Our Wedding Path ♥

Daisypath Anniversary tickers

Our Baby ♥

Lilypie First Birthday tickers
Showing posts with label Couples' milestone. Show all posts
Showing posts with label Couples' milestone. Show all posts

Wednesday, 11 January 2012

GOD'S BEST IS WORTH WAITING FOR

"He has turned my mourning into dancing"...itulah ungkapan sukacita yang keluar dari mulut Meg ketika pertama kali memulai cerita kisah hidupnya yang luar biasa. Perjumpaan Meg dan Joel sangat luar biasa. Mereka dipertemukan dengan cara yang unik dan tak mampu dibayangkan secara akal manusia sebelum pada akhirnya mereka dipersatukan didalam pernikahan kudus.

Sebelum Meg mengenal Joel, Meg sudah pernah menjalin hubungan dengan seorang cowok bernama Rick. Ketika hubungan Meg dengan Rick, Meg berusaha belajar untuk mengasihi Rick dengan kasih agape (kasih tak bersyarat). Meg bahkan tidak lagi melihat tentang kondisi keluarga Rick yang agak kacau. Mama Rick adalah seorang perokok dan penjudi, serta banyak dari keluarganya yang keluar-masuk penjara. Tetapi Meg tetap memandang Rick tanpa melihat darimana dia berasal. Meg berusaha mengasihi Rick meskipun Rick juga adalah seorang Kristen KTP. Meg berharap bahwa melalui hubungan mereka, dia mampu memenangkan Rick serta keluarganya untuk mengenal Tuhan dengan lebih baik. Tetapi karena Tuhan jauh lebih mengasihi Meg. Putuslah hubungan mereka.



Ketika awal-awal Meg putus dengan Rick, kehidupan Meg menjadi agak kacau. Apalagi pada saat yang tidak jauh berbeda, Meg baru kehilangan mamanya. Mama yang selalu ada bersama dengan Meg, yang selalu memberi semangat-cinta-dukungan yang tak henti dihidupnya. Sampai beberapa hari pada waktu-waktu itu, Meg setiap hari didalam doa-doanya hanya bisa mengatakan ayat-ayat yang terdapat didalam mazmur 13. Meg tidak lagi mampu berdoa, tidak lagi tahu harus mengatakan apa..tetapi Tuhan begitu dekatnya dengan Meg dengan memberi mazmur 13 tersebut. Dan itulah yang Meg baca setiap hari dengan suara nyaring dan menangis supaya Tuhan mau bermurah hati mendengarkan doa-doanya. Mulai saat itu Meg memutuskan didalam hatinya untuk tidak lagi memikirkan lebih dulu mengenai pasangan hidup. Meg ingin menyembuhkan dulu luka-luka didalam hatinya supaya hubungan yang baru nanti bisa berjalan dengan lebih baik tanpa tertimbun oleh luka-luka lamanya. Keputusan untuk tidak memikirkan mengenai pasangan hidup memang ada ditangan kita, tapi kita sebagai anak Tuhan tahu dengan jelas bahwa Tuhan terus terlibat didalam setiap hubungan kita. Meg sadar benar bahwa tidak selamanya waktu yang berjalan bisa menyembuhkan luka-luka yang terberkas dihatinya, ada peran serta Tuhan yang besar untuk menyembuhkannya.

Tak lama kemudian, teman Meg memperkenalkan Meg dengan Joel. Bermula dari sebuah pembicaraan singkat, berlanjut menjadi hubungan hati hingga ke sebuah pernikahan. Cara Joel berbicara dengan Meg begitu lembut dan penuh perhatian. Joel berasal dari sebuah keluarga misionaris. Joel sekarang bekerja disebuah proyek terjemahan Alkitab untuk sebuah suku terasing didaerah pedalaman.

Apa yang Meg bayangkan sebelumnya dengan Rick. Bagaimana pernikahan mereka nanti?, betapa mengenaskan hidup yang harus dia jalani dengannya?, apa yang harus dia lakukan untuk mengubah Rick?, seberapa besar dia mampu bertahan dengan Rick serta keluarganya yang kacau?..semua pertanyaan itu sangat membebani Meg. Tapi ternyata Tuhan jauh,jauh,jauh sekali menyayangi Meg. DIA seakan membiarkan Meg putus dengan Rick, bahkan 'seakan' membiarkan Meg dalam kebimbangan. Tapi hari-hari yang seakan tidak jelas itu membuat Meg lebih mendekat serta mengenalNya. Mengenal bahwa Meg memiliki Bapa yang lebih baik dari segalanya. Bapa yang bukan hanya memberikan seorang pasangan hidup, namun seorang pasangan yang lebih dari yang pernah Meg bayangkan, impikan bahkan doakan sebelumnya. Tuhan memberi bonus-bonus yang luar biasa buat Meg dengan mendapatkan Joel. Joel bukan hanya pria yang memiliki kepribadian yang luar biasa baik, tapi juga seluruh anggota keluarga yang baik dan teguh didalam Tuhan..mereka adalah sebuah keluarga yang sangat harmonis! Megpun bisa memiliki hubungan yang langsung dekat dengan mama Joel, bahkan mama Joel seakan bisa mengisi kekosangan figur seorang mama dihati Meg sekarang.

Waktu-waktu yang Tuhan beri untuk Meg seakan dilembah gelap justru memampukan Meg pada akhirnya untuk melihat banyak hal yang salah didalam hubungannya bersama dengan Rick dan juga "terang" untuk kembali lebih fokus untuk melihat kepada rencanaNya yang terbaik baginya. Sekarang banyak keluarga dan sehabat dekat yang mengenal Meg dengan baik bisa melihat bahwa Meg benar-benar sudah mendapatkan yang pasangan terbaik didalam hidupnya, Joel. Tuhan berbicara banyak serta menuntun Meg melalui FirmanNya. Sampai pada akhirnya...Tuhan mempersatukan Joel dan Meg didalam sebuah pernikahan kudus.

Melalui cerita Meg dan Joel kamipun bisa belajar akan 3 hal:
1. Tuhan masih bekerja
Bagaimana disaat-saat Meg tidak lagi mampu melangkah. Meg seakan kehilangan arah karena kehilangan mamanya dan kemudian kehilangan Rick, tapi Tuhan menyapa Meg melalui firmanNya. Tuhan menuntun Meg dengan lembut melalui firmanNya.


2. WaktuNya adalah sempurna
Saat putus dengan Rick, Meg merasakan bahwa dunia seakan berakhir. Ada waktu-waktu penantian dan tangisan, namun dibalik itu ada bonus dan sukacita dariNya. Tuhan seakan ingin menyapa kita anak-anakNya diwaktu-waktu 'dilembah gelap' hidup kita:'Sabarlah anakKu, kuatlah anakKu, tetaplah percaya padaKu..waktunya akan segera datang, tak lama lagi. Aku sudah merancang lebih dari yang terbaik bagimu. Kamu adalah anakKu yang akan menyatakan kemulian namaKu." Dan memang benar, DIA tidak pernah terlalu cepat ataupun terlalu lambat, namun tepat...semuanya sempurna adanya.

3. Hidup kita menjadi kesaksian bagi namaNya
Apa yang kita alami sekarang bukan tanpa tujuan. Kita hiduppun juga untuk menjadi alatNya. Sama dengan Meg dengan semua pahit-manis yang dia alami, pada akhirnya dia bisa bercerita dengan orang-orang disekitarnya betapa Tuhan itu baik. Melalui apa yang dia lalui sampai pada akhirnya dia mendapatkan yang terbaik...semua menceritakan betapa hebatnya Bapa kita disurga, yang kita miliki dan kita sanjung sebagai Bapa kita. Dengan setiap kejadian yang kita alami, kita mengalami tangan kasihNya bukan dari apa kata orang tetapi dari apa yang kita alami sendiri bersama denganNya.

Semoga cerita diatas bukan hanya menguatkan kami untuk semakin mengenalNya, namun juga dapat menguatkan sahabat-sahabat sekalian yang membacanya. Cerita diatas adalah diambil dari sebuah kisah nyata atas persetujuan dari orang-orang yang bersangkutan. Kami menyembunyikan nama asli mereka untuk menjaga privacy hidup mereka.

"Except the LORD build the house, they labour in vain that build it: except the LORD keep the city, the watchman waketh but in vain."-Psalm 127:1/KJV

Read More..

Sunday, 20 November 2011

Wil and Kate love story

Berikut adalah sebuah kisah nyata bagaimana tangan Tuhan merajut indah sebuah perjalanan kasih yang panjang sampai kepada sebuah pernikahan yang menyentuh dan mengharukan.

Wil seorang mahasiswa di sebuah kampus di New Zealand. Dan Kate saat itu sudah bekerja di Surabaya setelah lulus kuliah. Suatu waktu Kate berkenalan dengan seorang teman yang bernama Lilian,yang berasal dari kota Malang,di sebuah gereja di Surabaya. Sedangkan Lilian adalah teman baik yang dianggap sebagai kakak angkat oleh Wil. Dan karena Lilian lah akhirnya Wil berkenalan dengan Kate. Mereka berkenalan sebagai teman biasa mulai sejak Maret 2007. Mereka berteman melalui email dan chating secara murni dengan sharing tentang masa lalu, pelayanan, kerohanian, keluarga, pekerjaan, study dan problem sehari-hari. Sehingga Kate mulai menganggap Wil sebagai seorang sahabat yang bisa diajak curhat dan sharing serta memberi nasehat. Selama beberapa bulan hubungan pertemanan mereka, Wil tergerak untuk mengatakan merasa dekat dengan Kate.


Kate dan Wilpun akhirnya memutuskan untuk sama-sama bergumul mengenai hubungan mereka yang lebih lanjut. Dalam waktu 6 bulan mereka bersama-sama berdoa dan mencari tahu kehendak Tuhan(dari bulan Juni 2007 sampai dengan Desember 2007). Akhirnya setelah melalui konsultasi dengan kakak rohani, Katepun mendapatkan sebuah masukkan dari kakak rohaninya bahwa apabila seorang itu adalah pasangan hidup yang dari Tuhan, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Seiman(sama-sama sudah lahir baru dalam Kristus),
2. Seimbang(dalam umur, status keluarga, pendidikan, terutama kerohanian),
3. Restu orang tua(kedua orang tua harus bertemu dahulu sebelum memutuskan resmi sebagai pasangan kekasih),
4. Restu pemimpin rohani (oleh pembimbing rohani/ ketua komunitas mau dibina dan diberi nasehat bagaimana pacaran yang sehat dan bertumbuh serta akan dinilai apakah pacaran berdampak positif / negatif bagi kerohanian)
5. Kasih yang bertumbuh(tidak instan dan terbukti dengan waktu semakin bertambah atau berkurang)

Wil dan Katepun terus melanjutkan pergumulan dan doa-doa mereka sebelum pada akhirnya mereka mengambil keputusan apakah mereka diijinkan Tuhan sebagai sepasang kekasih. Pergumulan mereka saat itu adalah: syarat 1 dan 2 sudah terpenuhi dari awal, syarat 4 dan 5 mengikuti seiring perjalanan waktu pergumulan selama 6 bulan. Namun syarat ke 3 bisa terpenuhi hanya jika Wil pulang indo dan mempertemukan keluarga Wil dengan keluarga Kate.


Maka pada tanggal 24 November, Will pulang Indonesia dari New Zealand hanya untuk bertemu dengan Kate dan keluarganya di Surabaya. Maka diaturlah pertemuan antara orang tua Wil dengan Kate pada hari natal 25 Desember 2007 (siang hari) untuk mengetahui apakah kedua orang tua bisa setuju dengan hubungan mereka nantinya. Kedua pihak orang tua harus dipertemukan supaya apabila terjadi ketidak cocokan, maka Wil dan Kate bisa menjembatani ketidak setujuan kedua orang tua mereka. Tetapi puji Tuhan, semua kekawatiran mereka akan ketidak cocokan yang ada ternyata tidak terjadi. Kedua orang tua mereka tidak masalah dengan hubungan mereka berdua dan bisa saling menerima keadaan keluarga masing-masing. Karena persetujuan kedua belah pihakpun terjadi, maka pada tanggal 31 Desember 2007 mereka meresmikan hubungan kasih mereka sebagai sepasang kekasih. Bahkan Tuhanpun juga menjawab pergumulan hati Kate dengan perasaan damai sejahtera yang dirasakannya akan hubungannya dengan Wil pada saat kebaktian natal 25 Desember 2007 (malam hari) di gereja. Perasaan Kate ini benar-benar memantapkan hati Kate untuk berkomitmen dengan Wil sampai menikah. Tuhan menjamah hati Kate melalui doa-doa Wil untuk Kate saat disampingnya.

Setelah hampir 2 bulan di Indonesia, akhirnya mengharuskan Wil untuk kembali meneruskan study dan bekerja sebagai programmer di New Zealand. Wilpun harus kembali pada malam Valentine 14 Febuari 2008. Sehingga mereka harus menjalani hubungan jarak jauh selama 2 tahun sebelum pada akhirnya Wil melamar. Kisah mereka mengalami berbagai tantangan emosi, kejenuhan dan ujian kepercayaan selama hubungan jarak jauh tersebut.

