap kali kami boleh menuliskan sebuah artikel akan kasihNya dan kekuatanNya dalam hidup kami...itu juga yang menjadi kekuatan bagi kami untuk melalui kehidupan kami kedepan. Kami berharap bahwa cerita singkat diatas juga bisa menjadi kekuatan bagi rekan-rekan sekalian. Kami tidak tahu apa yang menjadi masalah yang sedang rekan-rekan hadapi, tapi biarlah kita semua terus belajar untuk mempercayakan hidup kita padaNya. Hidup kita hanyalah seperti uap...kita tidak akan tahu kapan akan berakhir, tapi marilah kita tetap selalu setia padaNya sampai garis akhir kehidupan kita. Tetap setia untuk mempercayai bahwa Yesus adalah kekuatan hidup kita.
NB: Semoga lagu dibawah ini yang menguatkan kami, juga bisa menguatkan rekan-rekan sekalian !! sola gracia ^^
Read More..
0 comments Labels: Life's sharing
Saturday, 3 April 2010
"TTM" from christian point of view
Posted by Our Journey
"TTM" alias Teman Tapi Mesra sudah banyak terjadi dilingkungan sekitar kita dan sudah menjadi tren dikehidupan masyarakat jaman sekarang. "TTM" terasa lebih indah dan lebih seru daripada pacaran. Ada beberapa sebab orang lebih memilih hubungan "TTM" daripada pacaran..antara lain:
1. Tidak mau terikat komitmen apapun (masih ingin bebas berteman namun rindu keintiman)
2. Ingin memiliki banyak pasangan (ketidak puasaan terhadap 1 orang saja sebegai pasangan hidup mereka membuat mereka lebih memilih "TTM")
3. Ikut-ikutan trend disekitar mereka (teman-teman banyak yang "TTM"...ikutan ah...^^)
4. Pergumulan yang diikuti dengan kedekatan yang rutin bisa membuat orang memiliki hubungan "TTM" (meski mungkin mereka tidak sadar...T_T)
5. Takut berpacaran dan menikah maka "TTM" lebih baik
Di dalam alkitab memang tidak mengatur secara khusus tentang "TTM", akan tetapi segala perbuatan dan tingkah laku kita sebisa mungkin harus menjadi berkat bagi orang lain dan memberkati orang lain (Mat 5:16).
Melalui sharing ini kami berusaha membahas satu-persatu apakah kelima alasan diatas sudah menjadi berkat dan memberkati orang lain
1. Tidak mau ikatan komitmen
Keintiman yang tanpa diikuti komitmen cenderung mengundang dosa-dosa seksual datang kepada kita. Kita tidak akan pernah tahu seberapa kuat kita menahan godaan kedagingan kita, akhirnya kita cenderung mengikuti kedagingan kita melalui hubungan yang terlalu intim yang kita ciptakan. Manusia diciptakan oleh Tuhan berlainan jenis dan memiliki kecenderungan untuk saling menyukai satu dengan yang lainnya...kita harus mengetahui hal ini!..Jadi kita harus mawas diri terhadap natur yang ada pada diri kita tersebut. Keintiman seharusnya dilakukan dalam lingkup komitmen yang jelas, bukan diluar itu. Kita bisa melihat dengan jelas didalam Kitab Kejadian 1:24 bagaimana keintiman itu dilakukan setelah adanya komitmen...(.."menjadi satu daging..." = membentuk sebuah komitmen pernikahan baru ada sebuah keintiman).
