Our Wedding Path ♥

Daisypath Anniversary tickers

Our Baby ♥

Lilypie First Birthday tickers
Showing posts with label David en Veve. Show all posts
Showing posts with label David en Veve. Show all posts

Monday, 21 May 2012

Kunci rumah tertinggal..itupun berkat Tuhan :)


Pernahkah anda mengalami hal yang negatif didalam hidup anda..tapi justru dibalik itu Tuhan ingin menyatakan berkatNya kepada anda?. Dibalik hal yang negatif, Tuhan justru ingin memperlihatkan penyertaanNya yang sempurna didalam hidup anda?

Saya dan suami mengalami bagaimana hal yang negatif berubah menjadi berkat. Kemarin adalah hari yang benar-benar penuh dengan kekawatiran, kecemasan, kekonyolan sekaligus ketidakpastian bagi saya serta suami. Tapi anehnya ketika saya mengalami peristiwa tersebut, saya tidak merasakan seidikitpun kekawatiran,dll...yang saya rasakan dihati hanya ketenangan yang luar biasa. Seakan hati ini percaya bahwa DIA akan menyelesaikan segalanya dengan sangat baik. Peristiwa apakah yang saya alami.....??



Setelah hampir seharian kami dirumah, maka suami saya memutuskan untuk mengajak saya jalan-jalan sekaligus makan malam dipusat kota kemarin. Sayapun segera bersiap-siap. Suami saya sudah menunggu didepan pintu rumah. Sayapun segera keluar dari rumah dan menutup pintu. Berikut percakapan kami setelah pintu rumah tertutup..

David : 've, mana kunci rumahnya?' (nada lumayan tenang)
Veve  :'mana ve tahu Ko. Yang bener aja..bukannya kamu yang membawa kuncinya'(berpikir hanya gurauan)
David :'ga..kuncinya tidak ada padaku. Bukannya tadi aku berusaha mengingatkan dirimu..hati-hati dengan kunci rumahnya' (tampak kerutan diwajah dan kebingungan)
Veve :'terus bagaimana Ko?, mana hp nya ketinggalan didalam rumah juga' (T.T)
      'kita harus melakukan sesuatu untuk membuka pintu ini. Kita tidak bisa diam saja'(sembari saya kebingungan untuk mencari cara membuka pintu rumah)

Akhirnya saya berusaha mengambil batang pohon didepan rumah, membuat menjadi kait guna meraih tombol pintu dalam. Saya berusaha memasukkan batang pohon tersebut melalui lubang kotak pos yang ada dipintu. Sekali, dua kali, tiga kali mencoba..tapi tidak berhasil juga. Suami sayapun mulai gelisah, akhirnya dia berusaha mengingat alamat rumah dari pemilik rumah kami..tapi ternyata dia tidak berhasil menemukannya.
Singkat cerita..kitapun memutuskan untuk cepat-cepat mencari tempat untuk menggunakan internet gratis dan berusaha mencari tempat untuk telpon. Suami memutuskan untuk kita pergi ke perpustakaan dipusat kota.

Sepanjang perjalan didalam tram. Suami saya mulai sedikit menyalahkan saya serta dirinya sendiri. Betapa bodohnya kami dengan kekonyolan yang terjadi. Diapun mulai kawatir akan apa yang akan terjadi jika ternyata mungkin si pemilik rumah kami sedang berlibur ke luar negri karena minggu kemarin adalah minggu-minggu liburan panjang. Apakah kami harus melaporkan ke kantor polisi?, apakah polisi nanti akan mendobrak pintu rumah kami?, apakah kami terpaksa harus tinggal dihotel?, siapa teman yang bisa menolong kami memberi pinjaman internet dan telepon?..sepanjang perjalanan didalam tram kami berdua terus berdiskusi sekaligus merasa konyol dan bodoh. Tapi jujur selama peristiwa tersebut terjadi, saya merasakan tidak terlalu bingung dan kawatir. Saya hanya diam, seakan saya sudah mengerti bahwa semuanya akan baik-baik adanya. Saya percaya bahwa ketenangan saya itu saya dapatkan dariNya. Saya adalah orang yang selalu bingung dan kawatir bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun..tapi hari itu, saya hanya diam dan merasa tenang.

Setelah setengah perjalanan kami sudah hampir sampai  dipusat kota. Jam ditram ternyata sudah menunjukkan pk18.15..itu berarti tidak ada lagi harapan bagi kami untuk ke perpustakaan lagi karena perpustakaan pasti sudah tutup. Akhirnya tiba-tiba saya teringat ada teman sekolah saya yang rumahnya dekat dengan pusat kota..sayapun lekas memberi saran kepada suami saya untuk meminta bantuan dari teman saya tersebut. Saya pernah diundang 2x kerumahnya untuk makan sepulang sekolah. Dia berasal dari negara cina, yang hidup disini sendiri dengan 1 orang anak laki-lakinya. Dia senang sekali jika saya mau meluangkan waktu saya untuk makan bersamanya sepulang dari sekolah.

Kamipun langsung mengunjungi teman saya tersebut. Ketika bertemu dengannya, saya langsung bercerita apa yang sudah terjadi. Dia sangat hangat dan bersahabat sekali. Kami dipersilahkan masuk kerumahnya..memakai komputer serta internetnya..bahkan telponnya untuk bisa telpon ke pemilik rumah kami sekarang. Puji Tuhan juga ternyata si pemilik rumah kami tidak sedang dalam liburan dan dia memiliki kunci ganda dari rumah kami...kamipun pergi kerumahnya untuk mengambil kunci ganda tersebut.

Berkat yang ada adalah..selama dirumah teman saya tersebut. Kami dijamu dengan baik,bahkan diajak makan 'Hot Pot' bersama. Betapa luar biasanya! Kami keluar rumah memang dengan harapan mau makan malam di pusat kota, ternyata melalui kunci yang tertinggal..kami bisa makan malam 'Hot Pot' gratis:).

Akhirnya semuanya berakhir dengan luar biasa! Memalui peristiwa tersebut kamipun belajar bahwa apapun yang terjadi didalam kehidupan kita, semuanya sudah dirancangkan yang terbaik olehNya. Kadang kita bingung, cemas, kawatir bahkan mengeluh dengan apa yang kita alami..tapi sebenarnya DIA tersenyum dan berkata ' Saatnya akan tiba, semuanya akan baik adanya..semuanya untuk kebaikkanmu anakKu...percayalah kepadaKu'.



Read More..

Monday, 6 February 2012

It's my birthday - God's special delivery gift for me :)



Kemarin adalah hari ulang tahun saya. Tidak terasa saya sudah berusia 29 tahun. 29 tahun Tuhan sudah memberi saya yang terbaik dan mendidik saya untuk lebih mengenal jalan-jalanNya. Ada banyak suka-duka yang saya alami, tapi saya bersyukur karena sekecil dan sepahit apapun perjalanan hidup yang saya alami..saya melihat penyertaan Tuhan yang sempurna didalamnya. Saya percaya bahwa tidak ada satupun yang boleh saya alami tanpa sepengetahuan dariNya. Itulah yang menurut saya adalah cara khasnya membentuk seorang pribadi seperti saya.


Dari sejak kecil, saya selalu meminta sesuatu pada Tuhan pada saat saya ulang tahun. Dan ketika saya boleh melihat kembali ke belakang, semua permintaan yang saya sampaikan pada Tuhan sudah digenapi satu persatu. Ada yang langsung dijawab, ada yang mengajarkan kepada saya untuk menunggu dan sabar..bahkan sampai detik ini saya masih diproses didalamnya.


Pada peristiwa ulang tahun saya yang kemarin, saya merasakan sangat spesial sekali. Banyak salam, doa serta ucapan selamat ulang tahun serta keluarga..baik melalui FB, YM, sms maupun telepon. Saya bersyukur masih diberi kesempatan oleh Tuhan 1 tahun lagi serta mendengar ucapan-ucapan dan doa-doa mereka. Terimakasih Tuhan untuk semua kebaikkanMu .

Kemarin yang lebih spesial lagi adalah ketika saya membuka mata di pagi tanggal 5 februari. Saya tiba-tiba seperti seorang anak kecil. Saya datang seperti biasa dalam renungan pagi. Saya kemudian datang seraya berkata :"selamat pagi Kristusku yang mulia, hambaMu ini berulang tahun hari ini. Apa yang ingin KAU berikan bagi hambaMu?, sampaikanlah melalui firmanMu hari ini." Sayapun bergegas membuka renungan saya,sambil tak sabar melihat apa yang ingin DIA bagikan kepada saya. Dalam benak saya, mungkin segalanya menjawab setiap pergumulan saya akan "anak yang saya rindukan selama ini"/ menjawab mengenai mau kemana Tuhan mengarahkan saya 1 tahun kedepan / mimpi-mimpi apa yang akan saya capai / visi-misi apa yang akan saya hadapi ..tapi semuanya jujur saya kaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan dan enak. Tidak terlintas satupun dibenak saya mengenai sesuatu yang tidak enak bagi saya . Tapi tidaklah demikian ternyata yang Tuhan mau...

Yang saya dapat dipagi itu mengenai "dicurahkan sebagai persembahan", dengan ayat emas didalam Filipi 2:17 "Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian". Melalui firmanNya hari itu mengajak saya untuk kembali mengingat siapa diri saya sebenarnya. Saya hanyalah seorang hamba dan harus mau menjadi "keset" bagi orang lain untuk mengenalNya. Bersediakah saya untuk menjadi kurang dari setetes air dalam ember-sama sekali tidak berarti sehingga tidak seorangpun mengenang saya walaupun mereka memikirkan orang-orang yang saya layani. Seraya Tuhan berkata didalam hati saya:"Nak, itulah cara bagaimana kamu harus melayaniKu". Bukan karena kamu, tapi karena AKU segalanya.

Jujur didalam ulang tahun kali ini memang ada beberapa orang yang saya anggap dekat,yang saya boleh layani bahkan keluargapun..mereka bahkan tidak ingat akan ulang tahun saya. Didalam lubuk hati yang terdalam, saya yang adalah seorang melankolis bertanya..mengapa mereka tidak ingat?, apa salah saya?, apakah saya kurang memperhatikan mereka?, beberapa pertanyaan muncul dibenak saya. Tetapi terimakasih karena Tuhan mengingatkan saya kembali bahwa saya hanya "hamba" dan "keset". Jadi bahkan orang lainpun tidak ingat, saya harus tetap bersukacita selalu. Sukacita itu hadir bukan karena keadaan disekita saya, tapi karena sukacita itu sudah ada didalam hati saya. Sukacita itu ditanamkan Tuhan dilubuk hati saya, tidak peduli apapun keadaan disekitar saya..sukacita itu tetap mengalir senantiasa .

Akhir kata..

Terimakasih Tuhan..
untuk waktu yang masih KAU berikan dalam hidupku,
atas hadiah yang terindah yang KAU berikan tahun ini bagiku,
atas keluarga yang hadir dihidupku & suami terbaik bagiku,
untuk segalanya & kesempatan melayani serta mengenalMU


Read More..

Wednesday, 21 September 2011

I don't want to envy, help me GOD!

Judul diatas mengungkapkan isi hati terdalam dihati saya.Ketika saya tahu seorang teman digereja sedang hamil. Betapa bahagianya dia dengan kehamilannya. Sampai memegang perutnya,dia tersenyum dan bercerita betapa bahagianya dia serta keluarga atas kehamilannya. Tapi disaat itulah hati saya menjerit dengan keras:'Tolonglah saya ya Tuhan, saya tidak ingin iri dengan dia'.