Pada tahun-tahun pertama jarak jauh, hubungan mereka sempat diwarnai konflik dan nyaris putus karena ketidak percayaan, namun bisa terselamatkan oleh karena kasih karunia Tuhan. Dan akhirnya setelah 2 tahun, Wil memutuskan untuk pulang indo dan melamar Kate tepat pada hari ulang tahun Kate tanggal 27 Desember 2009. Setelah hampir sebulan di indo, Wil terbang ke New Zealand untuk kembali bekerja dan membangun mimpinya demi masa depan mereka berdua nantinya di NZ.

Wil dan Kate berencana akan menikah 2tahun setelah lamaran yaitu pada 20 November 2011 (4 tahun persis sejak pertemuan pertama mereka). Namun tantangan kembali mengguncang hubungan mereka. Pada pertengahan tahun 2011, saat akan mengurus surat-surat keperluan pernikahan mereka, ada beberapa surat yang belum terpenuhi dan belum bisa dilanjutkan ke catatan sipil ataupun gereja. Surat anggota jemaat gereja di New Zealand sulit didapatkan sehingga Wil harus berusaha keras mencari jalan dan bantuan untuk mendapatkannya. Setelah akhirnya sebulan berjuang, pihak gereja Wil di NZ bisa memberikannya. Namun setelah itu, disusul kabar bahwa surat baptis Will hilang padahal itu yang merupakan syarat utama pemberkatan nikah di gereja. Will harus meminta pastor yang membaptisnya di Korea pada tahun 2003 dan itu tidak mudah karena data saat itu belum rapi dan ratusan orang yang sudah dibaptiskan.Dan rasanya mustahil untuk bisa menikah tanpa surat Baptis sebagai bukti sama-sama seiman(sedangkan baptis 2 kali tidak boleh dalam iman Kristen). Katepun memutuskan untuk berdoa dan berpuasa selama seminggu penuh memohon belas kasihan Tuhan supaya surat Baptis Wil bisa ketemu. Dan mujizat terjadi! Tuhan mendengar seruan doa Kate yang sungguh-sungguh ingin supaya Tuhan menolong.

Setelah genap seminggu mencari kehendak Tuhan, orang tua Wil mengabarkan bahwa surat baptis Wil ketemu dirumahnya. Puji Tuhan, jalan mereka kembali lancar. Setelah tantangan surat baptis bisa dilalui dengan pertolongan Tuhan, muncul kembali tantangan berikutnya yaitu Visa NZ Wil ketolak dan mengganggu mimpi Wil sebagai programmer profesional di negara asing. Berbagai usaha oleh pihak perusahaan Wil dilakukan supaya imigrasi memberikan visa untuk Wil, namun akibat gempa di NZ maka visa untuk orang asing semakin sulit didapatkan. Hidup mereka yang semula direncanakan di NZ tiba-tiba kandas dan mereka harus menyerah pada kehendak Tuhan saja. Akhirnya Wil memutuskan akan pulang ke Indo menjelang hari pernikahannya awal November dan menyusun rencana untuk memulai hidup baru bersama Kate di Indonesia.

Wil dan Kate belum mengerti persis apa kehendak Tuhan dalam hidup mereka mengapa mereka harus kembali ke Indonesia sebelum tinggal disana seperti yang sudah direncanakan pertama-tama. Namun, satu hal yang mereka percayai bahwa pernikahan mereka adalah Rencana Tuhan yang indah dan masa depan mereka ada ditanganNya kemanapun Tuhan membawa hidup mereka, entah di NZ maupun di Indonesia kembali. Tuhan tidak akan meninggalkan orang-orang yang selalu berharap akan kasih setiaNya. Amin.

Pernikahanpun pada akhirnya dilangsungkan pada 20 November 2011. Sebuah pernikahan dengan lika-liku perjalanan kasih yang panjang, namun banyak menjadi berkat bagi sahabat serta teman bahkan keluarga disekitar mereka.

Berikut adalah puisi yang tercipta tuk melukiskan bagaimana dalamnya kasih Tuhan serta campur tanganNya didalam kehidupan mereka:

Marriage is God’s Plan…

When we met four years ago
It was part of God’s wonderful plan
And we were gratefull for that

God's made us best friend
Together we learned about faith, hope and love
Learned how to share, honor and cherish each other
Although a long distance relathionship we have
Our love grow each day

Now, because of His beautiful grace
And the presence of Holy Spirit
We become husband and wife
Bestfriend for a lifetime

We love because He first Loved us,
-1 John 4 : 19-

Read More..

Wednesday, 9 November 2011

Only our LORD..neither husband nor wife!!

Susi dan Danu dipertemukan didalam sebuah gereja tertentu sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Pernikahan merekapun berlangsung sangat meriah baik digereja maupun di gedung resepsi. Banyak kenalan, sahabat, dan keluarga yang datang ke acara pernikahan mereka.

Susi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Susi berasal dari keluarga yang sederhana tapi sangat cinta Tuhan. Sifat kepemimpinan dan dominan Susi sangatlah besar, apalagi dia harus juga menjadi teladan bagi adik-adiknya. Sedangkan Danu adalah anak terakhir dari 3 bersaudara. Keluarga Danu sangat berbeda jauh dari Susi. Keluarga yang Kristen tapi tidak benar-benar menghidupi Kekristenan itu sendiri. Danu dari kecil memang dimanja oleh orang tuanya, apalagi keluarga Danu adalah keluarga kaya..jadi Danu bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan dalam waktu singkat.


Selama proses berpacaran Danu memang lebih sering dikontrol dan dikendalikan oleh Susi. Susi sendiri tahu dengan benar bahwa seharusnya dia yang adalah "calon istri" belajar tunduk kepada suami. Tapi hal tersebut tidak bisa dia lakukan karena Danu bahkan tidak mampu memutuskan apapun dalam keadaan-keadaan sekecil apapun. Kebiasaannya dari sejak kecil semua serba ada, serba dilayani dan dimanjakan membuat Danu tumbuh menjadi pemuda yang kurang bertanggung jawab dan tidak berani mengambil keputusan apapun.

Mereka berpacaran 1.5 tahun sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Susi tetap terus membawa dalam doa supaya Danu bisa benar-benar lahir baru dan berubah. Pada akhirnya Susi memang setuju untuk menikah dengan Danu karena meskipun Danu terlihat begitu tidak dewasa, tidak bertanggung jawab dan manja..namun dibalik itu dia memang sangat romantis, suka membantu, ramah dan suka bercanda. Susi tetap percaya bahwa seiring berjalannya waktu Danu akan mengalami perubahan dalam hidupnya dan mengerti tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Setelah pernikahan berlangsung 1 tahun ternyata sifat Danu masih belum berubah, Danu masih belum bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai suami. Bahkan yang lebih buruk lagi, Danu mulai perlahan masuk kedalam bujukan teman-teman kantornya untuk berjudi kecil-kecilan. Susipun tanpa menyerah dan terus percaya pada kuasa Tuhan..Susi tetap tekun membawa dalam doa dan puasa untuk mencari kehendakNya.

Setelah 2 tahun berjalan, kelihatannya tidak ada perubahan yang berarti dalam hidup Danu. Memang dalam bisnis, Danu semakin berhasil dan sukses, namun dengan kesuksesan itu Danu bertambah jauh dari Tuhan dan bahkan tidak lagi memikirkan kehidupan rumah tangganya dengan Susi. Danu menyerahkan semuanya pada tangan Susi, istrinya.

Pada pertengahan tahun ke 3, Tuhan memberi karunia seorang anak kepada Danu dan Susi. Susipun tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mengubah Danu. Susi tetap tekun untuk terus mendoakan supaya Danu bisa berubah.

Sampai pada akhirnya...

Danu diundang kerumah teman kantornya. Disanapun Danu ikut-ikutan judi kecil-kecil. Mereka saat itu berjudi bola. Secara tiba-tiba teman dekat Danu kemudian teriak-teriak dan seperti kerasukkan setan. Danu dan teman-teman yang lain begitu panik dan ketakutan. Akhirnya mereka teringat pada seorang gembala digereja mereka yang memiliki karunia untuk mengusir setan. Setelah seorang gembala ini datang dan mendoakan, teman Danupun bisa kemudian sadar dan kembali pulih. Sejak keadaan itu, Danu kemudian tersadar akan semua kesalahan yang sudah dia perbuat. Segala tanggung jawab dan apapun yang seharusnya dia lakukan sebagai seorang suami, namun semuanya harus dikerjakan oleh istrinya. Setelah keadaan itu, Danu kembali ke rumah..
Susipun menantikan kedatangan Danu. Setibanya Danu di rumah, ketika melihat Susi sedang membukakan pintu...Danu lantas lansung sujud dikaki Susi dan berkata..
Danu : "Maafkan aku Susi, aku sudah tidak bisa menjadi seorang suami yang terbaik bagimu" (sambil terisak tangis dan perasaan penyesalan yang begitu mendalam)
Susi: "Apa yang sudah terjadi denganmu, Dan?" (merangkul Danu dengan penuh kebingungan)
Susipun memapah Danu dan membawanya masuk ke dalam rumah. Kemudian Danu menceritakan segala kejadian yang sudah terjadi dirumah temannya itu. Sejak kejadian itu, Danu mulai tersadarkan bahwa hidup tanpa Tuhan itu kosong dan tidak berarti. Hanya Tuhan yang bisa menjaga hidup kita..karena tanpa Tuhan semuanya ada sia-sia saja.

Setelah Danu selesai bercerita, Susipun mengajak Danu untuk berdoa bersama. Mereka mengucap syukur karena Tuhan sudah bekerja dihati Danu. Sekian lama doa dan puasa penantian Susipun telah dijawab oleh Tuhan. Betapa luar biasanya Tuhan bekerja didalam hidup Danu dan Susi.

Keesokkan harinya, setelah Danu pulang dari pekerjaannya ke kantor. Danu langsung pergi ke rumah pendeta di gereja. Dia menceritakan setiap hal yang dia alami dan bagaimana Tuhan menjamahnya melalui kejadian yang ada. Dia sudah benar-benar memutuskan ingin lahir baru dan berubah. Akhirnya setelah 3 bulan Danu mengikuti peneguhan untuk lahir baru di gerejanya tersebut, Danupun benar-benar berkomitmen untuk mengubah dirinya.

Sejak Danu benar-benar memutuskan untuk lahir baru didalam Kristus, Danu mulai mengerti tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Dia mulai bisa mengasihi, Susi, istrinya dengan kasih yang diteladani dari Kristus yang sudah mengasihi jemaatNya dengan kasih yang tak berkesudahan. Hubungan suami-istri mulai terpulihkan dan Susi yang memang punya karakter dominan/ pengatur, setelah melihat perubahan suaminya...Susipun belajar perlahan untuk mulai tunduk kepada suaminya.

Dari cerita singkat diatas kita bisa belajar bahwa:
1. Hanya Tuhan yang mampu memulihkan sebuah keluarga. Tanpa Tuhan, sebesar apapun usaha manusia tidak akan dapat sanggup melakukan/menyelesaikan apapun. Pernikahan dibangun untuk memuliakan namaNya. Jadi sebesar apapun tantangan yang kita hadapi didalam pernikahan kita, marilah kita tetap beriman dan percaya akan kuasa pemulihan Tuhan didalam hidup pernikahan kita. Jangan pernah berputus asa dengan keadaan yang ada karena pernikahan sendiri adalah kudus dimata Tuhan..bagaimana Tuhan mengambarkan sebuah pernikahan seperti layaknya hubunganNya sendiri dengan jemaat.

2. Para suami juga harus ada inisiatif untuk mau berubah. Jika Danu tidak mau mendengar peringatan dari Tuhan dan segera datang kepada pendeta yang ada digerejanya untuk memohon bantuan didalam mengubah dirinya..maka Danu tidak akan pernah benar-benar lahir baru. Memang seorang pria memiliki ego yang lebih besar daripada seorang wanita, tapi tanpa kerendahan hati maka tidak akan pernah ada perubahan pada diri seseorang. Hidup dengan ego tidak selalu membawa kebaikkan, namun hidup dengan kerendahan hati akan selalu membawa kebaikkan.

3. Para istri tetap setia untuk terus mendoakan suami dan keluarganya. Tanpa dukungan doa dari Susi, istrinya..Danupun juga tidak akan dapat mengalami pemulihan didalam hidupnya. Dibalik suami yang kokoh dan teguh, diperlukan seorang istri yang kuat dan tekun didalam doa-doanya.




"When the spouses' spiritual, emotional and physical relationships with each other are all strong, and each spouse's relationship with God is strong, the marriage is strong and balanced"~by purposeofmarriage.org


Read More..

Monday, 4 July 2011

I love HIM / I love him so much??