2. Ingin memiliki banyak pasangan
Manusia terlahir dengan natur yang susah puas akan sesuatu hal (secara duniawi/jasmaniah), sampai kapanpun itu. Yang bisa memberi kepuasan sejati adalah Allah sendiri. Allah memanggil kita untuk memilih satu orang saja, tidak ada istilahnya bahwa kita dijinkan boleh hidup dengan lebih dari 1 orang. Contoh: Perempuan samaria yang berdosa krn dia telah menikah dengan 5 orang laki-laki (Yoh 4:1-42)
3. Mengikuti trend disekitar kita
Orang jaman sekarang cenderung untuk mengikuti trend disekitar mereka, tidak peduli apapun itu, baik positif/pun negatif. Bahkan tidak jarang orang kristenpun terhanyut didalamnya. Padahal jika kita kembali lagi kepada alkitab, maka kita seharusnya menjadi garam dan terang bagi dunia disekitar kita yang gelap (Mat5:13-16). Jika kita tidak mampu menampilkan sebuah hubungan yang memiliki komitmen yang kita bangun dengan pasangan kita, maka kita tidak ada bedanya dengan dunia...kita gagal untuk menjadi garam dan terang. Allah tidak pernah memaksa kita sebagai anak-anakNya untuk menjadi berkat bagi orang lain, tapi setiap keputusan yang kita ambil dan segala perbuatan yang kita lakukan (untuk menjadi berkat/tidak bagi orang lain) akan dipertanggung jawabkan pada pengadilan yang terakhir nantinya (Wahyu 20:12).
4. Pergumulan yang diikuti dengan kedekatan yang rutin
Apabila kita menyukai seseorang, kita cenderung secara tidak langsung ingin dekat dengan orang tersebut..bahkan ingin "memacarinya" secepat mungkin.Namun belum tentu bahwa apa yang kita inginkan adalah apa yang "dia/org yg kita sukai" inginkan. Oleh karena itu, baik "dia" maupun kita harus mempergumulkan hubungan yang ada bersama-sama. Akan tetapi yang sering terjadi, salah satu dari kita ingin menjadi lebih dominan (menguasai) yang lainnya..selalu ingin didekatnya. Perlu diperhatikan dalam hal ini, kualitas kedekatan kita seperti apa??..apakah kedekatan kita itu membuat orang-orang disekitar kita terbangun melalui hubungan kita/tidak??..(ingat point1 diatas)^^
5. Takut berpacaran dan menikah
Yang umumnya ditakuti orang-orang untuk berpacaran adalah komitmen untuk setia, baik diri kita sendiri maupun pasangan kita. Namun kekawatiran ini bisa diatasi apabil kita tahu bahwa pasangan kita adalah orang yang takut akan Allah.. Keputusan untuk tidak menikah/berpacaran seharusnya tidak didasarkan oleh perasaan takut berkomitmen, namun panggilan untuk hidup berselibat (1 Kor 7:1-16). Solusi untuk hal ini adalah: carilah pergaulan yang tepat (bergaul dengan orang-orang yang sama-sama memiliki ketakutan akan Allah).
Dari pembahasan kami diatas, kami berpendapat bahwa "TTM" memang tidak menjadi berkat bagi sekitar kita dan tidak dianjurkan didalam sebuah pergumulan secara kristiani. Dunia ini sudah terlalu banyak dengan ketidak pastian dan itu membuat banyak orang (termasuk orang kristen didalamnya) hidup didalam ketidak pastian dan ketidak setiaan. Oleh karena itu marilah kita sama-sama belajar untuk membangun hubungan dengan komitmen yang jelas dan menjadi berbeda dengan dunia ini
0 comments Labels: Life's sharing
Wednesday, 31 March 2010
The keys to build good communication with your spouse
Posted by Our JourneyApakah komunikasi yang baik terlihat seperti gambar dibawah ini???
Kemudian...bagaimana kita dapat membangun komunikasi yang baik dengan pasangan kita???
Kami merasakan betapa pentingnya membangun sebuah komunikasi didalam hubungan kami, dan itupun bukanlah suatu hal yang mudah..namun membutuhkan waktu dan latihan didalamnya. Kami telah membaca berbagai macam buku-buku,mendengar banyak sharing dari para pasangan yang telah menikah sangat lama,melihat di TV bahkan mengikuti beberapa seminar mengenai bagaimana membangun sebuah komunikasi yang baik dengan pasangan kita. Dan sekarang kami ingin membagikan beberapa kunci yang penting yang bisa digunakan guna membangun sebuah komunikasi yang baik dengan pasangan kita. Kunci-kunci ini adalah hasil dari pengalaman dan banyak sumber yang telah kami gali bersama.