Hal terbesar yang membuat saya iri karena dia baru saja menikah, sebulan kemudian dia langsung diberi kesempatan untuk hamil. Mulailah saya mengasihani diri sendiri, membandingkan diri dengannya dan betapa saya bertanya-tanya mengapa saya?. Mengapa saya harus mengalami penantian ini?, mengapa saya diberi masalah dengan sel telur serta posisi rahim yang terbalik?, mengapa saya belum diberi kesempatan merasakan kehamilan?. Saya sudah tahu semua jawaban dari mengapa..tapi didalam keberdosaan saya,jujur saya kadang tak kuasa untuk berpikir jernih dan positif. Melihat bahwa APAPUN yang saya alami karena kebaikkanNya. WaktuNya tepat bagi saya, kapanpun itu, rencanaNya adalah sempurna.


Dengan perasaan yang kalut tersebut,mulailah saya menimbun 'secara tidak langsung' semua rasa iri saya terhadap teman saya tersebut. Saya mulai berpikir negatif tentang dia: mengapa dia tidak mau berempati pada orang lain?, mengapa dia seakan sombong dengan keadaannya?, mengapa dia tidak bisa membawa diri dengan baik?. Yah..begitulah seorang yang sedang iri. Lambat tapi pasti dengan membenarkan dan mengasihani diri sendiri tapi mencari kesalahan orang lain.

Bahkan sayapun sampai memutuskan untuk tidak ke gereja pada hari minggu untuk menenangkan hati saya. Saya tidak ingin perasaan iri ini terus berkembang dan tumbuh subur. Jadi mungkin, menurut pemikiran saya, lebih baik saya tidak ke gereja sementara. Dengan tidak melihat orang yang bersangkutan maka saya lambat laun akan melupakan orang tersebut. Karena begitu suburnya, saya sampai membawa orang yang bersangkutan didalam mimpi-mimpi saya. Saya tidak bisa tidur dengan nyenyak bahkan tidak bisa konsentrasi dengan kegiatan saya di sekolah. Benar-benar dosa yang dipupuk bisa membawa kehancuran.

Kemudian saya berdoa kepadaNya untuk memohon supaya saya bisa dididik untuk tidak menjadi iri hati. Apakah yang Tuhan perbuat dalam mendidik saya?. Saya berharap bahwa didikannya akan menenangkan hati saya, membuat saya lebih damai dan melepaskan semua kekawatiran saya. Tapi ternyata caraNya benar-benar berbeda dengan apa yang saya pikirkan.

Setelah selesai berdoa, Tuhan langsung menjawab doa saya. Cukup cepat jawaban Tuhan, tapi benar-benar mengena dihati saya. Saya pada waktu itu memang mengajukan diri untuk ikut membantu di pelayanan sekolah minggu digereja. Kemudian saya menerima email dari koordinator sekolah minggu bahwa minggu depan saya bisa mulai membantu di sekolah minggu. Kebetulan pada minggu yang sama itu suami saya juga memulai kembali pelayanan organisnya. Setelah sejenak saya tersenyum bahagia dengan email tersebut, saya kemudian tersentak bingung..tidak jelas..kawatir..semua bercampur menjadi satu .

Ternyata saya harus melayani bersama dengan 'orang yang membuat saya iri'. Saya bahkan tidak bisa lari lagi karena suami saya juga harus pelayanan sebagai organis. Saya benar-benar tidak menyangka bahwa dengan menjadikan saya untuk belajar tidak iri adalah saya harus bergaul dengan 'orang yang membuat saya iri'. Semalamanpun (sabtu malam) saya tidak bisa tidur karena terus berpikir apa yang akan terjadi besok minggu ketika saya pelayanan dengan 'orang yang membuat saya iri'.

Hari minggupun datang, saya dan suami pergi ke gereja lebih awal. Kami sama-sama harus mempersiapkan diri sebelum pelayanan berlangsung. Sayapun bertemu dengan orang tersebut. Didalam hati saya penuh dengan kekawatiran dan campur aduk semua macam perasaan (tidak mampu saya lukiskan). Kemudian saya langsung berdoa didalam hati:'Ya Bapa tolong mampukan hambaMu ini'. Saya bertemu, bercakap-cakap..dan akhirnya kami bisa melayani bersama. Bahkan saya bisa mengambilkan dia kursi untuk duduk serta berkata:'duduklah, berdiri terus tidak baik untuk orang yang sedang hamil'. Saya tidak menyangka bisa berkata demikian. Benar-benar luar biasa Tuhan mendidik saya. Ketika semua yang terjadi, perasaan saya menjadi berubah. Perasaan iripun mulai berangsur-angsur sirna dan bahkan saya bisa belajar untuk berbahagia dengan orang lain yang merasa bahagia .

Dari kejadian tersebut, saya belajar 2 hal didalamnya :
1. Cara Tuhan berbeda dengan cara kita, tapi semuanya mendatangkan kebaikkan bagi hidup saya.
2. Setiap pergumulan yang saya hadapi membuat saya menjadi semakin dewasa didalamNya.
3. PertolonganNya tidak pernah terlambat, TEPAT pada waktuNya.

'No temptation has overtaken you that is not common to man. God is faithful, and he will not let you be tempted beyond your ability, but with the temptation he will also provide the way of escape, that you may be able to endure it '-1 Corinthians 10:13/ESV

Read More..

Thursday, 25 August 2011

Happy B'Day My Lovely Dave!


Tanggal 24 Agustus 2011 kemarin, Ko david tersayang merayakan ulang tahunnya. Pada tanggal tersebut kita merayakan dengan pesta kecil-kecilan dirumah karena keesokkan harinya tanggal 25 Agustus, kita mengundang beberapa teman-teman dekat untuk merayakannya ulang tahun Ko David di Eindhoven.

Kami sangat besyukur padaNya karena semua teman yang kami undang dan kami harapkan kedatangannya, mereka dapat datang dan berbagi sukacita bersama dengan kami. Kami sangat bersyukur diberi teman-teman yang terbaik selama di Belanda ini. Kami berharap semoga persahabatan kami tidak lekang oleh waktu .


Ketika dirumah, saya-veve, hanya membuat kue bolu sebagai ganti kue tart. Sengaja kenapa disajikan kue bolu???..karena kue bolu menggunakan telur tidak sebanyak kue tart . Kita berusaha "diet" sih dengan berusaha menghindari kue-kue yang banyak mengandung bahan-bahan telur, bersantan dan manis.

Sekalian kue bolu, pastinya ada mie panjang umur dan puding coklat "kesukaan Ko David tentunya". Semoga segala harapan dan keinginan Ko David bisa terwujud pada tahun mendatang. Serta....Kasih Kristus senantiasa menguatkan, memimpin, melindungi, memberi yang terbaik didalam setiap langkahnya...amin!

PS: I love you very much Ko David



Read More..

Monday, 16 May 2011

Our new house is HIS beautiful gift

Ada banyak cara Tuhan berkerja didalam hidup kami, salah satunya adalah bagaimana kami mendapatkan rumah yang baru ini. Kerinduan kami untuk mendapatkan rumah sudah dijawabNya dengan cara yang luar biasa, di luar apa yang kami pikirkan dan rencanakan. Jika kami boleh menceritakan betapa besar kasihNya dalam hidup kami, ini semua hanya karena anugerahNya.

Apartement kami yang lama di Den Haag sebenarnya cukup bagus dengan bangunan yang baru dan area yang lebih bagus daripada apartement kami yang pertama di Rotterdam. Namun ternyata cafe dibawah lantai kami tidak dapat ditolerir lagi. Kadang bukan hanya suara gaduh yang menjadikan masalah, namun bau rokok dan marijuana yang tak jarangpun sampai ke lantai kami. Hal tersebut benar-benar membuat kami tidak merasakan nyaman dan damai. Sampai pada akhirnya keadaan tersebut ditambah dengan adanya seorang pencuri yang tertangkap polisi dini hari dengan segala kegaduhannya dicafe bawah tersebut. Dari beberapa hal tersebut akhirnya kami memutuskan untuk pindah tempat lagi.


Kami mulai mencari tempat yang baru ini dalam kurun waktu yang lumayan pendek karena apartment lama kami itu juga akan direnovasi, jadi mau tidak mau..kamipun harus pindah dari sana. Kami bukan hanya mencari melalui internet, namun juga melalui jasa makelar. Ada kurang lebih 5 makelar yang kami hubungi dan tidak kurang dari 10 apartement yang kami kunjungi, namun tidak ada satupun yang cocok bagi kami. Kami benar-benar tidak dapat merasakan nyamannya tinggal ditempat-tempat tersebut. Kami terus membawa didalam doa-doa kami untuk memohon belas kasihanNya memberikan kami tempat tinggal yang baik..seturut dengan kehendakNya.

Dikala kami mencari tempat tersebut, kami melihat bagaimana tangan kasih Tuhan benar-benar membantu mengarahkan kami. Suatu ketika kami mendapatkan 1 tempat yang lumayan bagus (secara penglihatan kami sebagai manusia) karena dekat dengan pusat perbelanjaan dan areanya terlihat lumayan bagus. Kamipun mengunjungi apartement tersebut bersama dengan salah satu makelar yang memperkenalkannya. Namun setelah kami tiba disana, pintu rumah tersebut tidak bisa dibuka. Berkali-kali makelar tersebut berusaha membuka tempat itu, tapi ternyata tidak bisa-bisa. Bahkan sampai hampir mendobrak pintupun, pintu tidak dapat dibuka. Didalam hati sayapun (veve) merasakan ada sesuatu yang menghalangi pintu itu dan pintu itu tidak akan dapat terbuka. Akhirnya ko david berusaha membuka pintu itu (untuk membantu makelar tersebut), tapi ternyata tetap pintu tidak terbuka. Sampai akhirnya kami meninggalkan tempat itu.

Keesokkan harinya ko david berusaha menanyakan pendapat teman kantornya (yang adalah orang belanda yang sudah tinggal di Den Haag dari kecil) mengenai tempat yang baru kami kunjungi. "Oh..david, tempat itu tidak baik menurut saya karena dekat dengan area pelacuran", kata teman kantor ko david. Dari sana kami benar-benar melihat bagaimana Tuhan turut campur didalam masalah sekecil apapun jika kita mengikut sertakan DIA didalam setiap hal yang kita akan lakukan.

Ada pula salah satu apartement yang lain yang kami suka, namun di lantai 2. Kamipun tetap mendoakan kemana kami harus melangkah?, tempat seperti apa yang akan kami dapatkan?. Dan alhasil, ternyata apartement tersebut juga sudah laku. Setelah kami mendapatkan tempat kami sekarang ini, kami melihat betapa baiknya Tuhan dalam hidup kami. Jika kami benar-benar mendapatkan apartement di lantai 2 tersebut, kami tidak bisa memikirkan bagaimana kami harus pindahan nanti. Begitu banyakanya barang-barang kami, tidak ada yang membantu kami..kami yang harus naik-turun tram, namun juga naik-turun tangga.

Akhirnya..apa yang tidak begitu baik yang kami pikirkan, itulah yang baik yang Tuhan sediakan bagi kami. Ko davidpun mendapatkan penawaran rumah melakukan internet yaitu rumah yang kami tinggal sekarang. Pertama-tama kami jujur berpikir mengenai ini-itu (banyak sekali mengenai hal-hal negatif) mengenai rumah kami sekarang. Tapi setelah kami benar-benar masuk kedalam rumah tersebut, apa yang kami pikirkan dan kami kawatirkan itu tidak terjadi.