Sudah 2 bulan lebih Yuri tidak lagi terlihat di kebaktian umum/pun pemuda. Banyak teman-teman Yuri bingung dimanakah gerangan keberadaan Yuri?.
Kakak Pembina: "Santi, apakah kamu tahu dimana Yuri?"
Santi : "Saya tidak tahu Kak...kemarin hari sabtu pagi memang sempat kami bertemu secara tidak terduga di sebuah mall dipusat kota, tapi ketika saya bertanya kenapa kamu kok lama tidak pergi gereja? Yuri hanya tersenyum saja dan menjawab santai..iya, ntar aku pergi minggu ini".
Kakak Pembina: "San, saya tahu kamu bersahabat cukup dekat dengan Yuri. Saya harap kamu jangan bosan-bosan mengingatkan Yuri untuk ke gereja ya"
Santi : "So pasti Kak...beres", sahutnya santi dengan tersenyum.
Diatas adalah sedikit cuplikan pembicaraan antara Kakak pembina pemuda dengan Santi (sahabat karib Yuri).



Yuri adalah seorang pemudi yang dikenal banyak orang sangat gaul, cantik, baik, merdu suaranya dan giat didalam pelayanan baik di kebaktiaan umum maupun pemuda. Banyak pemuda tertarik dengan kepribadian Yuri. Tapi Yuri hanya menanggapi mereka dengan rendah hati dan senyuman manisnya. Banyak orang di gereja suka kepada Yuri yang rendah hati itu. Jadi ketidak hadiran Yuri selama 2 bulan, jelas membuat banyak orang bertanya-tanya.

Tak lama setelah genap 3 bulan Yuri tidak lagi muncul di gereja, hari sabtu sore, setelah pagi harinya Santi tak sengaja bertemu dengan Yuri dimall pusat kota, orang tua Yuri datang kerumah Santi dan membawa setumpuk undangan supaya Santi mau membantu Yuri untuk memberikannya kepada beberapa sahabat-sahabat Yuri digereja. Santipun menerima dan mau membantu memberikan undangan tersebut tanpa berpikir yang macam-macam. Santi sejenak berpikir mungkin Yuri tidak datang ke gereja beberapa saat karena sedang bingung untuk mempersiapkan pernikahannya tersebut. Santi hanya meletakkan setumpuk undangan tersebut, tanpa rasa ingin tahu membuka / membacanya.

Keesokkan harinya, pada hari minggu pagi, Santipun tak lupa untuk membawa setumpuk undangan tersebut ke gereja. Yuri mengundang hampir semua sahabat-sahabat sepelayanannya baik di kebaktian umum dan pemuda. Namun yang membuat sahabat-sahabatnya dan termasuk Santi yang adalah sahabat dekatnya sangat terkejut adalah ketika mereka membuka undangan tersebut, mereka mendapati bahwa Yuri tidak menikah di gereja. Yuri mendapatkan cowok yang berbeda agama, yang bernama Timo. Dan Yuripun memutuskan untuk menikah menurut agama yang Timo anut.

Setelah cukup lama banyak orang terkejut akan pernikahan Yuri tersebut. Santipun tak kunjung puas dengan sahabatnya yang tiba-tiba berpindah agama tersebut karena Santi merasa tidak mungkin orang seperti Yuri secara tiba-tiba memutuskan untuk segera menikah dengan orang yang berbeda agama dengannya. Santi langsung menghubungi Yuri. Santi dan Yuripun akhirnya bertemu disebuah mall terbesar dikota mereka. Yuripun bercerita banyak kepada Santi.

Kedua orang tua Yuri bukanlah seorang yang cinta Tuhan. Bagi mereka, asalkan Yuri menikah, dari keluarga kaya, dewasa, bertanggung jawab, agama apapun itu tidak bermasalah. Memang Yuri berasal dari keluarga kaya, jadi untuk itulah orang tua Yuri ingin Yuri menikah dengan orang yang berasal dari level yang sama dengan mereka.

Yuripun mencurahkan seluruh perasaannya kepada Santi. Bagaimana orang tuanya sangat menekan dia untuk menikah. Orang tuanya begitu malu karena dengan Yuri yang sudah berumur namun belum menikah. Selama ini ada sekian banyak cowok yang dijodohkan oleh orang tuanya, namun Yuri tetap bertahan dengan prinsipnya untuk mencari cowok yang seiman dan cinta Tuhan. Sampai pada akhirnya, orang tua Yuri mengenalkan dengan Timo. Timo memang adalah seorang cowok yang baik, dewasa, dari keluarga kaya dan sangat sopan..tetapi menganut agama yang berbeda. Yuripun pertama tidak mau menerima Timo, namun kedua orang tuanya sangat memaksanya. Sampai akhirnya kedua orang tua Yuri mengatakan..."Jika kamu tidak mau menikah dengan Timo maka lebih baik kamu keluar dari rumah ini. Kami lebih baik tidak mengakui kamu sebagai anak daripada harus menanggung perawan tua dirumah ini". Yuripun tidak tahan dengan tekanan itu, akhirnya Yuri "mengatakan IYA" untuk mau menjalin hubungan dengan Timo. Akhirnya Timo cinta mati dengan Yuri dan mengajak Yuri menikah tapi dengan syarat Yuri harus mau pindah agama dan diresmikan menurut agama keluarga Timo. Keluarga Timo sangat fanatik dengan agama mereka. Jadi untuk itulah Yuri dengan berat hati mau berpindah agama..supaya dia tidak diusir dari rumah.

Santipun tidak bisa berkata-kata terlalu banyak ketika bertemu dengan Yuri karena semuanya sudah terlambat. Yuri sudah menyebarkan undangan, dan tidak mungkin tiba-tiba pernikahan itu dibatalkan karena Yuri sangat takut dengan kedua orang tuanya. Santi hanya bisa memeluk Yuri dan mengusap air mata Yuri yang membasahi kedua pipinya yang cantik itu. Dengan terdiam sejenak Santipun berkata,"Kenapa baru sekarang kamu mengatakan semua ini kepada Yuri?..seandainya kamu berkata lebih awal, mungkin aku bisa membagi pengalamanku denganmu. Aku mengalami pengalaman yang sama denganmu".

Inilah cerita singkat dari seorang pemudi sederhana bernama Santi...

Santi tergolong dari keluarga yang sederhana dikota A. Kedua orangtuanya juga belum mengenal Tuhan, tapi Santi terus tekun mendoakan mereka. Ibu Santi terkenal sebagai seorang yang sangat "mata duitan"..apapun diukur dari sudut pandang materi. Ibu Santi sangat ingin Santi menikah dengan orang yang kaya dan terpandang. Kegigihan keinginan Ibu Santi itulah memaksa ayah Santi untuk menjodoh-jodohkan Santi dengan anak-anak pejabat (rekan ayahnya karena ayahnya bekerja dikantor pemerintahan waktu itu). Tetapi semuanya tidak mempan, Santi tetap tidak mau menikah selain dengan orang yang seiman. Sampai akhirnya Ibunya mengatakan bahwa jika Santi tidak mau menikah, lebih baik dia tidak mengakui Santi sebagai anak, Santi disuruh keluar dari rumah...itu lebih baik.
Apakah tindakan Santi??..
Santi lebih memilih Kristus, berbeda dengan Yuri...."aku lebih sayang kepada Kristusku, Yur", jawab Santi dengan tetesan air matanya.
"Aku tahu bahwa Kristus lebih berarti dari apapun juga, bahkan daripada hidupku sendiri",kata Santi dengan perlahan.
Santipun keluar dari rumahnya, dari kota A..dia merantau ke kota B..tempat dia sekarang. Terus dia bertemu dengan Yuri dikota B dan pelayanan bersama dengan Yuri.Santi tetap mendoakan kedua orang tuanya dan memohon pengampuan dari Tuhan atas mereka. Saat ini Santi sedang mempergumulkan seorang cowok, mereka bertemu ketika pelayanan bersama di gereja, namun si cowokpun berasal dari keluarga sederhana. Santi tahu bahwa Ibunya pasti tidak setuju akan hubungan mereka. Tapi Santi tetap bertahan dalam doa-doanya karena Santi tetap percaya bahwa selalu ada jalan saat tiada jalan..karena bersama dengan Kristus, DIA yang akan selalu membuka jalan bagi hidupnya.

Inilah cerita singkat antara Yuri dengan Santi...
Ada banyak hal yang begitu menekan bahkan menggoda kita untuk berjalan menjauh dariNya. Tinggal apakah kita mau menuruti kedagingan kita / keinginan Tuhan dengan melawan setiap hal yang menekan / menggoda tersebut. Apa yang menurut kita baik, itu belum tentu baik bagi kita..karena hanya DIA yang tahu apa yang baik bagi kehidupan kita. Jadi sahabat-sahabat yang sedang bergumul mencari pasangan hidup...tetaplah pergumulkan semuanya denganNya. Cintailah DIA lebih dari apapun, bahkan daripada hidupmu sendiri..karena dengan demikian kita tahu bagaimana kita bisa menjalani kehidupan ini^^.

"Trust in the LORD with all your heart and lean not on your own understanding; in all your ways submit to Him, and He will make your paths straigh - Proverbs 3:5-6/NIV"

Read More..

Sunday, 5 June 2011

Nothing in the past...something in the present...everything in the future^^

Hari minggu kemarin dipertengahan tahun 2011 adalah hari yang penuh dengan kenangan yang indah dan manis bagi Roni dan Rina. Setelah mereka melewati masa-masa pacaran yang berliku-liku dan panjang, akhirnya mereka mengakhirinya dengan indah melalui pernikahan suci yang mereka tempuh. Tidak pernah dipikirkan sebelumnya bahwa Rina akhirnya akan menikah dengan Roni, demikian pula sebaliknya. Namun jika Tuhan sudah berkehendak, apapun yang tidak mungkin bagi manusia..adalah sangat mungkin bagiNya.

Orang yang ada dimasa lalu mungkin di masa yang akan datang menjadi pasangan hidup kita, itulah cerita dari Rina dan Roni. Mereka dipertemukan didalam sebuah pelayanan disebuah gereja kecil di kota A pada tahun 2003. Pertemuan merekapun benar-benar dimulai dengan kesan yang sederhana. Rina dikenal sebagai seorang pemudi yang lincah, suka bergaul dan baik hati yang juga sangat aktif didalam pelayanan sekolah minggu di gereja di kota A tersebut. Sedangkan Roni dikenal sebagai seorang pemuda yang biasa-biasa saja, dia datang hanya sebagai jemaat umum biasa. Rina dan Ronipun bertemu didalam kebaktian minggu jemaat umum biasa.

Suatu hari Rina kekurangan orang yang dapat membatu komisi sekolah minggu untuk antar jemput anak-anak sekolah minggu saat itu. Akhirnya Rina tiba-tiba teringat pada Roni,dan tanpa berpikir panjangpun Rina segera menawari Roni untuk pelayanan membantu anak-anak sekolah minggu tersebut. Ternyata Roni mau membantu dan menjadi aktif didalam sekolah minggu. Roni yang agak pendiam dan pemalu itu kemudian mau mengantar dan menjemputi serta besuk anak-anak, namun dia masih tidak mempunyai cukup keberanian untuk memimpin pujian/cerita di sekolah minggu. Ketulusan hati dan rasa penolong itulah pada akhirnya membawa Rina mengagumi Roni. Tapi Rina saat itu hanya bisa menahan segenap perasaannya kepada Roni karena Rina melihat Roni yang saat itu sedang mendekati seorang gadis di gereja tersebut. Jauh dari bayangan mereka bahkan mereka tidak pernah berpikir bahwa nantinya mereka akan menyatukan diri sampai kepada pernikahan kudus.


Rina yang menyimpan seluruh perasaannya karena mengira Roni sedang mendekati cewek lain. Sedangkan Ronipun menyimpan perasaannya padahal dia tahu bahwa Rina baru putus dengan seorang cowok dari gereja yang sama. Roni yang pemalu hanya menyimpan segenap perasaannya dan tidak berani mengutarakan apa-apa kepada Rina. Rina memang sangatlah idealis, banyak pertimbangan bagi seorang Rina untuk memilih pasangan hidup. Memang Rina mengagumi Roni, namun Rinapun masih berpikir bahwa Roni bukan dari keluarga kaya, pendidikan juga cuma sampai SMA. Meskipun Roni baik, sopan, dan suka membantu, namun pikiran-pikiran sombong Rina yang idealis itu membuat Rina menyimpan dengan rapi seluruh perasaannya perlahan terhadap Roni.

Tahun 2007 Roni dan Rinapun berpisah karena Roni harus pindah ke kota B. Kepindahan Ronipun saat itu ditanggapi biasa saja oleh Rina, selayaknya teman biasa yang pindah ke tempat lain, tanpa perasaan mendalam apapun.

Tidak lama setelah itu, Rinapun mengenal seorang cowok lain (yang sesuai dengan segala keidealisannya), bernama Alex. Alex adalah calon seorang dokter. Untuk keidealisan yang Rina punya itulah kemudian Rina melanjutkan untuk sekolah S2. Hubungan Rina dan Alex memang kelihatan baik-baik saja, tapi didalamnya mereka berjalan dengan ikatan komitmen yang tidak seimbang. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan hubungan mereka pada akhirnya setelah berjalan hampir 1.5 tahun dalam hubungan mereka. Ketika Rina dan Alex masih berhubungan, Roni masih suka menelepon Rina selama kurang lebih 3 bulan sekali. Tapi karena Rina sudah menganggap Roni hanya sebatas teman biasa, setiap kali Roni menelepon hanya dijawab secara ringan dan cuek oleh Rina. Dan tak kemudian lama, Rina kehilangan HPnya dan semua nomor telepon teman-temannyapun hilang. Dari sejak itupun, Ronipun agak lama tidak menelepon Rina. Bisa dikatakan itu mungkin pelajaran yang cukup berharga buat Rina yang agak sombong, idealis dan cuek itu.