Kita pasti sudah mengenal 2 jenis komunikasi yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Akan tetapi komunikasi verbal hanya memainkan peran yang kecil didalam komunikasi kita. Komunikasi non verbal seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, dan tingkah laku kita jauh memiliki peran yang besar didalam komunikasi kita dengan pasangan kita. Komunikasi non verbal akan lebih mampu mengekspresikan pemikiran, perasaan, ide, dan keinginan kita. Apabila pasangan melakukan hubungan pacaran jarak dekat, maka akan sangat mudah membangun komunikasi non verbal dengan memperbanyak tatap muka secara langsung. Namun, jika pasangan memang harus melakukan hubungan pacaran jarak jauh,maka pasangan bisa menggunakan media komunikasi yang semakin canggih saat ini contoh: webcam/skype/media yang lain yang dapat membantu memperlihatkan ekspresi wajah kita/gerak gerik lawan pasangan kita selain intonasi suara kita semata.
Ada 2 kunci penting yang harus diperhatikan didalam membangun sebuah komunikasi yang baik dan bermutu. Kedua kunci itu adalah: pengertian dan menjadi pendengar yang baik.
Hal pertama yang penting untuk diperhatikan adalah pengertian. Pengertian disini adalah bagaimana kita belajar untuk mengintepretasikan apakah yang sedang dibicarakan oleh pasangan kita menurut maksud dari pasangan kita. Hal ini memang sangatlah sukar dan membutuhkan banyak latihan didalamnya karena pria dan wanita berpikir dengan cara yang berbeda, mengartikan sesuatu dengan berbeda dan bahkan merespon sesuatu dengan berbeda pula. Secara umum, kita ketahui bahwa pria jauh lebih mengunakan logika mereka sedangkan wanita jauh lebih menggunakan emosi yang mereka rasakan. Sehingga apabila mendengarkan seseorang yang sama berbicara kepada mereka berdua (pasangan) dengan pesan yang sama, dan dalam waktu yang sama,maka mereka berdua bisa mengartikan dan merespon pesan yang sama dengan sangat berbeda. Dengan perbedaan yang besar ini, maka akan bisa menimbulkan permasalahan yang besar didalam sebuah hubungan yang dibangun apabila mereka sedang berkomunikasi satu dengan yang lain. Hal pertama ini bisa dilakukan dengan baik apabila kita mau terus membangun komunikasi yang terus menerus dengan pasangan kita dan kita menjalankan kunci yang kedua.
Kunci yang kedua adalah menjadi pendengar yang baik. Dengan memberi waktu yang cukup untuk mendengar pasangan kita, maka kita akan bisa mampu mengintepretasikan maksud yang akan disampaikan oleh pasangan kita dengan lebih baik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehingga kita bisa menjadi pendengar yang baik:
1. Pertahankan eye-contact kita tertuju langsung kepada pasangan kita. Janganlah kita memandang kepada object yang lain apabila kita sedang berbicara dengan pasangan kita. Tatapan langsung akan memberikan kehangatan, rasa penghargaan, rasa dibutuhkan dan rasa diperhatikan secara langsung bagi pasangan kita.
2. Cobalah untuk terus memfokuskan perhatian kita kepada apa yang sedang dikatakan oleh pasangan kita daripada apa yang akan dikatakan oleh pasangan kita.
3. Latihlah diri kita untuk mendengar pasangan kita sesuai dengan keberadaan mereka.Apabila kita seorang wanita dan kita mendengar seorang pria yang adalah pasangan kita..maka latihlah diri kita untuk mendengar apa yang dikatakan pasangan kita dengan menggunakan logika kita, bukan hanya perasaan kita.
4. Ikutilah topik apapun yang dibicarakan oleh pasangan itu meski hal tersebut tampak asing dan susah dimengerti oleh kita.