Kami boleh melakukan pindahan, semua karena kebaikkan Tuhan. Tidak ada yang membantu kami, kami harus menyiapkan dan memindahkan semuanya sendiri. Kamipun harus naik-turun tram karena tidak ada mobil yang dapat kami pinjam. Tapi disana kami melihat betapa Tuhan terus menguatkan kami. Tuhan terus menjaga tubuh kami, kelelahan yang sangat kami rasakan, tak jarang menyebabkan kami salah paham dan saling emosi..namun dari kejadian tersebut lebih menajamkan rasa sayang dan cinta kami. Kami sadar dengan benar bahwa tanpa Tuhan kami tidak bisa melakukan apa-apa dan mendapatkan seperti sekarang ini.

Betapa kami melihat Tuhan memberikan hadiah yang demikian besar bagi kami. Apa yang kami pikirkan tidak mungkin kami dapat, tapi Tuhan begitu baiknya memberikannya kepada kami. Sekarang ini kami benar-benar boleh tinggal di sebuah rumah, lantai 1 dan terdapat pekarangan kecil di depan dan belakang rumah. Tapi kami terus dan akan terus membawa rumah kami yang baru ini didalam doa-doa kami. Biarlah rumah inipun untuk Tuhan karena tanpa Tuhan kami tak sanggup mendapatkannya.

He always can fulfill our dreams...just believe in HIM^^

Read More..

Sunday, 15 May 2011

Why me??

Kehidupan yang saya jalani di Belanda ini, benar-benar tidak semudah dan seindah yang orang-orang katakan. Ada banyak pergumulan yang dihadapi dan adaptasi yang begitu jauh berbeda dari Indonesia. Bagi saya begitu terasa sekali beratnya tinggal di negara lain, jauh dari keluarga dan sahabat-sahabat karena saya tergolong seorang yang "rumahan". Dari TK sampai dengan kuliahpun, saya tidak pernah pergi kemana-mana, jika tanpa ditemani orang tua/sahabat-sahabat. Jadi ketika saya harus menginjakkan kaki pertama kali ke negara belanda ini, perjuangan batin yang benar-benar berat bagi saya. Saya harus belajar dengan keras untuk mandiri dan tidak menggantungkan diri pada bantuan orang lain.


Mengapa saya?..mengapa saya yang "kuper" ini diijinkan Tuhan untuk diproses di negera yang jauh?, mengapa saya yang mendapatkan kebaikkan Tuhan untuk dapat merasakan hidup di negara lain?, mengapa saya yang diijinkan Tuhan untuk keluar dari lingkungan nyaman di Indonesia menuju ke negara yang begitu bebasnya?, mengapa saya diproses dengan penantian menunggu momongan yang lumayan panjang?, mengapa saya harus mengalami saat jatuh yang terberat selama 6 bulan dinegara orang bahkan sampai menghentikan les bahasa belanda untuk memulihkannya?, mengapa saya yang hina ini masih disayangiNya begitu rupa dengan memberikan seorang suami yang sangat baik dan begitu mendukung saya?, mengapa saya masih dibukakan jalan untuk tetap bisa menjalin komunikasi dengan sahabat-sahabat diIndonesia?..Why me??? Banyak sekali hal-hal positif dan negatif yang terjadi..tetapi semua mengacu kepada 1 pertanyaan...WHY ME?? "mengapa saya??".

Saya rasa setiap manusia juga pernah mempertanyakan hal yang sama terlepas dari keadaan apapun yang kita hadapi. Pertanyaan tersebut wajar untuk ditanyakan, namun sejauh apakah kita mampu belajar berserah dan percaya apabila kita tidak berhasil menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita??, saya pun terus bergumul dan jatuh-bangun didalam bergumul bersamaNya. Jika hal-hal positif yang terjadi, mungkin jawaban dari pertanyaan "mengapa saya?" adalah sangat mudah sekali. Kita bisa dengan semangat menjawab bahwa semua adalah anugerahNya. Tuhan terlampaui baik pada saya, tangan kasihNya tidak pernah meninggalkan setiap anak-anakNya yang berharap padaNya dan DIA pasti mendengar setiap keluh kesah anak-anakNya. Sangat mudah bagi saya,bagi kita sekalian,memuji Tuhan dan mendapatkan jawaban "mengapa saya?" jika keadaan berjalan baik,mulus, dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun jika hal-hal negatif yang terjadi, jika keadaan begitu mendesak dan menekan kita..akankah kita masih tetap bersyukur,melihat bahwa tangan kasihNya masih tersedia bagi kita,kita mampu mengatakan selamanya Kau KRISTUS yang kucinta, dan kupercaya rancanganMu sempurna didalam hidupku?.

Pertanyaan itu bukan hanya sekedar pertanyaan yang saya tulis di blog ini, namun itulah pertanyaan-pertanyaan yang selalu juga saya tanyakan untuk membuat saya sendiri sadar jika keadaan sudah begitu menekan saya. Jika saya mulai membandingkan hidup saya dengan orang lain, jika saya mulai sedikit iri dengan apa yang orang lain dapatkan dan jika saya mulai goyah dalam doa-doa saya.

Jika mungkin ada sahabat-sahabat yang menantikan momongan yang lumayan lama..mungkin saya bisa mensharingkan perasaan saya ini kepada sahabat-sahabat sekalian. Bahwa sahabat-sahabat tidak sendirian, sayapun karena kebaikkan Tuhan diijinkan Tuhan merasakan proses penantiaan tersebut. Bahkan 6 bulan yang lalu adalah saat-saat terberat dalam hidup saya. Saya sampai menghentikan semua aktivitas (les bahasapun saya hentikan) dengan menunggu dan merencanakan kehamilan. Namun 6 bulan berjalan sia-sia, semua hal yang mungkin agak sedikit memaksa Tuhan dengan doa-doa saya supaya saya bisa hamil adalah sia-sia. Sayapun tetap belum diijinkan hamil.

Tapi Tuhan sangat baik sekali karena melalui 6 bulan itu, saya yang hina ini disadarkan kembali akan bagaimana harusnya saya mencari kehendakNya dalam hidup saya, bukan sebaliknya (berusaha memaksakan kehendak saya kepadaNya). Saya diingatkanNya akan cerita seorang Hannah, bagaimana Hannah yang juga menantikan momongan begitu lama bahkan istri Elkana yang lain yaitu penina sudah melahirkan seorang anak, namun Hannah masih belum dikarunia seorang anakpun (1Sam 1:2). Saya terus belajar dari seorang Hannah, bagaimana dengan situasi yang begitu mendesaknya..banyak orang disekelilingnya yang mungkin sudah mencemoohnya/ mengangapnya sudah berdosa besar sehingga dia tidak dkarunia anak, namun seorang hannah tetap bersyukur dengan keadaannya (1Sam2). Hannah terus berdoa dan memohon belas kasihan dari Tuhan (1 Sam2:19). Hannah tetap menjaga imannya dan tetap percaya bahwa Tuhan akan menyatakan kehendakNya sesuai dengan waktuNya (waktuNya tepat dan sempurna). Sehingga karena kesabaran dan iman seorang Hannah, rencana Tuhan terlaksana dalam diri Hannah, Hannah benar-benar dikarunia seorang samuel. Seorang anak yang benar-benar dipakaiNya dan benar-benar dikasihiNya. Cerita dari seorang Hannah itulah yang sangat menguatkan saya karena bagi saya bukan seberapa banyak anak yang bisa saya lahirkan/diberikan Tuhan kepada saya tetapi seberapa Tuhan mau menggunakan anak saya nanti untuk kemuliaanNya. Itulah doa saya dan suami setiap hari, kami ingin supaya anak kami bisa dipergunakanNya.. menjadi anak yang benar-benar takut akan Tuhan dan taat kepada keluarganya.

Sayapun tidak mengerti pergumulan sahabat-sahabat yang lain. Mungkin ada sahabat-sahabat yang sedang menantikan pasangan hidup, menantikan pekerjaan yang lebih baik, menantikan jawaban akan pemulihan hubungan didalam kehidupan sahabat-sahabat sekalian, menantikan penyembuhan bagi sakit penyakit yang diderita, menantikan pengampunan bagi keluarga tercinta..apapun penantian yang sabahat-sahabat rasakan. Marilah kita tetap mempertahankan iman kita ditengah-tengah penantian kita sambil kita terus menantikan kedatanganNya kedua kalinya.

Tidak apa-apa menurut pendapat saya apabia kita kadang bertanya "mengapa saya?", tetapi kita tetap belajar terus percaya pada kuasaNya dan tangan kasihNya setiap saat dihidup kita. Tuhan akan selalu mendengar tangisan-tangisan kita ketika kita menghadapi masalah yang tersulit didalam hidup kita..dan DIA pasti akan menampung tangisan kita dalam kirbatNya yang kudus dan menjawab doa-doa kita sesuai dengan waktuNya dan kehendakNya. Tinggal apakah kita masih mau mengimani akan kebaikkanNya yang tidak berkesudahan dan belajar bersyukur dalam segala hal???


We can respond in faith by praising HIM for who HE is-regardless of the outcome (Job 1:20-22
)

by: veve

Read More..

Wednesday, 6 April 2011

"My mind" problem

Kehidupan sebagai seorang Ibu rumah tangga mungkin terasa gampang jika dijalani oleh orang-orang yang memang tidak suka berkarir, namun bagi seorang seperti saya hal tersebut adalah susah sekali. Saya yang dahulu sebelum menikah disibukkan dengan berbagai macam aktifitas. Dari bangun pagi sampai dengan malam selalu ada aktifitas yang saya lakukan (dari pergi ke kantor, pelayanan di gereja, les bahasa, pergi dengan sahabat,jalan-jalan dengan keluarga,dll)..bahkan tidak ada waktu sedikitpun untuk termenung dan serasa "sisa waktu" yang banyak. Namun semuanya berbalik 360 derajat semenjak saya menjadi seorang ibu rumah tangga. Saya yang seharian dirumah,apabila tidak les,berkutak-kutik dengan berbagai macam hal dirumah sampai kebosanan tingkat tinggipun tak sering datang dan menghinggap pada diri saya.


Apalagi dengan tipe seperti saya,pikiran saya jika tidak sibuk maka akan berpikir bermacam-macam. Saya bersyukur karena dikaruniaNya memory yang begitu kuat, saya bisa mengingat sesuatu dengan cukup lama,namun itupun tak jarang menjadi tantangan terbesar bagi saya. Contoh: apabila saya mendengar secuplik kalimat buruk melalui TV/film..saya pernah mendengar ada orang yang memaki Tuhan. Kata-kata itupun terus terngiang-ngiang diotak,pikiran dan hati saya.Begitu beratnya saya menghilangkannya. Belum lagi jika saya menonon film-film yang seram,maka tak jarang film itupun terus terbayang-bayang sampai lama sekali.

Bagi saya pengendalian pikiran adalah yang sangat sulit sekali. Saya tak jarangpun berdoa kepada Tuhan memohon ampun karena tidak ada sesuatu yang baik didalam diri saya. Bukan apa yang baik yang saya pikirkan, namun tak jarang seringkali apa yang tidak baik "yang tidak saya kehendaki", justru yang saya pikirkan. Hal itu mengingatkan kata seperti kata rasul paulus sendiri didalam Roma 7:13-25.

Bahkan sayapun pernah berdoa dan memohon padaNya, jika memang melalui pikiran saya sering mendukakan hatiNya, lebih baik pikiran saya diambil saja..saya tidak mau lagi mendukakanNya. Namun sekali lagi, karena kasihNya yang besar kepada seorang hamba yang hina dan penuh dosa ini, DIA mau mendidik saya melalui Roh Kudus yang terus menuntun saya setiap harinya.

Sekarang saya sudah dapat mulai mengendalikan pikiran saya, saya bisa tidur dengan nyenyak dan tidak lagi berpikir/terngiang-ngiang kata-kata yang mendukakan hatiNya lagi. Saya bisa merasakan nyamannya didalam pangkuanNya.