Sampai pada tanggal 27 Desember 2009, Rinapun berhasil mendapatkan nomor telepon dari teman-teman lamanya dari teman-teman gerejanya. Rinapun memberi sms selamat natal kepada semua teman-teman lamanya, termasuk kepada Roni. Ketika Rina memberi sms itupun, Roni tidak membalas langsung sms tersebut. Tapi tidak tahu mengapa, keesokkan harinya Rina tiba-tiba sms Roni lagi. Pada sms yang kedua itupun, Roni akhirnya berusaha menebak-nebak Rina (karena mungkin Rina sudah tidak ada didaftar nama di hpnya). Tapi akhirnya setelah Roni menebak-nebak dari gaya bicara Rina di sms, Ronipun tahu kalau itu ternyata Rina, merekapun saling bertukar account FB. Dari FBpun, tahun 2009 itu, Rina tahu bahwa Roni dengan nama aslinya adalah Suryana. Jadi selama ini Rina mempunyai teman, yang sempat dia kagumi, yang diketahui dengan nama panggil Roni itu...tapi Rina tidak tahu nama aslinya adalah Suryana. Sangat unik dan benar-benar tidak terpikirkan.

Pada awal januari 2010, adik Rina mengalami kecelakaan. Ronipun selalu ada untuk terus mendukung, menguatkan, menghibur dan menenangkan Rina yang saat itu galau dan sedih melihat kondisi adiknya itu. Keadaan kedekatan merekapun berlanjut sampai adik Rina sembuh dari kecelakaan. Ronipun tak jarang menemani Rina yang sibuk waktu itu untuk menyelesaikan S2nya. Ronipun menemani Rina mengerjakan thesis, meskipun jarak memisahkan mereka. Roni selalu membantu membangunkan Rina setiap pagi jika Rina sudah lupa bangun pagi karena semalam sudah telalu letih dengan mengerjakan tugas-tugas S2nya.

Kedekatan hubungan itulah yang memberanikan Roni suatu ketika mengatakan "aku kangen denganmu" kepada Rina. Rinapun menjawab dengan santai "ayo kalau kangen ke sini aja". Dan jawaban singkat Rinapun, ditanggapi serius oleh Roni bahwa Roni sudah memesan tiket untuk ke kota A tanggal 14 Februari nanti (hari valentine).

Dengan kedekatan mereka dan hubungan mereka yang pernah ada sebagai seorang sahabat(saling mengenal dan tahu), tak lama kemudian bulan April Roni datang kepada orang tua Rina dan meminta restu orang tua Rina atas hubungan mereka. Seijin orang tua pula, mereka akhirnya berani melangkahkan kaki pada bulan Juni 2010 untuk bertunangan.

Rinapun ingin segera menikah karena kedua orang tua Rina tak jarang "menekan" Rina dengan sangat berat untuk segera menikah. Bahkan saat-saat kedekatannya dengan Roni, tak jarang ayah Rina menjodohkan Rina dengan anak dari teman ayahnya. Pernah juga karena "pemaksaan" itu Rina sampai memukul lemari dan tangan kanannya bengkak selama 2 minggu. Hanya karena Roni dipandang terlalu lama meminta untuk menikahi Rina. Rinapun tak jarang juga menangis dan melampiaskan diri dengan kesibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan kantor karena Rina tidak tahan ketika mendengar Ibunya berkata "Ibu ini malu mempunyai anak yang belum menikah juga". Rinapun merasakan sangat sedih sekali...seumur hidup Rina, Rina selalu berusaha hidup benar, tidak pernah berbuat macam-macam, sekolah dengan benar, bahkan tidak pernah ada catatan hitam dalam hidupnya...kenapa tiba-tiba karena belum juga menikah, malah membuat orang tua menjadi malu. Rina memang memiliki prinsip hidup yang berbeda dengan kedua orang tuanya, meskipun kedua orangnya juga adalah Kristiani. Bagi Rina, menikah itu harus dengan orang Kristen, orang yang memiliki iman yang sama, takut akan Tuhan..namun bagi kedua orang tua Rina, asal ada materi, kebutuhan tercukupi, ada tanggung jawab..itu sudah beres, iman tidaklah terlalu penting bagi mereka. Karena perbedaan prinsip dan pandangan hidup itulah, tak jarang hampir setiap minggu mereka selalu berdebat.

Sampai pada akhirnya menginjak bulan Juni 2011 ini, ketika Roni dan Rina memutuskan untuk menikah, seluruh permasalahanpun hilang dan semuanya perlahan menjadi berubah menjadi sukacita. Segala air mata mereka berubah menjadi sukacita. Rinapun juga diberikan berkat lebih oleh Tuhan, Rina diterima kerja di kota B menjadi seorang dosen. Impian lama Rina terjawab sempurna oleh Tuhan, bukan hanya menikah tapi juga menjadi seorang dosen. Rina mendapatkan seorang suami yang takut akan Tuhan, benar-benar sopan dan sangat disayang oleh kedua orang tua Rina. Kedua orang tua Rina sangat bahagia sekali, sampai pernikahan berlangsung dengan meriah dan mengundang banyak teman dan kerabat mereka.

Hubungan yang mereka tabur dan pupuk dengan penuh perjuangan, berliku-liku, banyak air mata, pada akhirnya mereka menuai dengan bersorak sorai melalui sebuah pernikahan kudus.

Cerita diatas adalah sebuah kisah nyata, namun kami tidak dapat menyebutkan nama pribadi yang bersangkutan. Namun dibalik itu, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari sebuah cerita singkat dari Roni dan Rina:

1. Berdoa, bersabar dan terus bergumul didalam mencari pasangan hidup bersama dengan Tuhan
Rina yang sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan seorang pria, namun tidak berhasil..tetapi Rina tetap berdoa, bersabar dan terus bergumul didalam mencari pasangan hidupnya bersama denganNya. Dan memang demikian terjadinya...orang yang ada dimasa lalu yang tidak pernah Rina pikirkan ternyata menjadi pasangan hidup bagi Rina dimasa yang akan datang. Jadi bagi sahabat-sahabat yang sedang mencari pasangan hidup, marilah tetap membawa segala pergumulan kita didalam doa. Teman/sahabat lama yang tidak pernah kita pikirkan, mungkin juga ada pasangan hidup kita nantinya. Jadi tetap bawa mereka didalam doa-doa dan pergumulan kita. Bagaimana Rina tetap bersabar dan kuat didalam imannya untuk mencari pasangan hidup sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan meskipun kedua orang tuanya tak jarang terus menekan Rina untuk segera menikah.

2. Berdoa dan bergumul dengan pasangan kita bersama Tuhan untuk membawa hubungan kita pada tingkat yang selanjutnya

Jadi setelah kita mendapatkan pasangan hidup kita, kita tidak lantas berhenti dan selesai didalam bergumul terus bersama dengan Tuhan. Tetaplah selalu berusaha meminta konfirmasi dari Tuhan untuk menyeleraskan segala perbedaan yang mungkin ada (baik bagi hubungan jarak jauh/pun jarak dekat). Karena yang terpenting bukan seberapa banyak kesamaan yang dimiliki oleh kedua pribadi yang ada, tetapi seberapa banyak perbedaan yang dimiliki oleh kedua pribadi yang mampu untuk diselaraskan.

3. Minta persetujuan dari keluarga dan teman dekat
Orang tua adalah wali Tuhan didunia ini, yang membimbing kita untuk terus berjalan selaras dengan kehendak Tuhan. Meskipun orang tua kadang tidak memiliki pemahaman yang sama dengan kita, namun kita harus tetap menghormati keberadaan mereka dengan terus melibatkan mereka didalam setiap hubungan yang kita jalin. Jadi didalam memilih bahkan memutuskan pasangan hidup pun kita seharusnya meminta persetujuan dari mereka. Sedangkan keluarga dan teman dekat adalah orang-orang yang mengenal kita dengan baik, merekapun dapat membantu kita melihat hubungan kita dari sudut padang yang lain. Masukkan dari mereka atas hubungan kitapun, mungkin dapat membantu kita untuk berpikir lebih objective. Namun apapun keputusan akhirnya, tetap ada di tangan Tuhan semata.

4. Melihat pertumbuhan hubungan yang sedang dijalin

Apakah didalam hubungan yang terjalin ada terdapat saling percaya, saling menghormati dan mengasihi (berusaha menjalankan Efesus 5:22-33) didalam hubungan yang sedang berjalan.

5. Berikan waktu yang cukup
Perlunya waktu yang cukup untuk saling terbuka, saling mengenal dan saling bertumbuh. Bukan hanya terpaut cinta semata maka semuanya berjalan dengan secepat kilat..tiba-tiba bertemu, berkenalan, berpacaran dan menikah. Karena melalui perjalan waktu maka satu dengan yang lain dapat saling menguji karakter, kedewasaan dan kesetiaan masing-masing.

Mungkin hanya beberapa hal itu yang dapat kami tangkap melalui cerita diatas. Semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat yang sedang bergumul didalam memilih pasangan hidup, meniti hubungan pacaran, bahkan sedang memutuskan untuk menikah.

May our relationship, our engagement, our marriage, and our family bring glory for HIS name ^^

*This story as a wedding gifts
for K'A & C'Y...May God pour out HIS blessing forever for your new family ^^

Read More..

Saturday, 5 March 2011

Walking by obedience

Sophie dan John menikah sudah cukup lama. Mereka sudah menjalani 2 tahun pernikahan, namun Ibu John masih belum menerima Sophie sebagai menantunya. Ibu John dari semula sebelum mereka memutuskan untuk menikah, bahkan berpacaranpun tidak setuju akan hubungan mereka. John berasal dari keluarga penguasaha yang sukses dan sangat kaya raya di kota mereka, sedangkan keluarga Sophie hanya membuka toko kelontong kecil di kota tersebut. Tapi Tuhanlah yang mempertemukan John dan Sophie didalam sebuah pelayanan di gereja mereka. Sophie memang berasal dari keluarga yang sederhana, namun juga keluarga yang cinta akan Tuhan.

Selama 2 tahun itu, Sophie sudah mencoba segala macam cara untuk berusaha menjalin hubungan dengan Ibu mertuanya itu. Namun, Ibu mertuanya selalu saja mencari kesalahannya, bahkan mencaci maki apapun yang Sophie katakan dan kerjakan...itulah yang membuat Sophie lebih tertekan. Bahkan tak jarang Ibu mertuanya selalu membandingkan Sophie dengan menantu-menantunya yang lain...yang berasal dari keluarga yang selevel dan kaya raya. Sophie juga tak jarang tidak diundang didalam acara-acara keluarga karena Ibu John merasa malu jika Sophie datang didalam acara mereka.


Dalam waktu 2 tahun berjalan itu, Sophie tak henti-hentinya terus berdoa untuk Ibu mertuanya itu. Didalam setiap doa-doanya, Sophie terus bertanya kepada Tuhan..apakah yang harus dia perbuat untuk dapat memulihkan hubungan yang rusak dengan Ibu mertuanya tersebut. Akhirnya, pada akhir tahun ke dua itu, Tuhan berkata didalam doa Sophie..
"Sophie, anakKu...hampirilah Ibu mertuamu setiap hari. Bawalah makanan dan sujudlah dikakinya untuk meminta maaf atas kesalahanmu", kata Tuhan dengan halus namun begitu jelas.
"Tuhan yang baik, bagaimana mampu aku melakukannya?, aku selalu dicaci maki Ibu mertuaku setiap hal yang aku perbuat..jika aku membawa makananpun, Ibu mertuaku selalu membuangnya. Dan mengapa harus aku yang meminta maaf...aku tidak pernah bersalah padanya, dia yang selalu membenciku selama ini",Sophie berkata dengan segudang pertanyaannya kepada Tuhan.
"AnakKu..lakukanlah dan percayalah padaKu",kata Tuhan dengan jelas kepada Sophie.