5. Berpikirlah dahulu ketika kita mendengar apapun sebelum kita meresponnya. Bagi seorang wanita mungkin ini akan jauh lebih sukar karena wanita cenderung menggunakan emosi dan keadaan hati mereka sesaat daripada melibatkan logika mereka.
6. Usahakanlah melatih diri kita sesaat untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan topik yang sedang dibicarakan ketika kita sedang mendengarkan pasangan kita berbicara. Karena pertanyaan yang nanti akan disampaikan akan membuat komunikasi kita lebih hangat dan hidup dan akan membantu untuk mengkonfirmasi berita yang telah disampaikan oleh pasangan kita.(Sekali lagi, no 6...adalah tantangan yang sangat berat bagi para wanita...tapi tetap beri waktu untuk melatihnya!!)
Jadi didalam kita berkomunikasi dengan pasangan kita, kita tidak hanya menyampaikan "informasi" tertentu..tetapi lebih dalam artinya dimana kita juga menyampaikan pemikiran,perasaan, bahkan karakter kita terhadap pasangan kita. Karena besarnya arti sebuah komunikasi tersebut, maka kami berharap bahwa kedua kunci diatas bukan hanya akan membantu kami tetapi akhirnya dapat digunakan oleh pasangan manapun yang sedang berusaha membangun komunikasi mereka dengan lebih baik dengan menerapkan kedua kunci yang telah disampaikan diatas.
A communication can help us to show our feeling,
It can help us to share our thought,
It also can help us to build our character,
Thus,...
In communication we need understanding and listening to each other
0 comments Labels: Life's sharing
Saturday, 27 March 2010
Enough time before being couple
Posted by Our Journey
Melalui sharing kali ini kami akan membahas sedikit mengenai pentingnya waktu yang dibutuhkan sebelum memutuskan untuk berpacaran dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan didalam masa pergumulan.
Kita memulai terlebih dahulu dengan waktu (yang dibutuhkan sebelum memutuskan untuk berpacaran). Ibarat suatu rencana akan lebih matang jika tidak diputuskan tergesa-gesa. Berpacaran (dan juga pernikahan kelak) menurut pendapat kami adalah suatu perjalanan hidup yang harus kita rencakan matang-matang. Bukan hanya saja tentang karir dan studi yang penting namun hal-hal lain yang berkaitan dalam hidup kita adalah poin-poin yang penting yang masuk dalam keseluruhan hidup kita yang harus juga kita rencanakan semuanya secara matang. Kita tahu bahwa Allah kita adalah Allah yang adalah Sang perencana yang Agung, DIA telah mengetahui dan merencanakan segalanya semenjak kita masih dirahim ibu kita (Yer1:5). Maka DIApun menghendaki kita untuk teratur merencakan segala sesuatunya...(dalam hal ini untuk memutuskan tentang berpacaran).
Jika kita membahas lebih lanjut tentang waktu...maka waktu ini adalah seberapa lama kita sudah berteman dengan"nya". Pertemanan dalam hal ini dimulai dari perkenalan hingga menjadi sahabat/teman dekat. Sebelum "dia" menjadi teman/sahabat dekat kita, maka keputusan untuk berpacaran akan menjadi riskan karena ada banyak sekali hal-hal dalam kehidupan "dia" yang belum kita ketahui/sebaliknya. Hal ini menjadi sangat penting bagi kita sebagai orang kristen yang ingin menjadi berbeda dengan gaya pertemanan dan berpacaran menurut versi dunia ini. Ketika dunia ini mengajarkan pertemanan/berpacaran yang instant, disini orang kristen akan diajak untuk menguji kualitas pertemanan (yang mengarah pada pacaran): seberapa jauh dia memiliki komitmen untuk hidup dalam kekristenan.
Oleh karena itu memutuskan untuk berpacaran tidak dapat kita lakukan dalam hitungan menit karena keputusan yang dihasilkan dari pemikiran yang terlalu cepat adalah cenderung ekspresi dari ego kita yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak Allah. Untuk itu kita juga harus membawa "dia" dan bersama-sama dengan kita dari awal untuk memiliki kualitas pertemanan kristiani.