Jika sahabat-sahabat mungkin pernah merasakan hal yang sama dengan saya/sedang bergumul dengan permasalahan yang sama. Mungkin saya bisa mensharingkan bagaimana saya bisa melalui semuanya...walaupun sampai sekarang saya masih sering jatuh-bangun dengan pengendalian pikiran saya,namun ada banyak perubahan yang sudah terjadi didalam diri saya.

Ada beberapa cara yang bisa sahabat-sahabat coba lakukan untuk mendidik pikiran kita:
1. Mendekatlah dengan Kristus
Coba terus mendekatlah dengan Kristus. Seberapa dekat hubungan kita, itu yang akan membantu kita mengatasi pikiran itu. Jika pikiran yang buruk tersebut datang,segeralah berdoa, memohon pengampunan dan bantuan dariNya untuk mengatasi pikiran kita. Luangkan waktu lebih banyak untuk membaca firmanNya dan bergumul bersamaNya. Meskipun dengan pikiran yang buruk kadang membuat hati,otak dan pikiran tidak konsentrasi lagi..tapi cobalah paksakan daging kita untuk membaca firmanNya. Tanpa firmanNya, hal tersebut tambah akan membuat kita semakin tidak bisa jelas kemana harus melangkah karena tidak ada yang membatasi dan mengatur kita.
2. Menyibukkan diri (secara jasmaniah)
Pikiran yang buruk tidak bisa dilawan, namun bisa dialihkan. Seberapa besar kita melawannya, justru akan membuat kita semakin mengingatnya, jadi coba alihkan. Setiap kali kita mulai "terbersit" pikiran yang buruk, kita harus cepat-cepat mengalihkan konsetrasi dan menyibukkan diri. Cobalah sibukkan diri dengan hal-hal yang sahabat-sahabat sukai, contoh: membaca buku/novel/majalah, menonton TV dengan program anak-anak/progam yang bagus,bermain games,merajut,memasak,membuat kue,mendengarkan radio,dll...apapun itu asalkan sahabat-sahabat bisa menghilangkan pikiran tersebut.
3. Bernyanyilah
Bagi saya bernyanyi adalah obat yang manjur. Dengan bernyanyi dan memuji Tuhan, disanalah letak kekuatan saya. Meski jika kadang pikiran tersebut sudah begitu ganas dan tidak mau lepas, meski mungkin saya tidak lagi dapat berkonsentrasi memujiNya,namun saya tetap memaksakan diri dan daging saya untuk memujiNya. Saya merasakan perubahan yang terjadi, mungkin sedikit sekali dan agak lama, namun itu benar-benar sangat membantu saya.

Semoga sharing saya diatas dapat membantu sahabat-sahabat sekalian yang mungkin sedang bergumul dengan masalah yang sama/paling tidak bisa menjadi masukkan informasi bagi sahabat-sahabat sekalian. Bukan karena saya, tetapi karena kemurahan Kristus, saya boleh dididikNya melalui pikiran saya.

I thank God through Jesus Christ our Lord. So then with the mind I myself serve the law of GOD; but with the flesh the law of sin-Roman7:25

by: veve

Read More..

Thursday, 24 March 2011

Dave,my lovely husband..A huge of blessing to have you in my life

Hari minggu yang cerah, sebelum kami mempersiapkan diri untuk pergi ke gereja..saya selalu sibuk untuk mulai mempersiapkan makanan untuk kami makan sebelum kami ke gereja. Gereja kami di Delft,pk12 siang mulainya..jadi kami harus makan brunch (breakfast-lunch) dahulu supaya tidak lapar. Sayapun selalu meminta bantuan suami saya (my lovely dave) untuk membantu menata tempat tidur setelah kami berdoa dan saya mulai sibuk didapur.

V:"Ko,ayo tolong bantuin nata tempat tidurnya sayang"
D:"Iya, ini sudah mulai kutata...sabar ya veve sayang"
(5 menit kemudian dan suami saya sudah menata, tapi posisi bantal dan gulingnya tidak pada posisi yang biasanya)
Mulailah dengan melihat hal tersebut, saya langsung cepat-cepat menyelesaikan kegiatan didapur dan datang ke tempat tidur. Saya menata ulang tempat tidur dengan sedikit ngomel-ngomel "Ko, kamu tahu bahwa veve paling tidak suka jika posisi bantal/guling tidak pada posisi biasanya...semua harus diletakkan sesuai dengan letaknya). Akhirnya suami saya menjawab setelah saya mengomel,"ya,tolong diingatkan suamimu ini jika memang salah letak"


Dari perkataan sederhana suami saya itu,saya sangat tertegur. Saya mulai sadar bahwa selama ini saya yang mungkin dikenal cukup sabar, ternyata tidak sabar-sabar amat. Melalui suami saya, Tuhan mengajarkan mengenai anugerahNya kepada saya.

Teringat bagaimana anugerah yang Tuhan berikan kepada Daud.Daud adalah seorang raja yang sudah berkali-kali jatuh dalam dosa,ada banyak kelemahan dan kekurangan tapi bagaimana Tuhan masih menggunakan Daud dengan begitu hebatnya. Tuhan tidak lagi mengingat dosa-dosa daud, DIA tidak pernah mengupas setiap kelemahan daud.Tuhan melihat kedepan akan seorang daud, Tuhan melihat kelebihan daud yang bisa dipergunakanNya untuk menyelesaikan rencanaNya didunia ini. Itulah sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada seorang daud.

Kepada kita masing-masing,Tuhan juga memberikan anugerahNya yang tidak kalah besarnya seperti kepada daud. Betapa sempurna Tuhan sudah mempersiapkan penyelamatan bagi kita akan dosa-dosa kita,meski sampai DIA harus rela mengosongkan diriNya dan mengambil rupa sebagai seorang hamba.Tuhan tidak pernah membeberkan semua kelemahan dan dosa-dosa kita.

Keberadaan suami saya adalah sebuah anugerah yang terbesar dari Tuhan. Melalui setiap hal-hal kecil,Tuhan mengingatkan saya akan keberadaanNya. Melalui omelan saya dan perkataan suami saya, saya mulai belajar akan anugerah Tuhan. Akan bagaimana saya harus belajar untuk menerima dan menyambut kelemahan suami saya. Saya percaya itu juga cara Tuhan untuk memperbaiki hidup saya. Bagaimana seharusnya saya terus belajar untuk melihat kekurangan suami saya sebagaimana cara Tuhan memandang kekurangan saya...bukan hanya dengan mengomel tapi membantunya jika suami saya salah.

Saya percaya bahwa dengan keberadaan suami saya, Tuhan akan memperbaiki dan mengubah hidup dan karakter saya dengan lebih lagi. Sehingga saya lebih belajar mengampuni suami saya dengan setiap kesalahannya..tidak mengungkit-ungkit setiap kesalahan yang sudah diperbuatnya dan tidak mengkait-kaitkan kesalahan yang sudah lampau dengan kesalahan yang baru.Seperti halnya Tuhan yang tidak pernah mengungkit kesalahan kita yang sudah jatuh berkali-kali,bahkan dengan dosa/kesalahan yang sama,namun DIA benar-benar mau mengampuni dan membaharukan hidup kita tanpa mengingat-ingat yang lampau.

My dave..
With you, I can learn how depth HIS grace
With you, I can learn to be a better person as HIS will
and..
With you,only with you,I can learn that only CHRIST alone who's the most important in our marrige
Thank you my lovely Christ for giving David as my lovely husband



by: veve

Read More..

Monday, 22 November 2010

Leap of prayer

Didalam sebuah hubungan jarak jauh, tidak ada yang dapat kami perbuat lebih banyak selain memperkuat hubungan kami melalui doa-doa kami. Benar-benar kami mengalami sendiri bagaimana doa dapat "melompat" sangat jauh...melintasi negara, bahkan benua sekalipun. Doa dapat bergerak sangat cepat, bahkan lebih cepat dari sms sekalipun. Melalui doa kami dapat saling menyatakan betapa kami sayang/kangen satu sama lainnya.

Saya ingat dengan jelas sekitar bulan oktober tahun 2003, meski tanggalnya sudah agak pula, dimana ko david yang adalah suami saya sekarang baru berangkat ke belanda, pada saat itu hubungan kami masih cukup sulit. Ko david yang baru datang ke belanda, dia masih susah beradaptasi disana dan apalagi harus terus telepon kepada saya karena keterbatasan uang yang dia miliki saat itu. Kami hanya bisa berhubungan melalui email...dan itupun mungkin topik-topik yang kami bahas bisa terbalas satu sama lain dengan cukup lama ("agak basi" jadinya). Tapi kami tetap bersyukur karena masih ada email yang membantu kami. Keadaan tersebut dipergunakanNya untuk mengajarkan kepada kami berdua akan pentingnya DOA. Doa benar-benar mampu mengubah segalanya, dalam setiap langkah hubungan kami, kami merasakan hal tersebut.


Tapi tetap saja kadang perasaan kangen itu tidak dapat terbendung didalam diri saya. Apalagi saya adalah seorang cewek, yang baru memiliki seorang pacar. Kami baru memutuskan ingin berpacaran pada tanggal 12 maret 2003, tapi dia harus pergi ke belanda. Kadang saya merasakan betapa kesepiannya dan iri melihat teman-teman saya yang lain bisa berjalan-jalan/bersenang-senang dengan pacar mereka bahkan bisa bergandengtangan ke mana-mana dengan pacar mereka. Tapi saya tetap harus kuat menghadapi hubungan dan komitmen jarak jauh ini karena hubungan ini adalah jawaban doa saya yang cukup panjang didalam mempergumulkan pasangan hidup.

Jika berbicara mengenai pengalaman doa, ada satu pengalaman yang tidak terlupakan dan begitu nyata terjadi kepada saya mengenai lompatan doa tersebut...
Suatu ketika pada tanggal December 8, 2004 5:12 AM, ko david mengirimkan email kepada saya..."Dear veve, Ve, halo... pa kabar? Semoga hari ini memberikan kekuatan dan ketekunan baru buat kamu.. Bagaimana dengan kemarin? Apa tidak ada sesuatu yang membuatmu, mungkin bersedih, senang, atau yang lain? Semoga hari kemarinpun juga baik2 saja". Email tersebut benar-benar seperti lompatan doa saya. Sehari sebelum email itu datang bahkan sampai saat itupun, saya memang sedang mengalami hari yang berat karena pergumulan tentang pelayanan di kampus. Saya ingin curhat kepada ko david, namun tidak bisa 100% karena saya tidak ingin ko david tahu bahwa saya sedang galau/sedih. Hanya melalui doa saya dapat menyampaikan bahwa saya ingin ko david bisa merasakan saya sedang galau/sedih saat itu, ternyata benar-benar ajaib...Tuhan menjawab doa saya dan bisa membuat ko david yang berada jauh disana merasakan kegalauan/kesedihan hati saya.

Ada banyak hal yang terjadi, namun tidak mungkin saya bagikan semua melalui blog ini. Namun sampai karena begitu dekatnya kami rasakan satu sama lain melalui doa-doa kami..suatu saat ko david juga dalam emailnya pernah berkata demikian: "Ve, kalau kamu lagi (misalnya) gemes atau sama aku, kamu isa minta Tuhan untuk memberikanku mimpi supaya aku juga isa merasakan gemes dan kangenmu ok ^_^ hehehe...". Jadi rasanya semua rasa bisa ditransfer via doa
malu.