Akhirnya...keesokkan harinya, Sophie mengerjakan dengan tepat seperti yang Tuhan katakan padanya melalui doanya itu. Sophie datang kepada rumah Ibu mertuanya itu dengan ditemenai John sambil membawa makanan.
"Ibu, ini makanan yang bisa saya buat dan semoga Ibu mau menerimanya", Sophie berkata dengan bersujud dikaki Ibu mertuanya.
"mengapa kamu datang kesini?, apa kamu ingin meminjam uang dari saya?",tanya Ibu John dengan ketus dan penuh dengan curiga.
"Bukan Ibu, saya kesini hanya ingin sujud minta maaf atas segala kesalahan yang sudah saya perbuat selama ini. Karena kesalahan saya maka keadaan dikeluarga ini tidak enak. Hubungan kita juga tidak enak, semua karena kesalahan saya..saya harap Ibu mau memaafkan dan mengampuni saya", Sophie sujud dengan memohon maaf dikaki Ibu mertuanya
Setelah Sophie sujud dan meminta maaf, diapun meminta ijin untuk pulang.
Sophie melakukan hal tersebut setiap hari..selama 3 bulan. Biarpun Ibu mertuanya mencaci makinya, menghinanya, tidak menghiraukan kehadirannya,bahkan selalu curiga kepadanya..Sophie tetap taat pada Tuhan dan mengerjakan tepat apapun yang Tuhan ingin dia kerjakan. Halangan merintang bahkan Ibu mertuanyapun seakan tidak mengalami perubahan, Sophie tetap datang, membawa makanan dan sujud meminta maaf.

Sampai 3 bulan berlalu,ketika masuk bulan ke 4, ternyata Ibu mertuanya mengalami sakit. Sophie tetap menjenguknya ditengah-tengah Ibu mertuanya yang sakit tersebut. Dan akhirnya sampai Ibu mertuanya diujung dia meninggal, Ibu mertuanya memanggil Sophie untuk datang..
"Sophie, aku meminta maaf jika selama ini aku sudah berlaku kasar padamu. Aku mengeraskan hatiku, tetapi kamu tanpa henti dengan penuh kesabaran memberi kasihmu padaku ..menjenguk dan meminta maaf dikakiku, setiap hari",Ibu mertua John berkata dengan memegang tangan Sophie sambil menangis.
"Ibu, hanya itulah yang dapat saya lakukan. Saya lakukan semua karena saya belajar taat pada Tuhan. Maafkan saya juga Ibu karena saya tidak dapat menjadi menantu yang Ibu inginkan selama ini," Sophiepun tak tahan berkata dan merangkul Ibu mertuanya itu dengan lembut.
"Terima kasih untuk segala kasihmu..anakku. Keberadaanmu lebih berharga daripada banyak anak-anakku dan menantu-menantuku yang lain. Aku memaafkanmu..anakku", kata Ibu John dengan nada yang mulai melemah.
Setelah beberapa saat kemudian..Ibu John akhirnya meninggal dunia.

Setelah beberapa bulan kemudian, pengacara dari kekayaan Ibu John mengumpulkan semua anggota keluarganya. Dan ternyata segala kekayaan dan uang yang Ibu John miliki, semuanya diserahkan kepada Sophie..menantunya itu.

Itulah bentuk sederhana bagaimana Sophie taat kepada Tuhan. Ketaatannya membuahkan hasil yang manis. Hubungan yang retakpun mampu dipulihkan oleh karena kasih yang tulus. Pabila Tuhan sudah berfirman, maka semuanya yang tidak mungkin ...dapat menjadi mungkin. Tetapi apakah kita mau belajar taat pada setia apa yang dikatakanNya kepada kita?, apakah kita masih mau belajar taat untuk mengerti kehendak Roh Kudus didalam hidup kita. Biarlah cerita singkat diatas bisa menjadi bahan untuk evaluasi kita jugasengihnampakgigi.


Seeing ye have purified your souls in obeying the truth through the Spirit unto unfeigned love of the brethren, see that ye love one another with a pure heart fervently -1 Petrus 1:22/KJV

Read More..

Sunday, 5 December 2010

YES I Do..till death do us part

Pada hari itu adalah hari ulang tahun sarah ke 28, sekaligus merupakan hari terakhir masa lajang sarah karena tepat keesokkan harinya sarah akan menikah dengan daniel. Mereka sudah berpacaran selama 4 tahun. Begitu ramainya pesta hari itu. Sarahpun mengundang keluarga, teman-temannya dan teman-teman akrab daniel "calon suaminya". Salah satu teman akrab daniel adalah charlie. Charlie adalah seorang pria yang agak pendiam dan kaku. Charlie berasal dari keluarga yang cukup kaya di kota itu. Bahkan charliepun sudah diberi sebuah perusahan sepatu di kota tersebut.

Ditengah-tengah pesta tersebut, munculnya acara mencari jodoh. Acara tersebut dikhususkan untuk pemuda-pemudi lajang yang belum menikah. Nah..disaat itulah charlie kemudian dijodohkan dengan joanne yang notabene adalah adik perempuan satu-satunya dari sarah.


Setelah acara perkenalan yang tanpa diduga tersebut, joanne dan charlie ternyata terus melanjutkan hubungan mereka. Joanne yang merupakan seorang yang cinta Tuhan sering mengajak charlie ke gereja setiap hari minggu. Charlie memang secara KTP adalah kristiani, namun dia dan keluarganya jarang sekali pergi ke gereja kecuali hari-hari besar saja. Hubungan merekapun bertambah dekat, sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk menginjak hubungan lebih jauh ..yaitu pernikahan.

Sebuah pernikahan yang cukup megah, bahkan lebih megah daripada pernikahan sarah dan daniel. Charlie dan joanne nampak sangat bahagia sekali. Seakan segalanya sangat sempurna karena orang tua charlie sangat menyayangi joanne bahkan membelikan mereka rumah dan mobil baru. Setahun setelah mereka menikah, mereka diberi seorang putri yang sangat cantik oleh Tuhan. Usaha charliepun perlahan bertambah besar. Segalanya seakan layaknya cerita dongeng yang berakhir dengan "HAPPY ENDING". Namun, itu bukannya akhir cerita mereka...justru awal cerita mereka dimulai...

Setelah pernikahan mereka menganjak 2 tahun, mulailah masalah demi masalah datang menghampiri mereka. Pada bulan desember, menginjak akhir tahun, tiba-tiba perusahaan sepatu charlie terbakar. Tidak tahu siapa yang membakar perusahaan tersebut, apipun menyambar dengan keras dan menghabiskan semua isi perusahaan tersebut. Bukan cuma seluruh isi perusahaan yang habis, tetapi charliepun pada akhirnya terlilit hutang yang cukup banyak karena ada beberapa bahan-bahan baku yang belum dibayar namun ikut terbakar habis. Akhirnya charliepun terpaksa menjual rumah dan mobilnya, pindahlah mereka disebuah rumah kontrakan kecil. Joannepun tidak lantas meninggalkan suaminya, dia tetap terus memberi semangat serta menguatkan charlie didalam keadaan yang ada. Joannepun mulai berjualan kue didepan rumah kontrakkannya untuk membantu charlie mencari uang.

Keadaan charlie pada awal-awal kejatuhan tersebut masih baik-baik saja. Namun setelah 1 tahun berlalu, orang tua charlie tiba-tiba dikabarkan meninggal dalam kecelakaan mobil. Namun charlie tidak mendapatkan warisan apapun karena paman charlie yang serakah langsung dengan berbagai macam cara mengambil semua kekayaan orang tua charlie. Charlie yang sudah tertekan dengan keadaan yang lama, lebih shock lagi dengan kematian kedua orang tuanya dan perlakuan pamannya. Akhirnya charliepun berubah menjadi orang yang ling-lung dan bahkan mulai agak stress. Dalam keadaan tersebut, joanne terpaksa yang harus bekerja menggantikan peran charlie. Pagi dini hari joanne harus mulai mempersiapkan berjualan kue didepan rumahnya sambil menjaga putrinya yang masih kecil. Sore hari joannepun harus bekerja disebuah supermarket didekat rumahnya, dia menitipkan putrinya kepada kakaknya sarah. Joannepun terpaksa bekerja membanting tulang semenjak suaminya ling-lung dan kelihatan begitu stress. Namun dalam keadaan yang seperti itupun, joanne masih tetap setia mendukung dan merawat suaminya. Serta selalu berdoa disisi suaminya setiap malam sebelum mereka tidur.

Derita itu ternyata tidak berhenti, sampai ulang tahun ke4 pernikahan mereka, keadaan charlie bertambah memburuk sampai akhirnya harus dibawa ke RS Jiwa dikota itu. Setelah setengah tahun berlalu, charlie terlihat membaik, kemudian joanne tidak tahan melihat suaminya di RS Jiwa..akhirnya charlie dipulangkan ke rumah. Kedaan tidak bertambah membaik, charlie hanya diam dirumah. Bahkan putrinya menangispun, charlie hanya tersenyum aneh dan berbicara sendiri...benar-benar mirip seperti orang gila.

Tapi apa dikata, menginjak ulang tahun ke 5 pernikahan mereka,Joanne ternyata hamil lagi. Keadaan charlie bertambah memburuk, bukan hanya stres namun sudah mulai memukul istri dan anaknya. Melihat keadaan tersebut joannepun ketakutan dan segera melarikan putrinya sementara untuk dititipka kepada orang tuanya. Namun joanne tetap bertahan merawat charlie. Banyak orang mengatakan mengapa joanne masih bertahan dengan keadaan yang ada?, sampai kapan joaane harus menghadapi pukulan suaminya?..bahkan sampai hamilpun, tak jarang charlie memukul joanne. Bahkan pernah sampai charlie memukul perut joanne, sampai joanne harus dilarikan ke RS setempat. Tapi beruntunglah anak didalam perut joanne tidak apa-apa.

Satu hal yang selalu keluar dari mulut joanne..
"Aku bersyukur memiliki suami seperti charlie, apapun keadaannya. Ketika aku mengatakan..Ya,aku mengambilmu sebagai suamiku..aku akan mencintaimu baik dalam suka maupun dalam duka. Perkataan dan komitmen itu akan aku pegang dihadapanNya sampai maut memisahkan kami. Bukan hanya dalam keadaan suka aku ada untuk charlie, namun dalam kedaaan duka justru aku terlebih sangat mencintai charlie".

Itulah perkataan yang joanne selalu ucapkan ketika orang-orang disekitarnya sudah melihat bahwa seharusnya joanne pergi meninggalkan charlie. Bahkan ada beberapa orang yang menyuruh joanne untuk bercerai, namun joanne selalu menolaknya. Keadaan tersebut berlangsung sampai kurang lebih 2 tahun. Bahkan sampai joanne sudah melahirkan. Dia melahirkan putri keduanya dan memberikannya kepada kedua orang tuanya karena joanne takut charlie akan menyakiti kedua putrinya tersebut. Joanne tetap tinggal merawat charlie dan terus mendoakan charlie, namun sesaat pada pagi dan sore hari..joanne datang ke rumah orang tuanya untuk menjengguk kedua putrinya itu.

Setelah 2 tahun berlalu, kondisi tubuh charlie semakin melemah bahkan sudah tidak setampan dulu lagi. Namun joanne tetap sangat mencintainya dan terus merawatnya. Sampai akhirnya charlie meninggal dunia dan joanne tetap berada disisinya. Setelah charlie meninggalpun, joanne tetap setiap bulan mengunjungi makam charlie untuk menyatakan betapa dia sangat mencintai suaminya tersebut.

Dari cerita diatas, kitapun dapat belajar bahwa..
1.Komitmen tidak hanya berlangsung 1 jam didepan altar. Komitmen berlaku dalam segala keadaan, suka/pun duka.Kita berkomitmen tersebut bukan kepada manusia, namun kepada Tuhan. Jadi kita harus siap mempertanggungjawabkan komitmen kita itu dihadapanNya nanti.

2.Tetap belajar bersyukur dan terus mengingat kasihNya dalam masa-masa perjalanan cinta kita yang indah-indah yang dahulu pernah kita jalani bersama pasangan kita. Proses ini adalah yang paling susah, namun bagaimanapun keadaannya kita harus percaya bahwa DIA tidak tinggal diam. DIA selalu ada didalam setiap langkah kehidupan kita dan DIA tidak pernah meninggalkan kita.


Are we ready to love someone?,
Are we ready to sacrifice ourself for our spouse?,
Are we ready to bring agape in every condition of our relationship?,
Are we ready to say YES I Do..till death do us part?

Read More..

Tuesday, 16 November 2010

Puppet on string

"Stop,kita sudahi saja hubungan ini!, aku sudah tidak sanggup lagi", kata maurice dengan tegas kepada steve.
"Kenapa sayang?, apa yang salah dengan hubungan kita?..semuanya sudah siap, bahkan pertunanganpun sudah direncanakan..apa yang kurang lagi?, tanya steve dengan terheran-heran kepada maurice.
"Apa yang salah?, semuanya benar-benar sudah salah...aku merasa bukan diriku lagi, aku benar-benar merasa seperti boneka yang digerakkan dengan seutas benang oleh karena aku menyayangimu. Aku selama ini sudah berpura-pura didepan banyak orang...aku sudah membohongi orang tuaku, teman-teman kita..semuanya", jawab maurice sambil meneteskan air mata.
".....", steve terdiam karena dia mengerti apa yang dimasudkan maurice yang sebenarnya.