Jika kita membahas lebih lanjut tentang sebuah pertemanan kristiani maka untuk mewujudkan sebuah pertemanan tersebut baik kita maupun "dia" (calon pasangan/pacar kita) harus sama-sama memiliki pola pikir kristiani. Pola pikir kristiani yang dimaksudkan disini adalah cara berpikir kita yang selalu dilandasi oleh firman Tuhan.
Jadi baik kita maupun "dia" harus saling mengoreksi dan menguatkan, bukan berdasarkan ego..namun berdasarkan fiman Tuhan. Dab ketika pola pikir tersebut sudah dimiliki, maka kita harus tahu bahwa kita sudah berbeda dengan dunia ini.
Seiring dengan berjalannya waktu yang ada, kita bisa melihat disekeliling kita..siapa saja teman-teman/sahabat-sahabat dekat kita yang terus mau menerapkan pola pikir kristiani tersebut didalam hidup mereka. Dan sahabat-sahabat/teman-teman (yang berbeda jenis dengan kita) tersebut bisa kita bawa dalam doa-doa kita (sebagai calon pasangan hidup/pacar kita). Dalam doa, kita dapat terus meminta tuntunan dari Tuhan untuk terus menunjukkan apa yang Tuhan mau (yang terutama) bukan apa yang kita mau dalam kita menentukan siapa calon pacar kita kelak.
Jadi waktu yang dimaksudkan oleh kami dalam pembahasan diatas adalah waktu yang cukup untuk kita berteman. Sehingga dengan waktu yang cukup tersebut maka kita dapat berpikir dan terus bergumul dalam doa (mencari tahu apa yang Tuhan mau).
Setelah kita membahas mengenai "waktu yang cukup" diatas maka kita juga perlu mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan didalam masa pergumulan (didalam waktu yang cukup tersebut). Menurut pendapat kami, ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan didalam masa pergumulan tersebut adalah:
1.Jangan terlalu cepat menjadikan "dia" sehabat/teman baik kita. Jadi dalam hal ini, kita harus benar-benar menguji kedekatan kita setahap demi setahap. Kita jangan pernah merasa takut kehilangan "dia" karena kita tahu dengan pasti Tuhan tetap pegang hidup kita dan tahu yang terbaik bagi hidup kita. Jadi kita harus belajar berteman dengan "dia" dengan netral dan bertahap sampai semuanya jelas. Jika kita terlalu cepat didalam pertemanan, maka dikawatirkan akan terjadinya TTM (teman tapi mesra) atau kehobongan (dimana tertutupi semua keburukan yang ada,yang tampil hanya sisi-sisi baik saja).
2.Perbanyaklah waktu untuk saling berdiskusi dan mengenal satu dengan yang lain karena pacaran secara kristiani yang nanti dilakukan adalah bentuk sebuah hubungan yang serius (yang berpikir langsung menuju pernikahan kudus). Kegiatan jalan-jalan/nonton bioskop/makan-makan memang penting...tapi itu bukanlah yang terutama.
3.Tetap berilah waktu bagi kita untuk mengenal orang-orang lain yang ada didalam pergaulan kita. Jadi jangan membatasi persahabatan kita hanya dengan "dia" seorang.
4.Dalam waktu-waktu yang ada,ijinkanlah diri kita untuk langsung bertatap muka dalam berkomunikasi dengan "dia". Pembicaran langsung dari mata ke mata lebih efektif bagi kita untuk mengetahui ekspresi/karakter si "dia" daripada hanya melalui media komunikasi yang lainnya.
Pada akhirnya kami membagikan semua hal diatas karena kami melihat bahwa berpacaran secara kristiani sama seriusnya dengan pernikahan itu sendiri. Oleh karena itu, waktu yang cukup didalam mempergumulkan calon pacar/pasangan hidup kita...sangatlah penting!!