Dari sedikit cerita ini kami mau berbagi bahwa bagi pasangan-pasangan lain yang sedang berhubungan jarak jauh saat ini jangan cemas/kawatir akan hubungan kalian. Kesulitan/masalah pasti akan datang karena kita masih hidup, namun semua dapat diatasi sejauh kita melipat tangan kita dan menundukkan hati kita untuk berdoa padaNya. Kita dapat mengungkapkan apa saja kepada pasangan kita melalui doa-doa kita, biar Tuhan yang memfilter semua doa kita dan yang terbaik akan disampaikan pada pasangan kita. Namun tetap selalu belajar merendahkan hati dalam doa...that's important!, not our desire to be fulfilled, but YOUR aim to be reached through us!! -veve

Read More..

Saturday, 20 November 2010

God has mercy on me

Penantian adalah masa-masa yang paling berat. Ada banyak keraguan dan keputusasaan yang mungkin muncul dikala masa menanti itu. Hal tersebutlah yang saya alami selama ini. Saya juga belum mengerti mengapa Tuhan selalu memperhadapkan saya dengan masalah penantian. Saya telah diprosesnya untuk menanti ketika masa berpacaran jarak jauh selama kurang lebih 6 tahun, dan sekarang Tuhanpun berbaik hati mendidik saya untuk menantikan buah hatidoa. Namun kali ini, saya akan mensharingkan mengenai masa penantian buah hati saya...

Sejujurnyapun saya merasakan setiap bulan seakan menjadi semakin berat. Apalagi jika melihat teman-teman lain yang menikah lebih dahulu dari saya namun sudah hamil duluan dan beberapa teman yang menyapa serta menanyakan kapan saya hamil?, ayo cepat hamil...kata-kata yang mungkin sederhana, namun begitu menusuk persaan saya. Saya sudah berdoa dan menangis dengan keras untuk memohon belas kasihanNya memberikan saya seorang anak,namun belum dijawabNya. Saya dan suami berusaha sedemikian rupa untuk menjaga makanan kami, berusaha makan banyak buah dan gizi untuk mendukung asupan gizi kami, bahkan membeli alat test ovulasi untuk mengetahui kapan masa subur saya..tapi tetap saja kami sudah berbuat yang terbaik, masih belum juga ada tanda-tanda kehamilan itu. Dari 5 bulan terakhir saya ingin sekali hamil dan setiap kali saya datang bulan, itu malah membuat saya menangis, sedih dan tertekan.


Untuk pergi ke dokter disini tidak semudah di Indonesia. Kami harus mencari tahu dahulu dokter yang tepat, itupun hanya boleh sejauh kontrol didokter umum (tidak boleh langsung ke dokter ahli kandungan). Biasanya ke dokter umumpun hanya diberi saran-saran sederhana dalam merencanakan kehamilan,yang notabene sudah kami laksanakan semuanya.

Ditambah lagi perasaan kesepian yang saya alami dirumah, setiap hari selama suami saya pergi kerja...perasaan tersebut kadang menyapa dengan sangat, seorang diri dirumah. Saya berusaha menyibukkan diri sendiri dengan berbagai macam aktivitas bahkan kadang-kadang jalan-jalan keluar rumah sendirian bagai orang tanpa arah..jujur saya merasa seperti orang bodoh dan kesepian. Jauh dari keluarga dan teman dekat benar-benar menekan saya. Segala perasaan itulah yang membuat saya ingin mempunyai anak. Tapi saya tidak mengerti mengapa Tuhan belum menjawab doa-doa saya?.

Belum lagi setelah saya pindah ke kota lain, saya benar-benar sering berdiam dirumah..kecuali hari sabtu-minggu saya keluar jalan-jalan bersama dengan suami. Saya lebih memilih untuk banyak berdiam dirumah karena saya tidak menyukai jalan sendirian, jalan tanpa arah dan hanya menghabiskan energi dan waktu diluar rumah dengan tidak jelas. Saya mau melanjutkan les bahasa belanda juga terhambat biaya les yang sangat mahal..(harga les hampir sama dengan harga kontrak apartment selama 1 bulan). Saya mau melanjutkan sekolah namun masih berpikir bagiamana jika tiba-tiba saya hamil?, tidak mungkin sekolah jika harus cuti melahirkan/membesarkan anak dalam jangka waktu yang lama. Semua kekawatiran, ketakutan, pikiran-pikiran yang ada tersebut benar-benar membuat saya bingung akan jalan ke depan?.

Didalam keinginan terbesar kami ingin mendapatkan buah hati, saya masih ingat setiap perjuangan yang sudah kami lakukan. Selama 5 bulan terakhir kami melakukan segala macam cara yang dapat kami perbuat (*story above), salah satunya adalah usaha kami untuk menggunakan alat ovulasi. Namun, adapula peristiwa-peristiwa aneh yang kami alami ketika kami menggunakan alat ovulasi tersebut: Pada bulan oktober, kami menghabiskan banyak alat ovulasi namun tetap saja tidak menunjukkan masa ovulasi..benar-benar membuat kami bingung dan tidak tahu lagi harus bagaimana. Sedangkan pada bulan november,ketika kami tetap menggunakan alat ovulasi...malah hasilnya 2x test dalam masa subur. 2 bulan dengan hasil test yang benar-benar aneh, seakan menegur saya dengan keras.

Setelah saya tahu bahwa meskipun kami memutuskan untuk menggunakan alat ovulasi..itupun seakan tidak membantu kami sama sekali, saya bertambah bingung dan kawatir. Ditengah kebingungan saya itu, Tuhan seakan menyapa saya dengan lembut serta menuntun saya untuk mencari siaran radio kristiani di internet dan membaca kitab amsal. Jujur saya tidak mengerti mengapa saya harus membaca kitab amsal, namun saya terus membacanya setiap kali Tuhan menyuruh saya...dan firmanNya begitu mengingatkan saya akan kehadiranNya.

Melalui segala hal yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi didepan saya, kapankah saya akan mendapatkan buah hati saya??...saya percaya DIA selalu baik dan akan teramat baik bagi saya.

Dan dari kejadian yang saya alami..saya belajar bahwa:
1. Didalam segala hal yang terjadi Tuhan turut bekerja. Bahkan ketika saya sudah tidak tahu harus berbuat apalagi, Tuhan menuntun saya untuk mendapatkan siaran radio dan membaca kitab amsal yang begitu menguatkan saya.
Tuhanpun menguatkan saya melalui suami saya yang luar biasa ...dimana ketika saya sudah mulai putus asa dan agak kecewa dengan Tuhan yang tidak menjawab doa saya, suami saya selalu menguatkan saya dengan berkata bahwa "aku sangat menyayangimu, aku menikahimu bukan semata-mata ingin mempunyai anak..tapi karena aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang yang sangat aku sayangi. Jika kita diberi anak olehNya maka itu adalah anugerah, namun jika belum diberi..itu bukanlah alasan bagi kita untuk kecewa kepadaNya".

2 DIA memiliki banyak cara untuk mendidik dan memproses saya. Jika tanpa penantian yang terjadi, saya tidak akan mengalami didikanNya..bagaimana dia mendidik dan memproses saya untuk lebih bertekun dalam doa, lebih sabar dalam penantian, lebih dekat denganNya, lebih mengucap syukur dalam segala hal serta lebih taat melakukan apapun yang DIA katakan didalam hidup saya.

3. DIA bekerja dengan waktuNya dan rencanaNya. Sebaik apapun usaha yang kami lakukan, sehebat apapun kami menjaga diri kami bahkan membeli alat ini-itu..jika bukan waktu Tuhan, maka semuanya tidak akan terjadi. Dengan hal tersebut membuat saya semakin sadar bahwa usaha manusia sekeras apapun tidak dapat mengubah apapun..hanya Tuhan yang tahu kapan waktuNya. Kita boleh berusaha, namun juga perlu belajar percaya bahwa waktuNya tepat dan rencanaNya sempurna (
Betapa besarnya kuasaNya, tak sanggup kita mengerti rencanaNya).

4. Mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Bertekun didalam doa bukan untuk terus meminta apa yang kita ingini, tapi berdoa karena kita mengasihiNya dengan sepenuh hati. Dengan doa kita ingin menjalin hubungan yang akrab denganNya dan mengerti kehendakNya dalam hidup kita...inilah yang saya rasakan masih sangat berat dan perlu terus belajar didalamnya. Saya harus terus belajar bahwa
tidak ada alasan bagi saya untuk meminta Tuhan ini dan itu, tidak ada alasan bagi saya untuk kepahitan/kecewa kepadaNya karena doa-doa yang belum terjawab dan "menuntutNya" dengan permintaan saya karena apapun yang terjadi didalam hidup saya sekarang... DIA terlampaui baik dalam segalanya.-veve

He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the human heart; yet no one can fathom what God has done from beginning to end (Ecclesiastes3:11/NIV)



Read More..

Wednesday, 25 August 2010

My husband's birthday

Tanggal 24 agustus yang lalu adalah hari ulang tahun suami saya tercinta. Baru kali ini saya bisa merayakan ulang tahun bersama dengan suami sayalove. Dulu ketika masa pacaran, kami tidak bisa merayakannya bersama...biasanya terbentur masalah jarak (dia ada di luar negeri,sedangkan saya ada di Indonesiasedih).

Kami merayakan ulang tahun dengan kecil-kecilan,tapi sangat berkesan bagi kami berduaihikhik. Saya juga baru pertama kalinya membuat kue tart sendiri. Kue tart yang saya buat dari fondat marshmallow. Sayapun membuat hiasan kue tart dengan menggunakan permen marshmallow...jadi keseluruhan kue tart dapat dimakan semuanyakenyit .



Oleh karena suami saya suka dengan sapi, maka saya berusaha belajar dari youtube cara membuat fondant marshmallow berbentuk sapi. Ya memang tidaklah sempurna yang dibayangkan,tapi cukup lumayan untuk orang yang baru pertama kali belajar membuat kue tart
senyum].

Dan karena kami hanya merayakannya berdua, maka hidangan makananpun juga hanya 2 macam: mie goreng dan cap jay..serta tidak lupa es cendol (yang juga pertama kali saya buat). Hidangan yang sederhanapun terasa mewah ketika kita makan bersama orang yang sangat kita sayangimalu.

Kami berharap tahun depan kami bisa merayakannya bersama dengan anak kami...amindoa
(Itulah juga yang menjadi harapan terbesar dari suami sayaangel.

PS: Happy birthday my beloved husband..may all your dreams and wishes come true..all the best for you..i love you very much:inlove:-by veve

















Read More..

Monday, 19 July 2010

My dream vs God's plan..

Terkadang kita memiliki banyak impian, tapi tidak semua impian kita bisa terwujud. Sayapun demikian, saya memiliki banyak impian dari sejak kecil. Tapi saya akhirnya saya menyadari bahwa impian seindah apapun tidak akan indah setelah diwujudkan apabila kita tidak sejalan dengan rencanaNya. Inilah secuplik perjalanan hidup saya...

Dari kecil saya memiliki banyak impian yang unik...yang intinya adalah membantu orang lain. Dikala anak-anak kecil yang lain memiliki mimpi menjadi seorang presiden / dokter / insiyur, saya malah memiliki mimpi menjadi seorang suster biara. Pada waktu kecil, saya melihat betapa indahnya kehidupan seorang suster biara, mereka tidak memusingkan dengan persoalan dunia..mereka berdoa, mengurus gereja, bahkan ada yang menjadi guru, kehidupan yang benar-benar sederhana tapi menyejukkan hati. Saya melihat semua itu karena dahulu di belakang sekolah saya, ada sebuah biara yang juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa suster yang mengurus gereja (yang letaknya tepat disebelah biara) dan beberapa sebagai guru TK/SD (pada sekolah saya dulu). Akan tetapi saya percaya rencana Tuhan tidak sejalan dengan impian saya, kedua orang tua saya melarang dengan keras untuk saya menghentikan impian itu. Mereka menganggap saya sebagai gadis pemimpi, yang hanya bermimpi tapi tidak melihat realita yang ada. Seorang suster berarti harus hidup selibat (tidak menikah), orang tua saya tidak mau hal itu terjadi pada saya. Orang tua saya berkata "jika kamu ingin melayani Tuhan dan sesama, bukan cuma suster jawaban satu-satunya...ada banyak hal lain yang bisa kamu lakukan selain menjadi seorang suster biara".