"Steve, aku mengerti kamu terdiam karena kamu tahu dengan benar semuanya. Aku melakukan semua ini dengan alasan aku sayang padamu. Aku ingin semua orang melihat hubungan kita baik-baik saja..namun aku sudah tidak sanggup lagi menjadi boneka,aku tidak sanggup lagi berpura-pura",mauricepun berkata dengan terisak menangis.
"Iya, aku mengerti apa maksudmu maurice..aku meminta maaf atas segala kesalahanku. Aku yang selama ini memintamu untuk menyimpan segala rahasia yang ada supaya hubungan kita terus berlanjut..tapi maukah kamu memaafkan aku?, maukah kita memulai hubungan kita dari awal?, rayu steve kepada maurice sambil memeluknya.
"Maaf steve, aku sudah memutuskan untuk melepaskanmu karena memang kita sudah tidak sejalan visi dan misi hidup kita. Kita selama ini berusaha menjadikannya sejalan dengan berpura-pura, namun itu justru semakin menyakitiku. Aku harap kamu mengerti akan keputusanku", kata maurice.
Itulah kata-kata terakhir yang maurice katakan sebelum maurice memutuskan untuk berpisah dengan steve. Sebuah perpisahan yang pahit dari sebuah hubungan yang sudah terjalin selama 5 tahun.

Steve dan maurice sendiri dipertemukan melalui perkenalan yang tidak sengaja oleh sahabat mereka. Ketika itu maurice dan lea sedang makan di sebuah depot kecil didekat kampus mereka. Secara tidak sengaja steve bersama temannya rick juga datang dan ingin makan didepot tersebut. Ternyata tanpa disangka rick dan lea adalah teman akrab. Alhasil itulah awal pertemuan steve dan maurice yang diperkenalkan secara tidak sengaja oleh rick dan lea.

Melalui perkenalan yang sederhana itu, mereka terus membina hubungan baik selama dikampus maupun diluar kampus. Mereka saling bertukar no hp dan curhat akan satu sama lain. Sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk berpacaran.

Steve adalah seorang kristen, sedangkan maurice sendiri adalah seorang katolik. Pada awal-awal hubungan mereka, mereka tidak terlalu berpikir jauh akan perbedaan agama yang mereka miliki bahkan tidak ada pembicaraan yang serius mengenai perbedaan tersebut didalam hubungan mereka. Keluarga steve sendiri dapat dibilang sebagai keluarga kristen yang taat dan aktif dalam pelayanan di gereja, dan mauricepun terdidik didalam keluarga katolik yang taat. Dengan kedua perbedaan yang besar ini, menjadikan sebuah benturan yang cukup keras ketika mereka ingin memutuskan kepada jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Kedua orang tua tetap bersikeras supaya mereka harus diresmikan pada salah satu agama yang ada, mereka harus memilih antara Kristen maupun katolik. Steve sendiri terus yang bersikeras untuk tetap ingin meresmikan pernikahan mereka secara kristiani. Sedangkan mauricepun tidak bisa membantah kekerasan hati keluarganya yang menginginkan dia menikah secara katolik.

Akhiranya segala kebohongan dan kepura-puraanpun mulai dilakukan oleh maurice. Didepan keluarga, sahabat/orang yang mengenal maurice secara dekat, maurice terus mengatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Steve mau pindah menjadi seorang katolik, bahkan dia juga mau untuk dibaptis secara katolik. Padahal maurice tahu dengan benar bahwa steve tidak mungkin mau melakukan semua itu.Steve juga tidak mau membuat kedua orang tuanya menjadi sedih, jadi steve berpura-pura dengan menyenangkan pihak keluarga maurice tapi tanpa kedua orangtuanya tahu bahwa dia akan dibaptis secara diam-diam secara katolik. "Aku mau dibaptis secara katolik namun hanya sebagai simbol..tapi setelah pertunangan kita, aku ingin menjadi seorang kristen lagi", kata steve kepada maurice. Jadi perubahan steve hanya sebagai kedok sementara supaya keluarga maurice mau menerima steve. Wow!!..sebuah kepura-puraan yang dapat dikatakan sempurna didalam hubungan mereka.

Akan tetapi.....kepura-puraan itupun berlangsung selama 5 tahun, sampai pada akhirnya maurice tidak sanggup lagi dan ingin mengakhiri hubungan mereka. Meskipun pertunangan mereka sudah direncanakan dan banyak mereka sudah berpikir akan pernikahan serta ingin mecicil rumah bersama-sama...namun semuanya sirna. Maurice pada akhirnya sadar bahwa dia tidak dapat hidup dengan kepura-puraan sampai selamanya. Akan semakin sakit pada akhirnya jika semakin lama berpura-pura dan semakin banyak kebohongan.

Dari sedikit cerita diatas kitapun dapat kembali belajar bahwa:
1. Cinta yang murni bukan dibangun dengan pura-pura
Perlunya pembicaraan yang serius diawal sebuah hubungan jika keduanya bukan berjalan dengan pemahaman agama yang sama. Apakah kedua pasangan bisa menerima perbedaan yang ada?, apa dengan perbedaan agama yang ada kedua pasangan masih mempunyai visi dan misi hidup yang sama?, apakah keluarga bisa menerima keadaan yang ada?

2. Kita bukan hanya mencintai dia, namun juga seluruh keluarganya
Didalam sebuah hubungan bukan hanya dicari kesenangan semata, namun juga saling mengerti kondisi keluarga masing-masing. Kita berusaha untuk membawa hubungan kita menjadi berkat bagi orang lain dan keluarga kita. Jika memang keluarga kurang setuju dengan hubungan yang ada, terus bawalah hubungan yang ada didalam doa. Biar Tuhan yang akan menuntun semuanya sehingga kedua belah pihak keluarga besar akan merestui hubungan yang ada (apalagi menurut kehendakNya kedua pasangan memang dipersatukan).

3. Luangkan waktu untuk membicarakan masa depan sebuah hubungan
Didalam pacaran sebaiknya tidak hanya digunakan untuk senang-senang tanpa tahu arah kedepan hubungan mau dibawa kemana. Waktu akan terus berjalan, jika kedua pasangan tidak memanfaatkan waktu dengan baik maka tanpa dirasa umur semakin bertambah namun kualitas hubungan tidak bertambah. Jadi perlunya untuk meluangkan cukup waktu untuk berbicara berdua tentang masa depan dengan hubungan yang sedang berjalan...dan tetap terus membawa segalanya didalam doa bersama sehingga DIA tetap terus dilibatkan didalam setiap keputusan yang ada diambil kedua pasangan.

"Always tell the truth..It's the right thing to do":puppyeyes:

Read More..

Tuesday, 19 October 2010

10 minutes before saying "YES, I Do"

Gereja terlihat begitu indah, penuh dengan hiasan bunga mawar merah hari itu. Didepan pintu gerejapun dihiasi dengan rangkaian balon-balon hati berwarna merah muda. Terlihat banyak orang berpakaian anggun dan menawan, dan anak-anak kecil berlari-lari dengan ceria. Ternyata hari itu adalah hari yang special dan sangat dinanti oleh Mary dan Dick. Penantian panjang dalam doa mereka dan 9 tahun mereka berpacaran terjawab melalui hari tersebut...mereka melangsungkan pernikahan hari itu.

Mary dan Dick dikenal sebagai pasangan yang sangat serasi baik oleh sahabat, keluarga maupun setiap orang yang menemui mereka. Mary yang dikenal sebagai seorang yang ramah, sabar dan penyayang. Dick juga dikenal sebagai seorang yang tegas, bertanggung jawab dan suka membantu. Keduanya sama-sama cinta Tuhan dan terlibat aktif didalam pelayanan digereja dimana mereka akan meresmikan hubungan mereka menjadi suami-istri.


Pada hari itu gereja terlihat sangat penuh, banyak sahabat, keluarga dan rekan-rekan Mary dan Dick tampak menghadiri pernikahan mereka. Mereka tidak sabar melihat kedua mempelai. Seperti biasanya Dick menunggu didalam ruang pastoral gereja sebelum ada tanda-tanda untuk boleh keluar ke depan mimbar, dari Event Organizer yang mengatur acara tersebut, untuk menyambut mempelai wanita. Dickpun menunggu dengan berdebar-debar didalam ruang pastoral dengan ditemani oleh ayahnya.

Mary, si mempelai wanita, masih dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke gedung gereja. Marypun merasa dag dig dug menghadapi hari yang paling berarti didalam hidupnya tersebut. Ada banyak ketakutan, namun juga sukacita karena penantiannya selama 9 tahun terjawab sudah melalui hari itu.

10 menit sebelum upacara pernikahan dimulai, sebelum Dick keluar ke mimbar untuk menyambut mary, sebelum Dick mengatakan "Iya, aku menerimamu sebagai istriku". Perasaan Dick tambah kacau, tiba-tiba timbul banyak pertanyaan didalam benaknya, banyak kekawatiran didalam hatinya...serasa hubungan yang sudah dijalani selama 9 tahun tiada berarti lagi, hilang karena ketakutannya.

"Ayah, mengapa aku merasa takut akan 10 menit didepanku", Dick mulai bertanya kepada ayahnya dengan harapan ayahnya mampu menenangkan kegalauan hatinya.
"Itu adalah hal yang biasa nak, semua orang pasti akan mengalami hal tersebut...berdoalah maka semuanya akan baik-baik saja", kata si ayah untuk menenangkan Dick.
"Mengapa aku merasa takut menikahi Mary?, aku takut mengambil Mary menjadi istriku?, apakah Mary bisa menerima segala kelemahanku?, apakah Mary mau menemani dan menyokongku dengan setia selama sisa hidupku?, tanya Dick seakan dia tidak mengenal Mary, sekaan mereka hanya berpacaran selama 1 menit kemudian menikah.
"Anakku...mengapa kamu mengatakan hal tersebut?", tanya si ayah.
"Aku tidak tahu ayah..aku merasa tidak siap dengan pernikahan ini, semuanya begitu berat ayah..aku takut menjalani pernikahanku", jawab Dick dengan risau.
"Nak, kamu sudah menjalani hubungan dengan Mary selama 9 tahun. Ayah tahu dengan benar siapa Mary dan bagaimana hubungan kalian. Ayah tahu dengan benar bagaimana kesungguhan hatimu terhadap Mary. Coba tenangkan hatimu Nak. Segala kegalauan hatimu bukan karena kamu tidak siap, tapi karena ketakutan dan kekawatiranmu yang berlebihan. Mari kita berdoa nak...serahkan seluruh kegalauanmu kepadaNya seperti yang sudah kamu lakukan selama 9 tahun ini bersama dengan Mary", ayahpun akhirnya mengajak Dick untuk berdoa bersama.
"Iya ayah aku berharap bahwa DIA akan memberikan ketenangan dihatiku", jawab Dick dengan pengharapan.
"Percayalah Nak...setelah berdoa semuanya akan baik-baik saja. Setelah 10 menit ini berlalu, setelah kamu ada di mimbar nanti, setelah kamu memantapkan hatimu untuk mengatakan "Iya" segalanya akan berubah...percayalah Nak", ayah berusaha memberi semangat baru kepada Dick.
Dick dan ayahnya akhirnya berdoa bersama....

10 menitpun berlalu...acarapun berlangsung..Dick dan Mary akhirnya meresmikan hubungan mereka sebagai suami-istri dihadapanNya.
Setelah acara berlangsung, Dick langsung menemui ayahnya..
"Ayah, terima kasih atas penguatan darimu. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tadi tiba-tiba berubah pikiran, kegalauan membuat aku mengambil jalan yang salah dan aku tidak jadi menikah...aku mungkin tidak akan merasakan bahagia seperti ini didalam hidupku", kata Dick dengan senyuman ceria.
"Tentu saja Nak..ada saatnya dimana kita ingin memutuskan sesuatu, iblispun bekerja didalamnya. Seperti halnya dengan pernikahanmu, iblispun tidak ingin melihat anak-anak Tuhan gembira bahkan menjadi kesaksian atas kemualiaanNya. Iblis berusaha memberi kegalauan didalam hatimu untuk membuatmu mundur dan bahkan mengambil keputusan yang salah. Namun, semuanya pasti dapat kita atasi jika kita terus bersandar kepadaNya..kembali meminta kekuatan dariNya melalui doa kita", jawab Ayah dengan tenang.
"Benar Ayah..aku merasakan sangat bahagia sekarang. Seakan seluruh hidupku berubah menjadi kebahagiaan setelah 10 menit yang menekanku dan kegalauan yang membuatku mundur...namun, setelah aku mengatakan "Iya", semuanya berubah menjadi luar biasa", tandas Dick dengan rasa kagum diwajahnya.

Cerita diatas mengingatkan kami akan beberapa pasangan yang pernah berbagi perasaan mereka kepada kami bahwa mereka juga mengalami hal sama sesaat sebelum mereka ingin mengatakan "Ya, aku menerimamu sebagai..". Muncul banyak kegalauan, ketakutan bahkan pikiran-pikiran negatif apa yang akan terjadi kedepannya. Namun semuanya berubah dengan total setelah mereka mulai mencoba untuk menenangkan hati mereka bersama denganNya melalui doa.