Berilah waktu yang cukup untuk bergumul akan pasangan hidupmu,
Tetap andalkan Tuhan didalam pergumulanmu,
Dan temukan pasangan hidupmu bersama dengan Tuhan^^.
Labels: Life's sharing
Friday, 26 March 2010
Should I love my spouse with agape?
Posted by Our JourneyKita mungkin sering mendengar dan bahkan mengetahui mengenai kasih agape, tapi apakah kita sudah menerapkan kasih tersebut didalam mengasihi pasangan kita??. Kamipun terus belajar untuk menumbuhkan kasih itu didalam hubungan kami. Memang tidaklah mudah, tapi kami percaya bahwa kasih agape akan memberi dampak yang luar biasa didalam hubungan kami jika kami mampu mengaplikasikannya. Berikut kami akan bagikan sedikit hal yang kami mengerti mengenai kasih agape^^.
Ada 4 jenis kasih yang dibangun didalam hubungan antar manusia: storge, filia, eros dan agape. Agape adalah kasih yang tertinggi diantara kasih yang lain..mengapa?..karena agape mengacu kepada kasih Tuhan kepada kita, kasih Tuhan yang tidak bersyarat dan Tuhanlah satu-satunya sumber kasih tersebut. Contoh kasih agape yang bisa kita lihat adalah bagaimana Kristus rela mati berkorban untuk menebus dosa manusia. Kristus mengasihi kita apa adanya, dengan segala kelemahan/kelebihan yang kita miliki, dan dengan tanpa syarat apapun untuk menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa kita. Kita dapat mengasihi pasangan kita dengan kasih agape apabila kita memiliki hubungan yang intim dengan sumber kasih tersebut...yaitu Tuhan sendiri (1 Yoh4 :7-12).
Terdapat sebuah keutuhan didalam kasih agape...yaitu keutuhan antara kita dengan Tuhan. Memang sangatlah sukar, apalagi karena kita masih hidup didalam kedagingan kita sebagai manusia...tapi kita harus tetap mengusahan yang terbaik untuk mendekat dan menyatu denganNya. Kita harus terus membangun hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan dan mencari tahu apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan...tetap milikilah waktu untuk mencari firman Tuhan setiap hari (meski sesibuk apapun dan selelah apapun hari-hari yang kita hadapi).
Didalam kasih agape kita akan belajar untuk mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri kita sendiri. Tetapi juga didalam agape kita belajar untuk menjadi inisiatif dan proaktif untuk memaafkan, mengasihi, memahami dan mengerti pasangan kita terlebih dahulu...kita tidak hanya meminta pasangan kita untuk memahami, mengerti, mengasihi dan memaafkan kita terlebih dahulu. "Dan sebagimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka"- Luk6:31.
Kasih agape juga merupakan dasar yang teguh didalam membangun kasih kita terhadap pasangan kita. Apabila kita sudah dapat mengasihi pasangan kita sepenuhnya dengan kasih agape, maka kita telah mengerti dalamnya kasih Tuhan dalam hidup kita.
Diatas segala sharing yang dapat kami bagikan mengenai kasih agape..tetap saja apakah kita mau mengasihi pasangan kita dengan kasih agape adalah pilihan dan keputusan kita. Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk mengasihi kita dengan kasih agape, tetapi alangkah baiknya jika kita yang memulai untuk mengasihi pasangan kita dengan kasih agape.
Agape is how God loves us,
Agape is how we have great relationship with God,
Agape is how we share our love to our spouse,
Agape isn't a knowledge but an intentional choice =)
0 comments Labels: Life's sharing
Friday, 19 March 2010
Which one is the most important??...commitment or communication
Posted by Our JourneyDi dalam sebuah hubungan, kita kadang melihat bahwa komunikasi jauh lebih penting daripada sebuah janji/komitmen.Pada sharing kali ini,kami akan mencoba untuk mengemukakan sekaligus membagi sedikit cerita didalam hubungan yang telah kami jalani sampai dengan pernikahan. Jika kami harus memilih manakah yang lebih penting, kami akan menanyakan lebih awal...hubungan seperti apa yang ingin kalian bangun?, hubungan pacaran kristiani / hubungan pacaran menurut versi dunia??.