Karena banyak tekanan dan larangan, akhirnya sejalan dengan umur saya..impian saya juga mulai berubah, sama seperti halnya anak-anak yang lainnya. Sayapun mulai berpikir ingin menjadi seorang misionaris/guru. Orang tua sayapun bahagia dengan impian saya menjadi guru (bukan seorang misionari). Bagi orang tua saya, seorang misionaris adalah pekerja yang luar biasa beratnya, itupun harus ada panggilan dari Tuhan sendiri..karena pelayanan yang dijalankan sama dengan mengantar nyawaT_T. Namun dengan menjadi guru, bahkan mereka menyediakan tempat bermain buat saya dimana saya bisa bermain berpura-pura menjadi seorang guru yang mengajar...ada papan tulis, tempat duduk buat boneka-boneka saya (selayaknya mereka murid), kertas-kertas (seperti PR/PS buat murid).




Mungkin orang tua saya berdoa keras untuk saya supaya menjadi guru yang baik nantinya. Saya melihat sendiri bagaimana rencanaNya untuk saya bisa menjadi seorang guru. Setelah saya lulus dari SMU, saya ingin sekali menjadi dokter (meski itu bukan impian saya), tapi saya melihat dengan menjadi dokter maka bisa membuat orang tua saya lebih bangga (daripada menjadi seorang guru). Saya belajar dengan keras untuk bisa masuk kedokteran, namun singkat cerita orang tua saya melarang saya masuk kedokteran. Bukan karena saya tidak mampu, namun keuangan keluarga kami tidak memungkinkan waktu itu. Orang tua saya mengalami kebangkrutan dalam pekerjaan mereka, benar-benar keadaan yang parah bagi kami sekeluarga. Bahkan untuk menyekolahkan kakak saya waktu itu, orang tua saya harus menjual rumah kami...dan pindahlah kami ke rumah yang jauh lebih kecilT_T.

Akhirnya..singkat cerita orang tua saya memilihkan Univeristas Kristen Petra, pada jurusan sastra inggris bagi saya (yang bukanlah pilihan saya). Jujur saya tidak terlalu suka dengan sastra, saya hanya suka mengajar, tapi bukan belajar tentang sastra. Namun orang tua saya mengganggap bahwa saya mampu di sastra inggris karena saya bisa menghafalkan sesuatu dengan baik. Ya sudahlah..demi menyenangkan hati mereka, saya masuk ke jurusan sastra inggris. Sekali lagi impian saya sirna...malah seakan bingung, mau jadi apa saya nantinya??.

Sayapun pertama kali memasuki UKP dengan hati yang cemas, kawatir, dan takut. Saya bahkan masih diantarkan papa saya untuk masuk pada hari pertama kuliah (sebagaimana biasanya papa saya telah mengantarkan saya sekolah dari sejak saya TK s/d SMU selama ini). Saya melihat banyak anak-anak yang kaya, pintar dan cantik-cantik di UKP. Tapi saya tetap masuk jurusan sastra inggris tanpa bantahan pada orang tua saya. Namun dengan masuk UKP, saya bisa bersahabat dengan banyak orang, mengenal banyak karakter, mengikuti banyak pelayanan kampus, bisa berorganisasi...bahkan bisa menemukan seorang seperti Ko David. Seorang yang cinta Tuhan, teguh dalam pendirian, setia dan sangat pengertian.

Jika saya mengevaluasi kembali kehidupan saya yang lalu. Saya tidak akan bisa mendapatkan semuanya jika saya tetap keras dengan menjalankan semua impian saya seperti menjadi seorang suster biara / menjadi misionaris (dengan paksaan hati, bukan panggilan dariNya)/ menjadi seorang dokter (dengan tujuan hanya ingin membuat orang tua bangga). Namun dengan masuk UKP, selain kuliah yang saya rasa berat, namun banyak pengalaman indah yang boleh saya dapat disana.

Lambat laun, saya melihat rencana Tuhan terealisasi dalam hidup saya. Orang tua yang mengarahkan saya menjadi guru..demikianlah terjadinya. Sewaktu saya kuliah, saya juga bisa ikut aktif pelayanan menjadi guru sekolah minggu di GKI Kutisari...bahkan saya bisa ikut teman saya untuk mengelesai anak-anak bahasa inggris (pada saat saya semester terakhir ketika kuliah saya). Tuhan begitu indah membentuk saya baik melalui orang tua saya/orang-orang disekitar saya.

Setelah saya lulus dari UKP, saya tetap ingin melarikan diri dari rencana & panggilanNya untuk saya menjadi seorang guru. Saya berusaha berkarir menjadi seorang marketing corporate pada bank NISP, namun akhirnya saya merasa tidak nyaman dengan tuntutan yang terlalu tinggi..saya keluar dari pekerjaan tersebut. Itu belum cukup juga bagi seorang veve yang keras kepala, saya pun masih melarikan diri dengan berusaha berkarir dibidang lain..saya masuk ke PT.HM.Sampoerna,Tbk dan mencoba menjadi seorang HRD...singkat cerita, saya merasa tidak nyaman dengan lingkungan perokok yang ada...akhirnya saya berhenti juga. Tapi Tuhan memang benar-benar baik, akhirnya DIA masih membuka jalan bagi saya untuk mengenal seorang sebaik Kak Bagoes Seta (beliau pernah menjadi mentor saya juga). Setelah berbincang-bincang akhirnya beliau memperkenalkan saya kepada istrinya yang baik juga yaitu Ce Cien-cien /konsita. Dengan bantuan mereka berdua, saya bisa masuk Universitas Ciputra dan melayani dibagian bahasa dan budaya (LCC - Language Culture Centre). Bukan cuma sebagai staff biasa, namun Tuhan memberi kesempatan bagi saya untuk mengajar bahasa inggris dasar juga. Betapa indahnya rencana Tuhan tersebut, meski terlihat rumit namun...jika memang rencanaNya, serumit apapun..akan tetap terwujud adanya (meski tidak sejalan sama sekali dengan semua impian kita)

Jadi sekarang saya melihat indahnya rencanaNya untuk menjadikan saya seorang guru. Disini, di belandapun saya tetap selalu berharap bisa menjadi seorang guru..meski hanya di sekolah minggu sekalipun (itu adalah kebahagian bagi saya). Saya percaya bahwa jika memang itu rencanaNya, maka DIA akan buka jalan bagi hidup saya. cont...(veve)

Read More..

Friday, 16 July 2010

Part 3 : Rencana dan intervensi Allah dalam hidup kita adalah untuk kebaikan kita

Apa yang Allah sudah berikan kepada kita tidak bisa dinilai secara manusia (baik-buruk, kaya-miskin, sakit-sehat). Bukankah ini yang sering kita lakukan yaitu: membanding-bandingkan. Baik menurut versi manusia berbeda dengan baik menurut versi Allah. Kaya menurut versi manusia adalah baik, tapi belum tentu baik menurut Allah. Sehingga kitapun dituntut percaya bahwa apapun yang Allah sudah kerjakan dalam kehidupan kita adalah yang terbaik dan untuk kebaikan kita (sekali lagi kebaikan versi Allah).

Rencana Allah tidak bisa diinterpretasikan secara sempit seperti si A bekerja di perusahaan tertentu, di kota tertentu, dan dengan gaji tertentu. Rencana Allah jauh lebih besar lagi. Apapun yang kita lakukan ada Allah yang mengontrol. Dalam hidup ini seseorang bisa menjadi seorang guru, insinyur, ekonom, dokter atau apapun itu namun Allah tetap mengontrol kehidupannya. Saya percaya bahwa dengan saya ke Belanda adalah salah satu jalan yang Allah ijinkan terjadi dalam rencanaNya. Apakah kelak saya akan kembali ke dan menetap di Indonesia, saya tidak tahu. Akan tetapi saya percaya bahwa posisi, pekerjaan, dan karir yang kita punya menunjukkan bentuk intervensi Allah dalam kerangka rencanaNya yang agung. Saya pun percaya bahwa intervensi Allah terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Bentuk intervensi Allah bisa terjadi pada hal yang masuk akal secara manusia bahkan sampai hal-hal yang diluar akal manusia (mukjizat).

Intervensi Allah dalam hidup manusia bertujuan agar kita terus berjalan dijalanNya. Walaupun Allah sudah mendesain dan memiliki rencana atas kehidupan kita jauh sebelum kita lahir, namun sering kali kita masih merasakan peranan Allah secara langsung dalam kehidupan ini lewat hal-hal yang tidak terduga.





Pada tahun 2001 saya bertemu dengan Veve yang sekarang menjadi istri saya. Pertemuan kami bukanlah kebetulan, karena kita sama-sama saling mempergumulkan apakah kami bisa menjadi pasangan hidup. Kami bertemu di sebuah camp/retret sebagai panitia dan peserta. Saya waktu itu bertugas sebagai panitia divisi perlengkapan, dan Veve adalah peserta camp. Pertemuan kami berlanjut sampai di pelayanan kampus UK Petra. Saat itu saya menjadi coordinator divisi, dan Veve menjadi anggota di divisi yang sama. Saya pernah menyukai seseorang yang lain sebelum Veve. Namun saya bersyukur karena saya belum sempat berpacaran dengan seseorang yang lain tersebut. Singkat cerita hubungan kami tidak bisa dilanjutkan karena yang pihak wanita masih teringat dengan mantannya yang dulu. Tidak ada rasa kecewa ataupun kebingungan dalam diri saya ketika pihak wanita memberitahu hal ini. Satu hal yang saya pikirkan adalah mulai saat itu saya hanya inging menutup diri saya terhadap wanita dan berkonsentrasi kepada kuliah 100%. Saya memang bukan orang yang mudah bergaul dan humoris sehingga wanita dengan mudahnya bisa dekat dengan saya. Figur saya adalah figure yang serius dan kurang humoris. Bahkan ketika saya bertemu Veve pun saya masih menutup pintu hati saya. Namun Tuhan berkehendak lain. Dia pun membuka pintu hati saya perlahan-lahan terhadap Veve.

Pada tahun 2003 saya memang merencanakan untuk ke Belanda. Akan tetapi saya sadar satu bahwa ketika saya pulang dari Belanda saya tidak bisa lagi menikmati masa-masa kuliah dan bagaimanapun saya akan kehilangan kesempatan untuk menemukan calon pasangan hidup di tempat kuliah. Salah satu alasan saya kenapa saya memilih UK Petra adalah juga untuk menemukan pasangan hidup yang sama-sama memiliki visi Kekristenan. UK Petra memang terkenal sebagai kampus Kristen yang masih menjaga nilai-nilai Kekristenan didalamnya. Ada banyak pelayanan-pelayanan kampus dimana mahasiswa-mahasiswa bisa melayani dan tidak hanya belajar. Pada intinya saya kawatir tidak bisa mendapatkan pasangan hidup yang benar. Benar berarti: dewasa iman dan mengasihi Allah. Apabila saya terjun di dunia kerja, maka orang-orang seperti itu akan sukar ditemui. Saya kemudian berdoa kepada Allah. Saya meminta Allah agar bisa dipertemukan dengan seseorang sebelum saya pergi ke Belanda. Seseorang yang mau menunggu saya studi di luar negeri dan seseorang yang sepelayanan dan mengasihi Allah. Namun saat itu saya masih minder dan kurang percaya diri. Apakah saya bisa membuka hati kembali (kembali mempercayai seseorang untuk dipergumulkan).