Kami memang tidak mengalami hal demikian ketika kami berjalan menuju ke mimbar, namun apabila rekan-rekan akan segera menikah. Kami menyarankan jika rekan-rekanpun nantinya mengalami hal sama, kegalauan sebelum berjalan menuju mimbar,saran kami adalah cobalah ambil waktu sejenak untuk berdoa. Ingatlah akan kasihNya didalam hubungan yang sudah rekan-rekan bina bersama dengan pasangan selama waktu yang ada. Ingatlah akan komitmen yang sudah dibangun dan suka-duka yang sudah dijalani bersama dengan pasangan kita. Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini, semua pasti ada kelemahan dan kelebihan namun segalanya dapat kita jalani selama kita masih mengandalkanNya didalam hubungan kita. Dan Ingatlah bahwa DIA terus bersama dengan kita apapun keadaan kita ke depan...DIA tetap sama dari dulu, sekarang sampai dengan selamanya. DIA yang sudah menuntun kita dengan sempurna pada masa lampau, akan terus mengendong kita pada masa sekarang dan menuntun kita pada masa yang akan datang.

After you said "Yes, I do", you'll have a miracle's life ...if you take each step with HIMlove

Read More..

Tuesday, 12 October 2010

Just one day!

Disebuah universitas terkemuka di kota itu, bertemulah Jes dan Ron. Mereka adalah seorang kristen, namun tumbuh dengan pemahaman kristani yang berbeda. Jes tumbuh didalam keluarga kristen yang benar-benar aktif dengan banyak pelayanannya, sedangkan Ron tumbuh didalam keluarga kristen yang bisa dianggap "KTP" (pergi ke gerejapun bisa dihitung dengan 10 jari dan tidak aktif didalam pelayanan apapun).

Jes pada saat itu mengambi jurusan desain dan Ronpun mengambil jurusan teknik elektro. Mereka dipertemukan dalam sebuah acara kemahasiswaan yang mengumpulkan semua mahasiswa dalam berbagai jurusan. Pertemuan tersebut diadakan per tengah 4 semester, siapapun boleh menghadiri acara tersebut. Tanpa dipungut biaya dan keinginan untuk mencari pasangan hidup, maka acara tersebut ramai dihadiri oleh banyak orang. Ada banyak permainan dan aktifitas didalam acara tersebut. Ron dan Jespun mengikuti acara tersebut tak lain juga demi ingin mencari pasangan hidup. Alhasil Ron dan Jespun bertemu di sebuah kedai cup cake mini,sebuah kedai kecil yang menjual berbagai macam aneka cup cake. Kedai tersebut dibuat oleh mahasiswa dari jurusan management untuk mengalang dana untuk membantu korban banjir pada saat itu. Pada pandangan pertama,Jespun langsung tertarik dengan sosok Ron. Ron memang seorang pria tinggi yang tampan dan terkenal pandai dijurusannya. Ron dan Jespun mulai berkenalan. Bahkan merekapun bertukar nomor hp dan berjanji akan tetap saling menghubungi satu dengan yang lainnya.


Jes mengenal dengan baik siapakah pribadi Ron. Jespun mulai perlahan mengubah dirinya supaya Ron dapat lebih cocok dengannya. Karena Jes mengetahui bahwa Ron tidak terlalu suka dengan sosok cewek yang begitu rohani, Jespun mulai menarik diri dari berbagai pelayanan dan menahan semua hasrat yang dia punya. Jes sesungguhnya memiliki hasrat untuk memupunyai pacar yang dewasa dalam iman, suka pelayanan dan mau bertumbuh bersama dengan Kristus. Namun sesaat pesona Ron menghapus dan memendam semua hasrat Jes yang ada.

Ron bertambah menyukai sosok Jes dan Jespun terbuai dengan cinta. Keduanyapun setelah berteman dan saling mengenal, mereka memutuskan untuk jadian. Mereka begitu menikmati hubungan pacaran mereka seperti layaknya pasangan muda yang lainnya. Tidak lagi ada komitmen diantara mereka, mereka menjalani hubungan mereka dengan kesenangan setiap saat (mereka nonton, ke mall, makan bersama, curhat).

Waktupun berlalu,mereka sudah sama-sama lulus dari universitas tersebut,sampai tak terasa pula 2 tahun sudah mereka menjalani hubungan mereka. 2 tahun jugapun Jes menyimpan keinginannya untuk mempunyai pacar yang benar-benar hidup dan cinta akan Tuhan. Selama ini Jes tidak jarang ingin membawa Ron untuk lebih mendekat dengan Tuhan. Namun hal tersebut serasa sulit dan ada banyak hal yang justru membuat Jes sibuk dengan kesenangan dan romantika berpacaran.

Pada akhir mereka lulus, Jes memutuskan untuk mulai bekerja pada sebuah perusahaan desain ternama di kota itu. Sedangkan Ron dengan kepandaiannya, dia diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dari universitas yang ada untuk melanjutkan S2. Akhirnya Ron mengambil kesempatan tersebut, dengan berbekal bahwa dia mampu untuk menyelesaikan S2nya dan Jes pasti akan setia menunggunya. Akhirnya berangkatlah Ron ke luar negeri. Dan mulailah mereka menjalin hubungan pacaran mereka dengan jarak jauh.

Ketika Ron sudah pergi jauh untuk melanjutkan S2nya, Jespun mulai perlahan kembali kepada keinginannya semula dengan pelayanan aktif digereja. Semakin Jes mulai mendekatkan diri denganNya, Jes semakin merasa bahwa Ron masih kurang dewasa didalam iman. Jes merasa bahwa hubungan mereka bina selama ini hanya dalam kesenangan semu semata tanpa komitmen yang pasti. Mulailah Jes perlahan ingin mengubah Ron untuk menjadi lebih dewasa dan lebih mendekat kepadaNya. Segala keinginan Jes yang terpendam selama 2 tahun untuk memiliki cowok yang dewasa tidak dapat terbendung lagi.

Sampailah Jes mengungkapkan isi hatinya kepada Ron. Satu hari ketika Ron menelepon Jes, mulailah Jes mengungkapkan seluruh perasaannya yang kemudian berakhir dengan ledakan emosi...bagai bom waktu yang sudah dipendam lama.
Sesaat awal dalam perbincangan mereka..semua berjalan dengan baik-baik saja. Ron seperti biasa menceritakan kehidupan S2 nya dan Jes menceritakan dunia pekerjaannya. Dan kemudian ketika Jes mulai menceritakan tentang pelayanan digereja yang sekarang dia tekuni kembali. Ronpun mulai bertanya kenapa Jes selama ini tidak pernah menceritakan kepadanya bahwa Jes sebenarnya dahulu aktif didalam pelayanan di gereja. Jes menjelaskan semua perasaannya yang terpendam kepada Ron...dan akhirnya keluarlah perbincangan akhir mereka yang penuh dengan luapan emosi..............
"Kamu harus berubah menjadi orang yang dewasa dalam iman", kata Jes
"Kenapa denganmu?, apa maksudmu?", jawab Ron
"Kamu harus mulai lebih sering merenungkan firman Tuhan dan aktif dalam pendalaman alkitab, Ron", tandas Jes dengan keras.
"Baiklah,Jes..jika itu maumu, aku akan berubah demi kamu", sahut Ron dengan bingung. Ronpun tidak tahu lagi harus menjawab apa untuk memuaskan hati Jes yang sedang meledak pada saat itu.
"Ron, kamu harus berubah sekarang juga..bukan karena aku, tapi karena Tuhan", kata Jes dengan keras.
"Tapi bagaimana karena Tuhan?", sahut Ron dengan lebih bingung lagi. Dia yang memang dididik bukan dengan kehidupan kekristenan yang sejati, diminta berubah dalam waktu singkat (bisa dikata dalam sehari) menjadi orang yang cinta Tuhan.
sesaat Jes terdiam, Ronpun menghela nafas panjang dengan bepikir dan bingung..
"Baiklah Jes, aku akan berubah karena Tuhan", jawab Ron dengan lemah lembut karena Ron sudah terlanjur sayang kepada Jes. Ron tidak ingin kehilangan Jes, jadi dia akan melakukan apa saja yang Jes mau untuk membuat Jes bahagia.
"Makasih Ron, aku berharap pada saat ketika kita telepon nanti..kamu sudah mulai berubah menjadi orang yang lebih dewasa," kata Jes dengan puas.
"Baiklah Jes, sampai nanti..", jawab Rob dengan banyak pertanyaan diotaknya.

Selama 2 bulan berjalan dalam hubungan jarak jauh mereka. Dengan Jes yang ingin mengubah Ron dalam sehari, hubungan tersebut bertambah buruk. Hampir setiap kali Ron telepon kepada Jes, Jes selalu meledak dan berbicara keras seakan ingin memojokkan Ron yang kurang dewasa. Namun Ron tetap bertahan dengan keadaan yang ada, Ron berusaha mengerti sikap Jes tersebut. Ronpun tidak dapat mengubah dirinya dalam 1 hari, namun dia sudah benar-benar mencoba untuk mengubah dirinya seperti yang Jes inginkan.

Sampai 5 bulan berjalan, Jespun merasa Ron tidak mengalami banyak perubahan yang berarti..bahkan tidak dapat menjadi orang yang seperti dia inginkan. Ledakan emosi Jes bertambah besar dan akhirnya Ron juga tidak mengerti harus bagaimana lagi...merekapun mengakhiri hubungan mereka. Jes merasa Ron tidak dapat berubah, dan Ronpun merasa Jes berubah menjadi orang lain (seorang Jes yang lama yang dia kenal sudah hilang). Padahal Jes tidak berubah menjadi orang lain selama ini, dia hanya menutupi dirinya selama ini dengan menyenangkan hati Ron.
Akhir hubungan yang menyedihkan...Jes dan Ron pun putus, merela sama-sama merasa terpukul.

Dari cerita singkat diatas kita dapat belajar bahwa..
1. Dalam sebuah hubungan perlu adanya kejujuran satu sama lain. Hubungan tidak dapat dibangun dengan kebohongan karena kebohongan yang satu akan mengakibatkan kebohongan yang lain, yang semakin lama akan semakin menumpuk dan tidak jarang berakhir dengan kepedihan. Kita tidak akan pernah bisa mengenal diri kita dengan baik apabila kita terus menutupi diri kita dan menjadi orang lain didepan pasangan kita, demikianpun sebaliknya. Dengan memendam perasaan kita/identitas kita yang sebenarnya, itu tak jauh bedanya dengan kita menimbun bom waktu dalam diri kita...yang semakin lama akan semakin tidak enak...akhirnya tak jarang ketika meledak, ledakan tersebut tidak hanya menyakiti diri kita tetapi pasangan kita juga.

2. Perlunya visi dan misi yang sama diantara kedua pasangan. Pasangan yang berjalan dengan visi dan misi yang berbeda akan semakin sulit mencapai kesepakatan. Bahkan sebelum kita memutuskan untuk berpacaran, perlu juga kita menyamakan visi dan misi yang ada.

3. Carilah pasangan hidup yang sepadan. Dengan kesepadanan dalam kedewasaan iman, maka satu dengan yang lain akan dapat bertumbuh dengan baik dalam iman. Namun jika tidak sepadan, maka pihak yang lebih dewasa wajib untuk menyokong pihak yang lain untuk menjadi lebih dewasa bukan malah sebaliknya dimana pihak yang dewasa ikut jatuh menjadi ikut-ikutan tidak dewasa.

4. Bersabarlah dalam mendewasakan pasangan kita. Apabila pasangan kita tidak sepadan dengan kita (dalam artian..tidak memiliki kedekatan rohani dan pemahaman rohani yang sama dengan kita). Berilah waktu bagi pasangan kita untuk berubah, tidak ada yang instant dalam mengubah seseorang. Berubah didalam iman tidak semudah seseorang berubah menjadi superman/spiderman. Perlu banyak waktu yang dibutuhkan, banyak doa yang dipanjatkan, bahkan tak jarang banyak air mata yang terjatuh...namun jika memang jalan itu yang kita pilih. Kitapun harus mau menanggung segala konsekuensi yang ada.

5. Berilah waktu untuk bergumul sebelum memutuskan untuk berpacaran. Waktu yang cukup akan membuat kita semakin dewasa didalam memilih pasangan hidup kita nantinya. Waktu disini bukanlah ukuran waktu yang kita miliki sebagai manusia, namun ukuran waktu kita bersama Tuhan. Waktu dimana kita bergumul meminta petunjukNya untuk menentukan siapakah pasangan hidup kita. Jadi waktu itu berdasarkan waktu Tuhan, bukan waktu kita. Sehingga hubungan pacaran yang boleh kita jalani sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Ketika demikian terjadi maka jika terjadi kekurangan karena kelemahan kita sebagai manusia didalam hubungan kita, DIAlah yang akan memampukan kita untuk memperbaiki hubungan kita dan menyempurnakan hubungan kita.


Read More..

Monday, 16 August 2010

It takes two..

Alkisah ada seorang gadis bernama Ani. Ani hidup dengan sederhana,namun dia adalah anak yang taat pada orang tua dan Tuhan. Ani sangat mencintai kedua orang tuanya,dan dia akan melakukan apapun untuk membuat kedua orang tuanya bahagia. Demi memenuhi tujuan tersebut,Anipun pergi ke kota besar untuk menuntut ilmu disana. Dia bekerja paruh waktu sambil kuliah. Yang ada dipikirannya hanya bagaimana dia bisa cepat lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi untuk menyenangkan kedua orangtuanya.