Menurut pendapat kami, jika hubungan yang terjalin menurut versi dunia ini..maka tentu saja pasangan akan lebih mengutamakan komunikasi yang rutin dan berkesinambungan, dan lebih mengabaikan komitmen. Karena mereka menganggap bahwa komitmen itu merupakan hal yang sudah tua...sudah tidak jamannya lagi ada janji yang dibuat...itu hanya ada pada era tahun 80'an...era tahun orang tua kita dahulu.
Akan tetapi, jika suatu pasangan ingin menjalin hubungan pacaran secara kristiani..maka kita dapat membagikan cerita kami. Bagi kami komitmen dan komunikasi adalah dua hal yang sangat penting, akan tetapi yang terpenting adalah komitmen.Kami percaya bahwa jika suatu hubungan sudah memiliki komitmen yang kuat didalam Kristus..maka kedua pasangan akan bisa sangat melengkapi, saling bertumbuh dan saling menjaga kekudusan hidupnya. Apabila terdapat permasalah didalam hubungan mereka, mereka tidak akan cepat terombang-ambingkan dan tidak cepat merasa putus asa..akan tetapi mereka bisa lebih dewasa didalam menjalani permasalahan mereka dan berusaha bersama-sama mencari pemecahan masalah.
Di samping itu,kami percaya pula bahwa komunikasi adalah hal yang tidak kalah pentingnya didalam suatu hubungan. Hubungan jarak jauh maupun jarak dekat sama-sama sangat membutuhkan komunikasi yang baik didalamnya...karena kita tidak akan dapat menyampaikan isi hati atau pemikiran kita tanpa komunikasi. Di dalam hubungan jarak jauh yang telah kami bina hampir 6 tahun 8 bulan bersama sampai dengan sekarang, kami tidak memungkiri akan pentingnya komunikasi didalam hubungan kami. Seringkali dikatakan bahwa hubungan jarak jauh sangatlah riskan akan terjadinya kebohongan, perdebatan,ketidaksepakatan,
lunturnya kesetiaan seturut jarak jauh yang memisahkan, dan kebosanan. Tetapi kami tetap percaya bahwa kami bisa mengatasi semuanya itu...karena kami terus memegang komitmen didalam hubungan kami dan terus mengkomunikasikan komitmen kami.
Di atas segalanya,didalam hubungan kristiani manapun tidak akan bisa berjalan dengan sempurna jika tanpa Kristus didalamnya.Hanya Kristus yang akan menyempurnakan setiap bentuk komitmen dan komunikasi yang kita bangun.Kristus akan menjadikan hubungan kita nantinya sebagai alat yang boleh DIA gunakan untuk membangun pasangan-pasangan yang lain disekitar kita. Kami percaya bahwa setiap pasangan kristiani manapun bisa memiliki sukacita yang sama besarnya dengan yang telah kami rasakan saat ini apabila pasangan tersebut mau meletakkan Kristus didalam hubungan mereka. Meletakkan Kristus bukan hanya sebagai simbol bahwa hubungan sudah terjalin secara kristiani, tetapi meletakkan Kristus adalah menempatkan Kristus sebagai kepala didalam hubungan yang ada,sebagai dasar didalam komitmen yang telah dibentuk dan komunikasi yang dilakukan. Sehingga ketika orang lain melihat kita sebagai pasangan kristiani, orang lain bisa merasakan kehadiran Kristus didalam hubungan yang kita bangun.
Kami berharap sharing singkat kami akan ini bisa memberikan kekuatan kepada banyak pasangan-pasangan yang membacanya.
Love grows because of HIM,
Love turns to be perfect because of HIM,
We can love someone because of HIM,
No reason we talk about love without HIM,
HE controls our love...so let's love someone as HE loves us so much^^
0 comments Labels: Life's sharing