Waktu pun berjalan dan saya disibukkan dengan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk ke Belanda. Tanpa sadar saya belum ada “usaha” untuk mendekati lawan jenis. Saya kemudian tersentak sejenak dan sadar bahwa saya tidak boleh terfokus pada studi saja tapi juga pada hal-hal lain. Saya kemudian berusaha untuk menepis pemikiran itu dan mencoba lebih fokus ke studi di Belanda. Saya berkata, “Ah urusan cewek bisa nanti-nanti saja”. Namun intervensi Allah saya rasakan sangat jelas pada waktu itu. Saya mendengar gossip-gosip yang terus terang membuat saya malu tapi juga senang. Gosip itu adalah “Veve kagum sekali sama ko David”. Saya memahami kalimat itu tidak lebih dari sekedar kagum (bukan cinta atau sejenisnya), karena saya tidak pernah melihat gelagat Veve yang menjurus kearah cinta. Saya selalu berharap supaya saya aktif pendekatan ke seorang wanita kemudian membuatnya jatuh cinta kepada saya, namun saya akan melakukan pendekatan bila saya tahu bahwa si wanita ada hati atau suka dengan saya. Alasanya cuma satu: karena saya kurang percaya diri / malu.

Namun dorongan yang sangat kuat muncul dari saya untuk menyelidiki gossip tersebut. Saya menjadi curious dan ingin tahu apa gossip itu benar. Setelah cukup lama menyelidiki saya baru mengetahui kalau Veve memang sudah lama mempergumulkan saya lewat doa, namun Veve tidak pernah menunjukkan hal itu menurut saya. Namun menurut Veve, setelah mendengar dari teman baiknya, dia sudah sering menunjukkan perhatian-perhatiannya ke saya namun saya tidak menanggapi atau tidak "ngeh". Kemudian saya sadar bahkan selama ini saya menutup pintu hati saya terlalu dalam sehingga pikiran saya hanya terkonsentrasi pada studi. Saya berharap saya dapat mengetahui isi hati Veve jauh-jauh sebelum hari itu, namun saya memberanikan diri saya untuk membuka pintu hati saya sekali ini. Kalau memang Veve bukan direncanakan untuk menjadi pasangan hidup saya, mungkin saya tidak akan pernah mendengar gossip itu dan ceritanya tentu akan menjadi lain karena saya seorang pemalu. Namun Tuhan mengetahui situasi saya dan mengintervensi kehidupan saya secara luar biasa.

Saya kemudian mencoba untuk memberikan perhatian yang selama ini Veve nantikan. Alhasil, Veve pun merespon positif. Hal inilah yang membuat kami pada akhirnya berpacaran sebelum saya pergi ke Belanda. Memiliki seorang Veve sebelum saya ke Belanda adalah hadiah dan berkat yang indah dalam hidup saya. Saya mengerti orang seperti apa Veve. Dia adalah orang yang takut akan Allah, dewasa iman, sabar, dan mau menemani dan menunggu saya selama saya studi di luar negeri. Sebelum kami berpacaran, saya sempatkan bicara mengenai rencana saya ke depan. Saya mengatakan bahwa impian saya adalah bisa mempunyai gelar S2 dan untuk itu saya harus studi ke luar negeri. Bahkan saya bertanya apakah Veve masih mau meneruskan hubungan ini ke jenjang berpacaran. Ternyata jawaban dari Veve adalah ya dan hal itu membuat saya lega dan sangat bersyukur.

Saya merasakan berkat Tuhan yang luar biasa dari Veve. Saya bisa merasa tenang meninggalkan Indonesia karena Veve adalah seorang yang setia. Saya mengenal komitmen dan karakternya selama Veve menjadi anggota di sebuah divisi yang saya pimpin. Saya pun juga berkomitmen untuk setia pada Veve. Banyak hubungan pacara kandas di tengah jalan oleh karena hubungan jarak jauh. Saya ke luar negeri selama 3 tahun (1 tahun di Belanda dan 2 tahun di Korea Selatan), saat itu saya hanya pulang setahun dua kali. Sekembali saya dari Korea Selatan saya kemudian bekerja di Jakarta dan Veve di Surabaya. Walaupun jaraknya bukan lagi antar benua namun tetap kami masih merasakan hubungan jarak jauh. Semuanya bisa kami lewati bersama Kristus. Seperti apa yang sudah saya katakan sebelumnya. Ketika Allah memulai suatu pekerjaan yang baik, dia akan meneruskan dan menyempurnakannya.

Kami sudah merasakan dan membuktikan bagaimana suatu hubungan akan kuat apabila Kristus hadir didalamnya. Faktor rasa saling percaya adalah hal yang terpenting. Seberapa besar kita percaya pada pasangan kita. Secara essensi, entah suatu hubungan dilalui dengan jarak jauh atau dekat, apabila Kristus tidak hadir didalamnya maka akan mudah sekali putus. (David)

Read More..

Part 2 : Dibalik setiap hal yang terjadi ada rencana Allah yang indah dan agung

Kita tidak akan pernah tahu bahwa apa yang kita alami telah membuat pengalaman unik tersendiri bersama Allah. Apa yang terjadi pada diri saya (TOEFL dan visa) adalah cukup luar biasa, walaupun jalan yang harus dilalui adalah terjal dan berbatu-batu. Tidak ada satupun perasaan yang lebih baik selain mengetahui bahwa Allah sangat menyayangi kita dan Ia ingin kita bertumbuh dalam suatu proses. Allah kita adalah Allah yang menyukai keteraturan dan di dalam keteraturan ada proses (tidak instan). Oleh karena itu, apabila kita masih sering mengalami ujian iman, bersyukurlah karena itu tandanya Allah menganggap kita sebagai anakNya. Dia adalah seorang Bapa yang akan terus mendisiplinkan anakNya.


Pada tahun 2004 1 bulan setelah lulus dari Universitas Kristen Petra, saya kembali mencari peluang beasiswa S2 di luar negeri. Ada beberapa pilihan S2 namun semuanya tanpa beasiswa. Kemudian saya menemukan S2 geoteknik di Busan, Korea Selatan (Dongseo University). Sekolah yang mungkin tidak terlalu terkenal, namun karena sekolah tersebut menawarkan full-scholarship + living and accommodation costs, kemudian saya langsung mengirim aplikasi. Sebulan setelah mengirim aplikasi, saya mendapatkan berita bahwa saya diterima. Pengurusan visa ke Korea Selatan berlangsung cepat dan mudah (tidak serumit waktu ke Belanda). Saya mendapatkan visa tepat waktu dan datang ke Korea Selatan tepat waktu. Sesampainya disana saya merasakan frustasi karena tidak seperti apa yang saya bayangkan. Program S2 ini masih baru jadi masih banyak ketidaksempurnaan disana-sini. Yang membuat saya sedih adalah saya merasa asing dan kurang senang dengan suasana di sana. Mahasiswa-mahasiswa Korea terlihat angkuh dan sombong, budaya senioritas Korea yang kental, benar-benar berbeda dengan Belanda. Bahasa Inggris mereka juga tidak bagus dan banyak masalah dengan komunikasi. Professor saya yang cenderung menyerahkan saya kepada mahasiswa-mahasiswa Korea. Namun saya tetap memutuskan untuk tinggal di Korea dengan tujuan untuk lulus S2 dengan baik. Saya memutuskan untuk bertahan selama 2 tahun dan belajar sebanyak mungkin. Saya tidak mungkin kembali pulang ke Indonesia karena saya tidak kerasan.


Hidup di Korea saya jalani dengan susah, terutama karena saya paling muda dibandingkan dengan mahasiswa-mahasiswa Korea. Karena saya yang paling muda, saya adalah yang paling banyak disuruh-suruh, mulai dari membersihkan lab, ruang professor, sampai masuk paling pagi (09.00) dan pulang paling terakhir (23.00). Untuk proses belajar saya selalu diatas mahasiswa korea rata-rata karena referensinya memakai bahasa inggris. Akhirnya timbul iri dan ketidaksenangan. Yang paling tua minta dilayani (baca: diajari), yang muda harus mau dengan cara yang kasar. Saya harus bertahan hingga 2 tahun, itulah yang ada di pikiran saya.


Pada akhirnya saya lulus S2 di tahun 2006. Pada saat luluspun saya masih mempertanyakan ke Tuhan kenapa saya harus ke Korea. Di Korea saya tidak belajar secara intensif dari Professor, akan tetapi dilepas layaknya orang yang sudah mahir. Saya merasa tidak banyak belajar, satu hal yang saya pasti belajar hanya masalah kekuatan mental. Namun apa hubungan antar mental dan geoteknik? Saya ke Korea untuk belajar geoteknik bukan untuk belajar mengasah mental.


Sekarang saya sudah di Belanda berada di perusahaan dengan level geoteknik tertinggi di Belanda. Satu hal yang saya percaya adalah kalau saya tidak pernah ke Korea waktu itu, sangat mungkin sekali saya tidak berada di Belanda lagi sekarang. Saya percaya bahwa apapun yang terjadi pada hidup saya adalah sederetan peristiwa yang akan mengantar kita kepada rencanaNya yang indah. Apakah rencanaNya yang indah buat saya adalah bisa bekerja di Belanda? Saya rasa penafsiran saya terlalu dangkal untuk memahami itu. Saya akan bisa menjawab pertanyaanku kelak ketika saya berumur mungkin 40 atau 50 tahun dimana saya bisa melihat apa-apa yang sudah saya kerjakan.Yang pasti saya tetap percaya bahwa apa yang saya pelajari di Korea akan berguna kelak di masa datang. Semua ini adalah proses, cara Allah untuk mendidik anak-anak yang dikasihiNya. (David)


Read More..

Part 1: Tidak ada satupun yang terjadi tanpa Allah mengijinkannya

Tahun 2003 saya memutuskan untuk Studi di Belanda melalui suatu program double degree. Untuk itu saya diminta persyaratan TOEFL minimal 550. Akan tetapi bagaimanapun kerasnya saya berlatih dan belajar, skor TOEFL saya tidak pernah melebihi 510. Sampai mendekati deadline terakhir untuk pengumpulan berkas-berkas ke Belanda skor TOEFL saya masih belum mecukupi. Saat itu banyak dari teman-teman dan saudara-saudara saya menganjurkan untuk membuat certifikat TOEFL palsu supaya bisa mencapai 550. Namun saya menolak karena saya percaya bahwa kalau memang ada dalam rencana Allah saya bisa ke Belanda, Allah sendiri yang akan buka jalan. Ternyata hal itu benar. Akhirnya saya diterima dan bisa ke Belanda terlepas dari pertimbangan TOEFL. Saya kemudian teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelum mengirim aplikasi Studi ke Belanda. Saya berkata,”Apabila aplikasi saya diterima biarlah ini merupakan tanda dari Allah sendiri bahwa ada rencana Allah untuk saya bisa Studi di Belanda”.

Saya percaya bahwa tidak satupun hal yang terjadi tanpa Allah mengijinkannya. Apabila Allah kemudian menyatakan kehendakNya, maka Allah secara tidak langsung atau tidak langsung memberitahukan rencanaNya terhadap kita. Ini ada suatu contoh bahwa tidak ada satupun yang terjadi tanpa Allah mengijinkannya. Bahkan pada detik-detik terakhirpun “menunggu” Allah menyatakan kehendakNya, Dia tidak akan pernah terlambat.