Setiap semester Ani jalani dengan penuh semangat. Anipun juga aktif untuk ikut pelayanan digereja dimana dia melayani ketika di kota besar tersebut. Sampai pada akhirnya, bertemulah Ani dengan seorang pemuda digereja dimana dia melayani. Pemuda tersebut bernama Lukas. Ani dan Lukas akhirnya bersahabat dan sama-sama terlibat didalam pelayanan yang sama.


Persahabatan berjalan dengan baik, sampai pada akhirnya Lukas memberanikan diri untuk meminta Ani sebagai pacarnya. Merekapun berkomitmen untuk membawa hubungan mereka sampai dengan pernikahan. Pada awal hubungan ini, Ani tidak tahu bahwa ternyata Lukas adalah anak dari seorang penguasaha ternama di kota tersebut.

Pada saat Lukas ulang tahun,diundanglah Ani untuk datang ke rumahnya. Lukaspun datang menjemput Ani dengan sepeda motornya untuk datang kerumahnya sekaligus untuk diperkenalkan dengan kedua orang tuanya. Anipun datang dengan membawa hadiah sederhana. Sebuah syal yang dirajutnya sendiri dengan penuh kasih sayang. Setibanya Ani dirumah Lukas, Anipun sangat terkejut melihat rumah Lukas yang begitu besar dan megah. Anipun seketika menyadari bahwa Lukas yang begitu sangat sederhana yang dia kenal dan sayangi selama ini adalah anak dari seorang pengusaha ternama yang sangat kaya raya di kota tersebut. Ani masuk ke dalam rumah tersebut dengan baju dan hadiahnya yang sederhana. Namun, Lukas terlihat sangat gembira melihat kedatangan Ani. Sambil mengandeng tangan Ani, Lukaspun berkata: "kedatanganmu adalah hadiah terindah dalam hari ulang tahunku". Anipun terlihat tersipu-sipu mendengar perkataan manis dari Lukas.

Namun segala kegembiraan dan tersipu-sipu sesaat berubah ketika Ani mulai masuk lebih dalam dan diperkenalkan dengan kedua orang tua Lukas. Kedua orang tua Lukas terlihat sangat angkuh dan sombong. Ketika mereka melihat Ani, mereka langsung tanpa basi-basi mempertanyakan mengenai asal-usul Ani,status Ani dan kekayaan yang Ani dan keluarga Ani miliki?. Anipun terpaku,malu dan tidak bisa berkata apa-apa...akhirnya Ani dengan nada gemetar berusaha menjelaskan akan keluarganya yang sederhana tersebut. Ketika kedua orang tua Lukas mendengarkan cerita Ani...mereka hanya senyum seakan mengejek, kemudian mereka berkata: "Luke,inikah pacarmu?,kalian boleh saja berpacaran tapi kami tidak akan pernah merestui untuk kalian menikah...terlalu besar jurang perbedaan diantara kalian berdua". Orang tua Lukas mengatakan dengan lugas, seakan tanpa memikirkan bagaimana perasaan Lukas dan Ani. Orang tua Lukas termasuk seorang kristen tapi mereka memang kadang datang ke gereja,mereka bukanlah termasuk orang yang menghidupi kekristenan itu sendiri.

Setelah mendengar perkataan tersebut,Anipun menangis dan langsung berpamitan pulang dengan kedua orang tua Lukas. Lukas menghantarkan Ani pulang dengan sepeda motor nya dengan perasaan sakit yang luar biasa. Ketika setengah perjalanan pulang, Anipun bertanya kepada Lukas: "apa yang harus kita perbuat sekarang?, orang tuamu tidak akan pernah merestui hubungan kita".

Sejenak terdiam,kemudian Lukaspun berkata:"Ani,aku mengasihimu sampai kapanpun...aku tidak akan pernah meninggalkanmu,aku sudah berkomitmen akan mengasihimu sampai dengan pernikahan..itulah yang akan aku lakukan sesuai dengan apa yang telah kukatakan. Jadi kita memang sekarang lebih baik berpisah dulu (secara jarak),namun tetap akan selalu dekat dalam doa".

Merekapun berusaha menjaga jarak baik dikuliah maupun dikegiatan-kegiatan gereja.Namun mereka terus berkomitmen untuk membawa hubungan mereka dalam doa. Hal ini berlangsung sampai Ani dan Lukas lulus dari kuliah,mereka mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang bagus dan gaji yang tinggi. Mereka sudah tidak bertemu cukup lama,5 tahun mereka berpisah...namun mereka tetap membawa hubungan komitmen mereka dalam doa.

Setelah 5 tahun,Lukaspun berusaha untuk merajuk kepada kedua orang tuanya dan kembali memohon agar mereka mau merestui hubungan mereka berdua. Namun hal itu tidak dapat mengubah kekerasan hati dari kedua orang tuanya. Bahkan kedua orang tuanyapun seakan berusaha mengajak Lukas untuk mengenal putri dari teman-teman bisnis mereka. Lukaspun mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak akan mampu mengasihi siapapun selain Ani. Lukas sudah menemukan kedamaian dan ketenangan hati bersama dengan Ani.

Waktu terus berjalan,sampai 8 tahun sudah...Lukas dan Anipun tidak bertemu,namun mereka tahu dengan benar bahwa mereka tetap memegang komitmen mereka dan saling mendoakan satu dengan yang lainnya. Akhirnya pada akhir tahun ke-8,Lukaspun tiba-tiba sakit-sakitan,bahkan sampai akhirnya keluarga Lukas mengetahui bahwa Lukas mengidap kanker otak dengan stadium IV. Dokterpun mengatakan bahwa Lukas tidak akan mampu bertahan lama. Lukas bisa bertahan hanya dalam batas 5 bulan kedepan. Kedua orang tua Lukas sangat sedih luar biasa,mereka berusaha dengan uang yang mereka miliki untuk membawa Lukas berobat kemana saja..namun tidak ada hasilnya. Akhirnya pada bulan ke4, kedua orang tuanya berkata kepada Lukas: "Luke, adakah sesuatu yang kamu inginkan?." Lukaspun berkata: "bisakah aku bertemu dengan Ani untuk terakhir kalinya?". Demi membuat Lukas bahagia diakhir hidupnya, kedua orangtuanya berusaha dengan segala cara untuk menemukan Ani. Sampai pada akhirnya mereka bertemu dengan Ani disebuah perusahaan yang bergengsi. Anipun menjadi seorang CEO didalam perusahaan tersebut. Orang tua Lukas menceritakan bagaimana keadaan Lukas dan bagaimana Lukas ingin bertemu dengan Ani. Anipun tersentuh dan ingin segera menemui kekasih hatinya tersebut.

Sesaat ketika Ani bertemu dengan Lukas. Lukas dengan tubuh yang tidak berdaya dan tidak setampan dulu...tapi terlihat begitu senang dengan kehadiran Ani. Ani berkata kepada Lukas: "aku sangat mengasihimu,kamu tidak berubah,kamu sangat tampan dan aku menemukan kedamaian diwajahmu...Lukasku." Anipun memeluk dan mencium kening Lukas,mereka menangis berdua. Kedua orang tua Lukas melihat langsung akan cinta kasih diantara Lukas dan Ani. Lukaspun kemudian berkata dengan terbatah-batah dan terlihat begitu lemas kepada kedua orang tuanya: "apakah papa dan mama merestui hubungan kami sekarang?."..akhirnya kedua orang tua Lukas menjawab: "Iya". Tapi mereka berpikir bahwa itu semua juga demi membahagiakan Lukas yang sebentar lagi akan berpulang ke rumah Bapa.

Jika menurut prediksi dokter, Ani hanya memiliki 1 bulan bertemu dengan Lukas (itu juga anugrah dariNya). Namun Ani terus berbesar hati, dia selalu mengunjungi Lukas setiap harinya bahkan dia kadang menginap untuk menemani Lukas yang terbaring. Mereka terus berdoa dan memuji Tuhan bersama dalam keadaan tersebut.

Ternyata setelah 1 bulan berlalu,keadaan Lukas bertambah membaik sampai pada akhirnya Lukas sembuh total. Semua dokter kagum dan heran melihat mujizat Tuhan akan kesembuhan Lukas. Dan kedua orangtua Lukaspun tidak bisa berkata apa-apa...mereka melihat sendiri bagaimana Tuhan menyembuhkan anaknya dengan luar biasa dan bagaimana Ani sangat mengasihi Lukas dan merawat Lukas setiap harinya ketika Lukas sakit keras.

Segala hal yang terjadi dan doa-doa dari Lukas dan Ani pada akhirnya mengubahkan hati dari kedua orang tua Lukas.

Genaplah 10 tahun hubungan mereka, merekapun akhirnya menikah dan hidup berbahagia. 10 tahun yang mereka lalui tanpa kepastian,dengan berdoa mencucurkan air mata dan dengan komitmen...mereka tuai dengan sukacita melalui pernikahan kudus.

Melalui cerita singkat diatas marilah kita belajar...
1. Bahwa mengasihi seseorang itu murni adanya. Janganlah kita melihat status/ras/apapun yang dibawa. Kita semua dilahirkan sama dihadapan Tuhan,jadi tidak ada yang berbeda diantara kita. Yang membuat kita berbeda hanyalah cara pandang kita sebagai manusia yang terbatas, kita membatasi seseorang menurut ukuran, penilaian, pola pikir dan apapun yang kita miliki. Kita harus belajar untuk melihat semua orang itu indah adanya dengan kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki karena segalanya indah dimataNya.

2. Perlunya komitmen dalam sebuah hubungan. Hubungan bisa berlangsung dengan lama,mampu melampaui banyak rintangan dan bertumbuh satu sama lain didalamNya karena ada komitmen didalamnya. Komitmen bukan hanya sebuah kata yang diucapkan,namun terlihat nyata apabila ujian datang didalam sebuah hubungan tersebut.

3. Terus membawa setiap hubungan kita didalam doa. Doa yang akan memperkuat hubungan yang ada. Meski jarak memisahkan dan ujian berat menghadang..semua bisa diselesaikan jika kita memohon bantuanNya melalui doa-doa kita. Jadi terus sediakan waktu bersama dengan pasangan untuk bergumul didalam doa.

4. Menumbuhkan kasih agape didalam hubungan kita. Ketika kita mengasihi pasangan kita dengan kasih agape,maka semuanya adalah anugerah dariNya. Kita mengasihi pasangan kita bukan karena...., tapi kita mengasihi pasangan kita meskipun...
(aku mengasihimu bukan karena uangmu, kekayaanmu, kepandaianmu, ketampananmu, kekuatanmu,dll..tapi aku mengasihimu meskipun kamu jelek,tidak pandai,tidak kaya,hidup sederhana,dll).
Cobalah sesaat untuk bersama dengan pasangan kita, kita memejamkan mata kita sejenak dan merenungkan..apabila suatu saat segala kelebihan yang dimiliki pasangan kita hilang, bahkan berubah menjadi kekurangannya....akankah kita tetap mengasihinya?, jika kita menyadari bahwa ketika kelebihan berubah menjadi kekurangan bukannya masalah...maka kita sudah berhasil menerapkan kasih agape tersebut terhadap pasangan kita. Namun, bila sebaliknya, bila kita tidak siap apabila pasangan kita berubah (segala kelebihan menjadi kekurangan)..berarti kita mengasihinya bukan dengan sungguh-sungguh...lebih baik kita mulai mempergumulkannya kembali. Karena hidup ini terus berjalan maju, usiapun semakin bertambah..apa yang menjadi kelebihan lambat laun akan berubah menjadi kekurangan seiring dengan usia yang semakin bertambah. Jika kita tidak siap menerima keadaan yang ada..adakah kita menikah hanya untuk kepuasan?,adakah kita berpikir menikah bisa bercerai kapan saja?....biarlah pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menjadi bahan perenungan pribadi kita masing-masing.

5. Tetap mempercayai Tuhan yang terus bekerja didalam setiap hal yang kita jalani. Apabila kita sudah memulai sebuah hubungan bersama dengan Tuhan,marilah kita terus percaya bahwa Tuhan tidak akan diam meninggalkan hubungan kita ditengah-tengah masalah apapun. Lingkungan bisa saja kemudian mengucilkan, membenci bahkan tidak menyetujui hubungan kita..namun, sebelum kita memutuskan untuk berpisah dengan pasangan kita. Cobalah renungkan kembali apakah perpisahan itu yang Tuhan mau?, ataukah itu yang lingkungan kita mau untuk kita lakukan?. Jadi keputusan apapun yang kita buat bukan berdasarkan lingkungan/ orang sekitar kita, tapi berdasarkan kehendak Tuhan. Dan untuk mengetahui kehendakNya, teruslah menjalin hubungan yang intim bersama dengan pasangan kita bersama dengan Tuhan.

Have faith and pray, and both of you’ll have blessings more than you can know

Read More..
Our Journey © 2008 Por *Templates para Você*