Setelah saya dinyatakan diterima oleh pihak Belanda, saya harus mengurus visa Studi dari Indonesia. Pengurusan visa studi saya memang lain dari pada yang lain (lebih sukar dan rumit) karena aplikasi saya memang agak terlambat dikirim oleh karena masalah TOEFL. Pada bulan Juli 2003 saya mendengar kabar dari pihak sekolah di Belanda semua permintaan visa dari Indonesia ditunda 3 bulan minimal oleh Belanda karena ada pengeboman di Hotel JW Marriott yang menewaskan seorang warga Belanda. Padahal program studi di Belanda dimulai awal bulan September 2003. Pihak sekolah di belanda sendiri memberitahukan bahwa kalau saya belum bisa mendapatkan visa sampai pertengahan September 2003 maka saya harus membatalkan studi saya ke Belanda. Waktu cukup cepat berlalu sampai pada tanggal 1 September 2003. Saya menghubungi berkali-kali pihak sekolah di Belanda (karena yang menguruskan visa adalah melalui pihak sekolah di Belanda) namun jawaban mereka selalu: belum ada visa. Pada minggu awal bulan September adalah deadline terakhir untuk menyerahkan form mata kuliah yang akan ambil semester itu. Saat itu banyak teman-teman yang bertanya kapan berangkat ke Belanda, hampir setiap hari, dan itu membuat saya malu dan frustasi karena saya sudah pernah bilang kalau akan ke Belanda. Saya tidak mau terkesan bahwa saya memaksakan diri dan melupakan Tuhan. Karena banyak sekali teman-teman sepelayanan mengira saya “memaksa” Tuhan.

Namun saya harus mengatakan hal ini: tidak ada satu manusiapun yang bisa memaksakan kehendaknya kepada Tuhan. Dia yang pegang kontrol atas kehidupan ini. Kitalah (manusia) yang harus tunduk dan berjalan dalam rencanaNya.

Saya berkata kepada Tuhan waktu itu, “Saya malu Tuhan”. Saya juga harus segera mengisi form studi untuk semester itu, karena kalau tidak...maka saya tidak bisa kuliah (menganggur) semester itu. Akhirnya saya putuskan dengan iman bahwa saya bisa ke Belanda dengan pemikiran satu hal: kalau Tuhan sudah meluluskan nilai TOEFL yang hanya 510 untuk bisa ke Belanda, maka itu merupakan suatu tanda dimana Tuhan sudah buka jalan dan dia akan terus membuka jalan. Karena saya pernah berdoa kepada Tuhan bahwa kalau memang jalan saya bukan di Belanda, maka biarlah pihak sekolah di Belanda menolak aplikasi saya. Namun yang terjadi adalah lain, Tuhan buka jalan ke Belanda dan itu harusnya sudah lebih dari cukup. Disinilah iman harusnya berperan. Bahkan iman saya masih harus diuji lagi dengan hal-hal yang luar biasa.

Pada saat itu sudah hari Rabu (sudah di pertengahan bulan September) dan hari Senin depan saya harus sudah berada di Belanda. Pada hari itu juga saya masih belum terima visa (pagi hari). Hari Senin sebelumnya saya mendapat kabar dari pihak sekolah di Belanda bahwa visa saya sudah jadi dan sedang “on the way” ke Indonesia. Akan tetapi sampai hari Rabu saya belum mendengar apa-apa. Pada keesokan harinya (Kamis) akhirnya saya dan papa saya memutuskan untuk pergi ke konsulat Belanda di Surabaya untuk meminta bantuan mengecek status visa saya. Apa yang saya dapat adalah diluar dugaan. Salah satu pegawai di kantor konsulat Belanda Surabaya malah memarahi kami dengan alasan kami terlalu percaya dengan omongan orang Belanda. Bahkan pegawai itu mengatakan bahwa mengurus visa itu susah, bahkan orang dari Jakartapun datang ke Surabaya karena pengurusan visa dari Surabaya diklaim lebih mudah. Pegawai yang marah-marah dengan kami juga menge-klaim bahwa dia memiliki koneksi kuat dengan konsulat di Jakarta, sehingga apa yang dia putuskan dan omongkan sama dengan keputusan dari konsulat di Jakarta. Kami (saya dan papa) memang mengatakan ke pegawai yang tadi bahwa kami ingin ke Jakarta. Namun pegawai itu dengan yakin berkata, “Kalau kalian tidak percaya omongan saya, silakan sekarang ke Jakarta dan kalian akan kembali pulang dengan tangan hampa dan berkata bahwa saya benar”.

Kami sudah tidak mau mendengar pembicaraan dia lagi, kami sangat kecewa dengan sikap konsulat Belanda di Surabaya: sama sekali tidak membantu. Akhirnya kami tetap memutuskan untuk pergi ke Jakarta dan setibanya di Jakarta kami mencoba untuk menghubungi NEC (Netherland Education Center) di Jakarta. Sebelumnya kami mendapat informasi bahwa kami bisa meminta bantuan tidak hanya lewat konsulat tetapi juga lewat NEC. Sesampainya kami di NEC Jakarta kami meminta bantuan seorang pegawai NEC yang cukup ramah dan baik untuk membantu kami. Tanpa kami duga, pegawai tersebut juga mempunya akses ke konsulat Belanda. Saya hanya berpikir bahwa hari Sabtu ini harus bisa berangkat apabila hari Senin depan harus sudah berada di Belanda dengan asumsi saya mendapat visa pada hari Jumat.

Hari itu (Kamis) kami masih di kantor NEC Jakarta menunggu status visa. Sementara pegawai yang ramah dan baik tadi masih terus mencoba menelepon untuk mendapatkan kejelasan status visa saya. Waktu saat itu menunjukkan pukul 14.50 dan saya diberitahu oleh pegawai tersebut bahwa konsulat Belanda di Jakarta untuk bagian visa buka hingga pukul 15.00 saja. Jadi kalau tidak ada jawaban dari konsulat Belanda di Jakarta hingga pukul 15.00, maka artinya tidak ada visa pada hari itu dan saya harus kembali minggu depannya. Akan tetapi hal itu tidak mungkin karena saya harus berada di Belanda pada hari Senin depan. Ketika waktu menunjukkan pukul 15.05 saya dan papa kaget. Saya berasumsi bahwa saya tidak bisa lagi ke Belanda. Papa saya terlihat lemas karena sudah keluar uang untuk ke Jakarta tapi tidak ada hasil. Waktu menunjukkan pukul 15.30, mungkin karena pegawai yang baik dan ramah agak sedih melihat kami, pegawai yang baik dan ramah mencoba kembali telepon konsulat Belanda di Jakarta. Telepon di terima, dan pegawai tersebut menanyakan pertanyaan yang sama, “Apakah visa David Setiawan Nugroho, umur 21 tahun sudah ada”. Orang yang dihubungi oleh pihak NEC mungkin sempat emosi karena NEC terus menanyakan hal yang sama. Setelah dicek sekali lagi ternyata visa saya baru saja ada di data base dan bisa diambil keesokan harinya (Jumat). Begitu mendengar kabar itu, saya kemudian bangkit dari tempat duduk dan memberitahu papa bahwa visa sudah ada dan bisa diambil besok. Papa kemudian menjadi lega. Kesusahan dan jerih payah kami pada saat itu tiba-tiba hilang dan kami merasakan kelegaan yang luar biasa. Saya percaya bahwa Tuhan sudah berkerja secara luar biasa dalam perkara ini dan jalanNya bukanlah jalan kita. Segala pekerjaan baik yang sudah Allah lakukan akan disempurnakanNya. Akhirnya pada hari Jumat saya datang ke konsulat Belanda di Jakarta dan pada hari Sabtu saya terbang ke Belanda. Di tahun 2004 saya bias lulus dengan nilai memuaskan. (David)

Read More..

The beginning of my story...

Seputuh tahun lalu saya termasuk salah satu sekian banyak orang yang mempunyai impian tinggi seperti layaknya orang yang baru mau masuk perguruan tinggi. Saya memilih Universitas Kristen Petra (UK Petra) untuk melanjutkan studi karena cukup terkenal dan nyaman (juga karena beragam paket beasiswa untuk murid-murid SMA berprestasi). Pilihan studi yang saya pilih waktu itu adalah teknik mesin dan teknik elektro. Dengan bekal nilai mata pelajaran Fisika yang baik, saya merasa tidak akan sukar kelak berjuang untuk lulus dengan nilai baik di teknik mesin atau elektro. Namun ternyata hasil test penempatan bakat minat UK Petra ternyata menunjukkan hasil lain. Saya baru tahu kalau saya lebih cocok masuk ke teknik sipil (menurut hasil test) daripada teknik mesin atau elektro. Bahkan saya tidak bisa untuk masuk ke jurusan teknik mesin ataupun elektro. Saya kemudian memilih teknik sipil dengan pertimbangan bahwa papa saya juga terlibat di bidang konstruksi kecil-kecilan. Walaupun nilai-nilai untuk Fisika statika (mata pelajaran pendukung utama teknik sipil) tidak sebagus Fisika untuk mesin dan elektro, namun saya tidak merasa bimbang dengan pilihan saya masuk teknik sipil. Selain tidak ada pilihan lain selain teknik sipil, saya juga percaya akan pimpinan Tuhan saat itu. Pilihan yang saya buat 10 tahun yang lalu telah membuat saya sekarang bisa bekerja sebagai seorang consultant geoteknik di Belanda. Mungkin teman-teman berpikir sekarang saya cukup enak di Belanda. Tidak seperti itu, disinipun biaya hidup jauh lebih tinggi dari Indonesia. Ada proses adaptasi yang sulit terutama untuk bahasa. Saya harus bekerja dua kali lebih berat dari orang Belanda karena saya sendiri masih belajar bahasa Belanda. Akan tetapi untuk apresiasi terhadap keilmuan memang lebih baik di Belanda. Satu hal yang harus kita tahu adalah bahwa tidak ada satu hal pun yang akan terjadi jika Allah tidak mengijinkannya. Sama seperti halnya ketika saya tidak bisa masuk jurusan yang saya pilih (mesin atau elektro), itu semua karena campur tangan Allah. Apa yang harus kita lakukan adalah mempercayai rencanaNya.

Rencana dan intervensi Allah dalam kehidupan manusia tidak bisa selalu kita pikir secara logika. Kita tidak perlu sibuk memikirkan atau memetakan bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan kita dengan mempelajari doktrin-doktrin yang cukup sukar. Ada banyak orang yang berusaha mati-matian memetakan bagaimana Allah bekerja dalam hidup kita, namun akhirnya mengalami konflik antara logika manusia dan iman. Apa yang kemudian kita peroleh? Janganlah hendaknya kita disibukkan oleh hal-hal yang diluar kemampuan kita berpikir. Hal-hal yang diluar nalar atau logika hanya bisa dipahami dengan kacamata iman, dan tidak ada yang lain. Apa yang Allah ijinkan untuk kita ketahui dan mengerti secara logika adalah lebih dari cukup. Oleh karena itu, kita cukup percaya empat hal yang esensi dan penting dalam Kekristenan:

  1. Tidak ada satupun yang terjadi tanpa Allah mengijinkan.
  2. Dibalik setiap hal yang terjadi ada rencana Allah yang indah dan agung.
  3. Rencana dan intervensi Allah dalam hidup kita adalah untuk kebaikan kita.
  4. Allah adalah baik adanya.

NB: Each point above will be explained through the next article...



(by: David)

Read More..
Our Journey © 2008 Por *Templates para Você*